Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Liburan selama satu minggu.


__ADS_3

Episode 90 : Liburan selama satu minggu.


***


Saat lelang usai, Adam telah pergi kembali bersama Kai dan beberapa anggota nya yang lain, dia menyeringai saat melihat Gordon Brown tengah menerima telepon dari seseorang.


Melihat dari ekspresi nya pasti Gordon sudah mendengar dari Galilea jika komunikasi mereka telah putus dari pulau pribadi mereka.


"Kai ...."


"Iya Bos?"


Adam sudah berada di mobil dan dalam perjalanan menuju mansion nya, tidak terasa hari sudah gelap dan dia sudah sangat merindukan istrinya.


Padahal dia bertemu setiap hari akan tetapi rasa rindunya tetap saja begitu besar kepada wanitanya itu.


"Apakah sudah ada informasi terbaru mengenai wanita itu? atau apakah Alice adalah anak kandung dari Gordon?" Adam meminta laporan mengenai misi yang dilakukan personal oleh Kai.


Saat ini Kai tengah duduk di sisinya dan salah seorang anggotanya yang lain sedang mengemudikan mobil.


"Oh iya Bos, karena kita sangat sibuk mempersiapkan segalanya untuk lelang kali ini, aku kelewatan memberikan informasi itu,"


"Dari pemeriksaan DNA yang sudah dikirimkan oleh anggotaku, bisa dipastikan jika Alice bukan anak kandung dari Gordon Brown, akan tetapi informasi wanita itu tidak ditemukan dimanapun, seolah wanita itu tidak pernah ada,"


"Mungkin masih membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk mengetahui identitas wanita itu, bahkan nama aslinya saja sangat sulit untuk ditemukan,"


Kai tidak bercanda, Kai sangat pandai dalam hal menyelidiki sesuatu dan dia tidak pernah gagal akan hal itu, akan tetapi dalam hal ini dia sama sekali belum mendapatkan informasi apapun.


"Hmmm ...."


Adam berpangku tangan, matanya melihat kegelapan yang dilewati oleh mobil.


"Kai ..." Adam memanggil Kai sekali lagi setelah keheningan menenggelamkan mereka sesaat.


"Iya Bos," Kai tetap menjawab dengan sopan dan mendengarkan apa yang hendak dikatakan oleh Bosnya.

__ADS_1


"Bonusmu yang aku sebutkan sudah aku kirimkan ...." Saat Adam mengatakan itu, mata Kai langsung berbinar-binar, senyumannya langsung sangat lebar sampai ia tidak bisa mengendalikan sikap antusiasnya sekarang ini.


Adam masih melihat kearah jalanan dan kemudian melanjutkan ucapannya ....


"Tapi ... Sazu akan libur selama satu minggu dan pasti dia akan melakukan perjudian di casino, bayangkan berapa banyak uang yang akan ia menangkan," Adam menyeringai, dia mulai masuk ke inti utama pembicaraan nya.


Dan benar saja, Kai yang tidak pandai dalam perjudian langsung memicingkan matanya.


"Benar juga, jika dia bisa mengumpulkan uang lebih banyak dalam satu minggu ini, aku tetap tidak bisa pamer," serunya sedikit memikirkan bagaimana caranya agar kali ini, uangnya bisa lebih banyak dari Sazu dan menang sekali saja dalam hidupnya.


Para Mafia ini memang aneh, semuanya karena Sazu yang selalu menghabiskan gaji Kai dan Haley, membuat mereka menggebu-gebu untuk mengalahkan Sazu suatu saat nanti.


Padahal jika ingin cara instan, sebenarnya Kai itu sangat kaya, ayahnya seorang panglima dan keluarga mereka memiliki kekayaan yang begitu berlimpah.


Akan tetapi Kai memilih tetap bersama Adam Duke dan menikmati hidup dengan caranya sendiri.


***


"Aku memiliki penawaran," seru Adam mulai menyeringai.


"Aku akan mengirimkan tambahan bonus untukmu, apalagi kita baru saja menyelesaikan misi besar, bonus sebesar itu tidak akan mempengaruhi ku, akan tetapi ...."


Adam semakin menyeringai.


"Kau harus pulang dan meminta kepada Paman, untuk mencari tahu identitas wanita itu secepatnya,"


Ya, Adam ingin Kai kembali pulang selama liburan satu minggu.


Adam yakin, jika tidak menggunakan kekuasaan ayah Kai, maka identitas wanita itu akan lebih lama ditemukan, walau dengan kemampuan Black sekalipun.


Karena pasti identitas wanita yang mirip dengan istrinya itu telah dilenyapkan dengan sengaja, dan hanya orang-orang di belakang pemerintahan lah yang bisa mengambil identitas yang telah di hancurkan itu.


Sebenarnya jika menunggu sedikit lebih lama, Adam bisa melakukan nya sendiri karena dia juga akan dilantik menjadi DPR akan tetapi Adam memiliki firasat yang aneh tentang ini.


Dia merasa harus mengetahuinya secara cepat.

__ADS_1


Dan cara instan hanyalah meminta bantuan Morgan Regis, ayah Kai.


Juga jika Adam melangkah dengan gegabah karena mencari identitas seseorang yang sepertinya memiliki benang merah dengan seluruh kejadian keluarganya, pasti akan sedikit menggoyahkan rencana Adam yang sudah ia susun sedemikian rupa.


Jadi memang cara paling aman adalah meminta bantuan Morgan Regis.


***


"Bos ... apakah Bos rela mengirimkan aku pulang? Bos mengenal ayahku, dia akan menghabisi ku saat aku pulang, dia mungkin akan menjodohkan aku juga, bagaimana jika aku tidak kembali, apakah persaudaraan kita setipis ini?"


Kai ngambek seperti biasa, dia hanyalah bayi besar yang menganggap Adam sebagai kakak kandungnya.


"Tidak akan, Paman hanya merindukan mu saja, aku yakin itu, lagian hanya satu minggu saja, ambillah waktu ini untuk beristirahat pulang," balas Adam pura-pura tidak tahu apa yang akan dilalui Kai di kampung halamannya.


Ayah Kai adalah seorang panglima, jadi di kediaman mereka, semuanya menjalani hidup bagaikan tentara, begitu disiplin dan memiliki aturan yang ketat.


Apalagi Morgan terkenal begitu sadis dalam didikannya, produknya adalah Kai dan Adam tentunya.


Entah apa yang terjadi dahulu, akan tetapi Adam bisa selamat dan melakukan pembalasan dendam adalah atas bantuan Morgan.


"Beristirahat apanya, Bos tahu apa yang akan terjadi saat aku pulang,"


"Tapi karena ini permintaan Bos aku akan menyanggupi nya, lagian aku memang sudah lama tidak pulang, tapi Bos harus mengingat jasa ku ini seumur hidup!" seru Kai melipat tangan dan mengangkat dagunya.


Dia sudah bisa membayangkan bagaimana ayahnya yang begitu disiplin itu akan menyambutnya.


"Dibagian mana nanti Ayahku akan memberikan tinju ya?" Kai benar-benar sudah bisa menggambarkan bagaimana nanti ayahnya menyambut dirinya.


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf ya guys misterinya bentar lagi terkuak kok, 🥺 Jangan lupa di like 🤍🙏


__ADS_2