Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Ditipu habis-habisan?


__ADS_3

Episode 158 : Ditipu habis-habisan?


***


"Loh ... bro, dia ini dulu salah satu wanita penghibur di klub yang sudah tutup dulu, dia salah satu wanita paling diminati saat itu, aku kenal dengannya!"


Salah satu teman Luke, mengenal Haley.


Seperti ketakutan Haley, akhirnya Luke tahu masa lalunya yang menyedihkan.


Luke yang mendengar itu tentu terkejut sekali, entah mengapa ada kekesalan dalam dirinya, dia merasa malu juga merasa jika selama ini Haley hanya berpura-pura sopan dan polos, padahal dia hanya wanita murahan saja.


Luke sangat bangga saat dekat dengan Haley, tetapi nyatanya dia malah tertipu, dia tidak tahu jika Haley adalah wanita yang menjual tubuhnya saat lalu.


Luke langsung menghakimi Haley tanpa tahu alasannya.


Setelah berbincang-bincang dengan teman-temannya, Luke merasa harus melakukan sesuatu.


Entah mengapa dia merasa sangat marah dan ingin membongkar sifat busuk dari Haley.


Luke tidak ingin ditipu lebih lama, dia yakin sikap sopan dan manis Haley hanya dilakukan untuk menipunya saja, dan agar Haley bisa mendapatkan pasangan dan menutup aib masa lalunya.


"Sialan, aku ditipu habis-habisan, bisa-bisanya aku tertipu oleh wanita seperti ini!"


Luke segera menghapus semua foto Haley yang ada di dalam ponselnya.


Kelihatan sekali Luke benar-benar hanya menyukai rupa Haley, sekarang setelah tahu masa lalu Haley, dia menjadi jijik kepadanya.


"Lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk membalas mu!" ketusnya segera menghubungi Haley.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Haley yang berada dalam markas bersama Sazu melihat ponselnya berdering, dan saat ia melihat jika Luke tengah menghubungi dirinya entah mengapa membuat wajah Haley tersenyum.


Tanpa ia sadari dia senang mendapatkan panggilan itu.


"Ha ... halo Tuan Luke,"


Haley terlihat senyam senyum tidak jelas.


Dia pergi dari sisi Sazu agar Sazu tidak bisa mendengarkan percakapan mereka.


Saat melihat Haley pergi dari dekatnya entah mengapa membuat Sazu tidak suka, dia juga tidak suka Haley senyam senyum tidak jelas seperti itu.


"Cih, hanya karena mendapatkan telepon dari lelaki itu saja sudah membuat mu kesenangan! menyebalkan!"


Sazu memukul meja membuat Black yang juga ada disana menatap dengan sinis.


"Apa? kau tidak senang melihat ku!"


Sazu yang dalam mood tidak bagus itu malah melempar kekesalannya kepada Black yang menatapnya dengan tatapan sinis tak terbaca.


"Hah ... kau kekanak-kanakan sekali, kalau suka kenapa kau menyuruhnya ikut kencan buta? dasar aneh, perasaan suka sendiri pun tidak disadari!"


Black membuang muka dan cuek seperti biasa.


Dia membuka lemari di dalam markas dan mengambil bantalnya.

__ADS_1


"Hah!"


Dia menghela nafasnya dalam-dalam menatap banyak kesukaan nya.


"Sebelum aku menggantikan Kai, aku harus memperbanyak tidur ... sebelum aku disibukkan oleh banyak pekerjaan!"


Ketusnya segera mengambil posisi wenak, untuk bisa segera tidur.


Dimana sekarang ini Sazu terdiam membeku saat mendengar ucapan Black.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantungnya berdegup kencang sekali, dia melihat pantulan dirinya di dinding yang terbuat dari kaca.


Pipinya memerah sekali dan tangannya entah mengapa bergetar.


"AKU?"


"SUKA PADA AL?"


"WAH ... WAH ... WAH, LELUCON MACAM APA INI?"


geramnya tidak terima dan langsung menyerang Black yang sudah hendak tidur.


"Jangan asal bicara tukang tidur!"


Geramnya menarik banyak kesukaan Black, membuat Black kesal tidak karuan.


"APA? tukang tidur?"


"Jangan asal bicara tukang judi!"


Hal itu sangat mengganggu Haley, dia membuka ruangan dan menutupi ponsel dengan tangannya, agar suaranya tidak terdengar oleh Luke.


"Kalian berisik sekali, bisa diam sebentar? aku sedang melakukan pedekate, tolong jangan diganggu?"


Haley membuat Black dan Sazu terdiam dan mata mereka berkedip-kedip.


Setelah membuat Sazu dan Black diam, Haley kembali menjawab panggilan yang masih berlangsung itu.


Sazu mencengkeram bantal yang ia pegang, wajahnya merah padam, dia semakin kesal ketika mendapati jika Haley sepertinya lebih membela lelaki bernama Luke itu dibandingkan dia.


"Ckckck, inilah alasan kenapa aku awalnya tidak setuju kau menjodohkan Haley, dasar tidak peka!"


Ketus Black menarik bantal kesayangannya, dia kembali tidur sedangkan Sazu dirundung rasa marah dan emosi yang menggebu-gebu.


"Al, kau lebih memilih lelaki itu dibandingkan kami?"


"Kau bahkan menyuruh kami diam, padahal biasanya kau senang jika melihat kami bertengkar, kau akan tertawa dan mengatakan kami sangat lucu jika bertengkar seperti barusan!"


"Al, kau sudah berubah!"


Entah mengapa Sazu berubah menjadi melankolis, dia bangkit dengan kesal.


Membuka pintu ruangan dan bertemu pandang dengan Haley di luar ruangan sedang menggenggam ponselnya di dekat telinga.


"Humm!"

__ADS_1


Sazu membuang mukanya dan menyenggol baju Haley, lalu pergi begitu saja.


"Apa-apaan dia itu? kenapa tiba-tiba marah tidak jelas?"


gerutu Haley geleng-geleng kepala melihat Sazu yang pergi dengan raut wajah yang sangat kesal.


"Halo Nona Haley, apakah aku mengganggu? kau kelihatan sibuk ...." karena panggilan mereka terus terjeda, Luke kedengaran sedikit kecewa.


"Ah, Ti ... tidak Tuan Luke, aku akan datang sesuai dengan undangan mu, sampai jumpa Sabtu depan,"


Haley menyanggupi permintaan Luke.


Ialah seperti biasa, Luke mengajak Haley untuk makan malam romantis.


Akan tetapi kali ini di sebuah restoran di hotel paling mewah di negara itu.


***


Setelah panggilan itu berakhir, Luke tersenyum menyeringai.


"Pasti sejak tadi dia sedang bersama lelaki yang ia layani! dari tadi ada suara lelaki yang berisik, tidak hanya satu!"


"Dasar pelacuur, mencoba menjebak aku agar bisa menikahi wanita seperti mu!"


"Lihat saja nanti!"


Geram Luke sudah memiliki rencana untuk membalas Haley, dia akan membongkar aib Haley dan menjadikan Haley menjadi budak pemuas saja.


Rencana meminang Haley sudah tidak ada di hatinya, yang tersisa hanyalah kebencian dan rasa jijik.


***


Disaat yang bersamaan,


Alice tengah berada di kantor suaminya, dimana Adam sedang ada meeting penting djr yang meeting.


Alice duduk di ruangan pribadi suaminya membawakan makan siang untuk suami.


"Apakah meeting nya masih lama? pasti suami ku sudah lapar ...." Alice tidak sabar menyajikan makanan dengan menu baru yang ia masak untuk suami.


Sejak tadi, dia melihat jam, dan melihat kearah pintu.


"Cklek!"


Benar saja saat matanya tertuju kearah pintu, seseorang sepertinya tengah hendak masuk ke ruangan pribadi suaminya.


Mata Alice segera berbinar-binar, dia berdiri dan tidak sabar lagi melihat ekspresi senang suaminya saat makan.


Sepertinya Alice memiliki hobi baru, yaitu melihat ekspresi senang suaminya ketika melahap makanan yang ia masak.


Itu juga adalah salah satu motivasi Alive semangat memasak setiap harinya.


.


.


.

__ADS_1


.


Like dan komentar kalian adalah semangat author loh, jangan lupa berikan Like dan komentar nya yaa 🤍


__ADS_2