
Episode 56 : Adam Duke sangat murka!
***
"Kakak tertua, tenang saja aku pasti baik-baik saja," seru Alice meyakinkan kakak tertuanya.
Lalu setelah itu semuanya menjadi gelap.
Baik Alice maupun Haley, telah dibuat pingsan agar tidak menimbulkan suara.
Alice dibawa pergi oleh perkumpulan Falcon sedangkan Haley tergeletak pingsan di ruangan latihan dengan air mata yang membasahi pipinya.
***
Adam yang sangat sibuk hari ini baru saja selesai melakukan pertemuan dengan vendor, hari sudah malam, dia hendak pulang secepatnya ingin bertemu dengan sang istri yang imut dan menggemaskan, Adam tidak sabar lagi ingin segera memeluk wanitanya itu.
"Bos, kau harus membuka email mu!" Kai terburu-buru lari kearah Adam yang masih duduk di kursi kebesarannya.
"Baru saja ada email masuk ke email mu Bos." Kai terlihat terburu-buru membuat Adam sedikit keheranan, jarang sekali Kai terlihat terburu-buru.
Tetapi sebelum Adam membuka email, ternyata ada pesan bergambar juga masuk kedalam ponsel Adam.
"Tring!"
Adam membuka ponselnya dan matanya melebar, wajahnya menjadi merah dan nafasnya menjadi sangat berat.
"ALICE!" geramnya menggertak dan menggeram.
Rasanya Adam seperti hendak mau gila karena marah, bagaimana tidak, Adam bisa melihat istrinya yang ia rindukan seharian ada di sebuah tempat gelap dengan tubuh terikat.
Nafasnya yang terengah-engah dan tubuhnya yang tiba-tiba bergetar.
"Brak!"
Adam memukul meja sampai meja kaca itu retak, sekuat itulah tenaga yang ia gunakan sekarang ini karena emosi nya yang meledak-ledak.
"KAI!"
Adam bangkit, sembari mencengkeram tangannya kuat, lalu matanya yang tajam itu menatap lurus.
"Iya Bos?" seru Kai hanya bisa tenang melihat kengerian Bosnya saat sedang marah.
"Kau ingin misi kan? aku akan memberikan misi untukmu, habisi semua yang berhubungan dengan penculik Alice hari ini, jangan sampai tertinggal!"
"Buat mereka menangis darah sampai meminta ampun, aku akan pergi menyelamatkan Alice!" perintah Adam tentu membuat Kai senang.
Adam Duke tahu jika lokasi pemimpin geng yang menculik Alice pasti berbeda dengan tempat Alice dikurung.
Cara klise seperti ini sangat mudah dibaca dan ditebak, dan ketua geng Falcon sepertinya salah mencari lawan.
Falcon salah cara, seharusnya saat dahulu Adam mengampuni nyawa mereka dari sengketa lahan mereka harus tetap diam, tetapi dia malah mencari kuburannya sendiri.
__ADS_1
Apalagi Falcon dengan gegabah menculik seseorang yang bernilai lebih dari apapun bagi Adam Duke.
Adam Duke sudah bersumpah tidak akan kehilangan apapun.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Adam menghubungi Black yang sedang mempersiapkan dirinya untuk menuju lokasi misi.
"Halo Bos? ada apa?" seru Black penasaran mengapa Bosnya menghubungi dirinya.
"Buka email ku lalu lacak alamat IP nya dalam waktu lima menit, kirimkan ke Kai segera!" perintah Adam kepada Black.
"Baik Bos," seru Black segera membuka komputer canggihnya, membuka email Bosnya dan melacak lokasi pesan dan siapa yang mengirim pesan itu agar segera ia kirimkan ke Kai.
Sedangkan Adam langsung mengendarai mobilnya, dia menyalakan salah satu ponselnya yang lain.
'Untung saja Sazu meletakkan sebuah chip kecil di tangan Alice sebelumnya' benak Adam langsung menyalakan dan mengaktifkan ponsel pintar yang di rancang oleh Black.
Ponsel pintar yang mengetahui seluruh lokasi anggota mereka termasuk Alice.
Dimana chip kecil itu merupakan penemu Sazu dan Black, jadi jika ada sesuatu terjadi antara rekan mereka, mereka bisa menemukan lokasi tanpa harus menunggu lebih lama.
Sazu memang memiliki intuisi yang sangat jeli, dia yakin akan terjadi sesuatu seperti ini jadi dia sudah mempersiapkan segalanya sejak awal.
***
Adam menempelkan ponsel nya di depan, lalu melihat titik dimana Alice tengah berada sekarang.
"Berani menyentuh istriku, artinya kematian akan menimpamu!" geramnya benar-benar marah sekali.
***
Disaat yang bersamaan,
Alice akhirnya membuka matanya, tetapi yang ia lihat di sekitarnya hanyalah kegelapan semata.
Ada hal yang sangat ditakuti oleh Alice ialah gelap dan sendirian di satu ruangan, itu seperti dia telah kembali ke kehidupan lamanya.
Jika dia berada di ruangan gelap, maka dia pasti mendengar bisikan-bisikan kengerian yang selalu menyuruh nya mati.
Mengatakan jika dia tidak pantas hidup.
"Dasar terkutuk!"
"Jika kau tidak lahir, tidak akan ada yang mati!"
"Jika kau tidak lahir, tidak akan ada yang menderita,"
"Tidak seharusnya kau hidup!"
Bisikan itu muncul lagi, kegelapan itu datang lagi ke dekatnya dan hendak menyentuhnya lagi.
__ADS_1
Alice menggeleng-gelengkan kepalanya, dia berteriak dan menangis.
"Tidak? aku pantas dilahirkan! aku tidak terkutuk! aku pantas hidup, berhenti berbicara di telinga ku?" Alice berteriak ke gelap yang tak berujung.
Entah dimana dia sekarang ini akan tetapi dia ketakutan sekali.
"Tuan Adam!"
"Tuan Adam mengatakan kepadaku, dia mengatakan kepadaku jika aku pantas hidup, jika aku sepesial, aku .... aku tidak terkutuk!" Alice terisak, entah kenapa tubuhnya semakin lemas, ada sesuatu yang terbakar di tubuhnya.
Sepertinya ada zat yang disuntikkan kedalam tubuhnya saat ia pingsan.
"Tak!"
Lampu kemudian menyala, lampunya remang-remang.
Saat Alice merasakan tubuhnya menjadi sedikit panas, dia melihat ke hadapannya ada Luke yang berpura-pura menjadi profesor Alan disana.
"Kenapa kau berteriak sayang? ada aku disini!" serunya menyeringai.
Luke sengaja memulangkan semua anggotanya untuk bisa menghabiskan malam dengan Alice.
Luke hendak memperk0sa Alice malam ini, dimana dia sudah menyuntikkan obat perangsang di tubuh Alice agar Alice terlihat menikmati nya.
Luke memang sudah tertarik kepada Alice sejak pertama bertemu.
Kecantikan Alice benar-benar berbeda dengan wanita yang dijumpai selama ini, Alice benar-benar terlalu cantik dan menggoda.
***
"Apa yang kau lakukan pada tubuhku, dasar bajingan! lepaskan aku! dasar orang jahat!" Alice mencoba meronta akan tetapi kekuatan nya menjadi sangat lemah.
Dia tidak bisa meronta, bahkan saat tali di tubuhnya dilepaskan pun, Alice tidak bisa bergerak karena obat perangsang kuat yang menguasai tubuhnya itu.
"Oh Alice sayang, kau kalau sedang marah malah kelihatan sangat menggairahkan kau tahu?"
"Aku menginginkanmu sejak kita pertama bertemu, aku ingin merasakan tubuhmu!" bisik Luke sudah melepaskan kemejanya sendiri.
Dia datang mendekat kearah Alice yang terkulai lemas dan serasa terbakar.
"Jangan mendekat, jangan berani menyentuh ku!" geram Alice sekuat yang ia bisa.
Akan tetapi Luke tetap saja mendekat dan sekarang sudah ada di atas tubuhnya hendak melepaskan seluruh pakaiannya.
"Wah, kau cantik sekali, aku semakin ingin merasakan kenikmatan tubuhmu, pasti sangat memuaskan!" bisik Luke hendak membuka baju Alice.
Tetapi Alice yang tidak ingin dinodai oleh Luke segera menggigit tangannya sendiri sampai berdarah agar dia bisa sadar dan memberikan perlawanan.
Setelah ia menggigit tangan, Alice menendang Luke dan hendak kabur merangkak.
"Ahhh ... dasar wanita tidak bisa diatur, sejak kapan kau berubah menjadi bar bar!" teriak Luke menarik kaki Alice dan mendorongnya sampai terjerembab.
__ADS_1