Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Tolong buat Bos bahagia.


__ADS_3

Episode 159 : Tolong buat Bos bahagia.


***


Mata Alice segera berbinar-binar, dia berdiri dan tidak sabar lagi melihat ekspresi senang suaminya saat makan.


Sepertinya Alice memiliki hobi baru, yaitu melihat ekspresi senang suaminya ketika melahap makanan yang ia masak.


Itu juga adalah salah satu motivasi Alive semangat memasak setiap harinya.


Akan tetapi saat ia melihat orang yang masuk kedalam ruangan, ada ekspresi kekecewaan di wajah Alice.


Namun ia tetap tersenyum menyambut orang itu.


"Nyonya Alice ...."


Kai adalah orang yang memasuki ruangan itu, dia tengah membawakan sesuatu dibelakang nya, sebab Kai menyembunyikan tangannya di belakang tubuhnya.


"Tu ... Tuan Kai, apa kabar?"


Alice menunduk sopan, mencoba menanyakan kabar dari saudara suaminya ini.


Kai yang dengan pipi merah, dan ekspresi malu malu, dia memalingkan wajahnya.


Bagaimana pun, Kai sebenarnya sudah sayang kepada Alice sebagai adik, akan tetapi dia masih terlalu malu untuk mengakuinya.


Kai seperti seorang adik yang sangat cemburu ketika kakak yang sangat ia sayangi menikah dan mencintai orang lain.


"A ... aku baik-baik saja!"


Kai menawan dengan spontan dan singkat.


Mematahkan percakapan antara dirinya dan Alice.


Setelah itu sudah sekitar beberapa menit Kai berisi dan malu sendiri, begitu juga dengan Alice tidak tahu apa yang ia harus katakan lagi.


"Hehe ... ada apa Tuan Kai? apakah anda mau mengambil sesuatu di ruangan ini?"


Alice membuka percakapan lagi, dia sekarang sudah duduk karena pegal.


"Ehem ..."


Kai yang masih gugup dan malu berdehem tidak jelas.


Lalu ia menyodorkan sebuah buku kepada Alice.


"Sebelumnya aku tidak menyelemati mu atas kehamilan pertama mu, itu karena aku sangat sibuk ..."


"Terimalah kado dariku, Bos mengatakan kau suka memasak akhir-akhir ini, jadi aku memilihkan buku panduan memasak yang mudah dipahami,"


Kai sebenarnya sudah galau beberapa minggu belakangan, hendak mempersiapkan kado apa untuk Alice yang tengah hamil.


Dan untung saja, Adam sering membanggakan masakan Alice di hadapannya, jadi Kai tahu jika Alice tangah suka memasak.


Saat melihat ketulusan Kai dan bagaimana Kai memberikan hadiah atas kehamilannya, membuat Alice terharu sekali.

__ADS_1


Dia menerima buku itu dan melihat dengan mata bulat menggemaskan itu.


"Terimakasih Tuan Kai, aku sangat senang dengan hadiah ini, sungguh ...."


Alice bersungguh-sungguh, dia bisa merasakan ketulusan hati Kai.


Pipi Kai memerah lagi, dia bahagia sekali ketika mendapati jika Alice suka dengan hadiah yang ia berikan.


Kai kemudian tersenyum lembut.


"Jangan panggil aku Tuan lagi, panggil Kai saja ...."


"Sebenarnya setelah kau melahirkan aku akan pergi dari sisi Bos ...."


"Aku sudah menganggap Bos sebagai saudaraku, dan aku sangat menyayanginya, tetapi aku harus menjaga ayahku yang sudah tua,"


"Aku kesini hanya ingin mengatakan kepadamu secara langsung, mungkin di waktu lain aku tidak akan sempat mengatakannya, jadi mumpung kau disini akan aku katakan dengan jelas ...."


Kai langsung menunduk hormat, seperti mengatakan permohonan dengan sangat tulus.


Lalu ia melanjutkan ucapannya.


"Aku mohon jaga Bos saat aku sudah pergi, aku menganggap nya sebagai saudara laki-laki ku dan sebagai panutan ku, hati Bos itu sebenarnya lembut dan rapuh, jadi aku mohon jaga Bos untukku ...."


"Walau aku tahu kau akan melakukan nya, tetapi aku ingin Bos bahagia sampai selamanya, aku tidak ingin Bos bersedih lagi seperti kali pertama kami bertemu,"


Kai menundukkan kepalanya, dia sedih harus berpisah dari Bosnya, dan seluruh saudaranya, tetapi dia juga sayang kepada ayahnya dan sudah berjanji akan pulang saat Adam sudah berhasil dengan misinya.


Saat mendengar permohonan Kai, entah mengapa Alice menitikkan air mata.


Ternyata hal itu karena Kai sangat menyayangi Adam dan mengerti luka hatinya, Kai tidak ingin Adam salah pilih pasangan dan akan melukainya lagi.


Alice yang mudah sekali terharu berdiri dan menundukkan tubuhnya di hadapan Kai yang masih menunduk.


Jadi keduanya saling menunduk sekarang.


"Kai ... aku pasti akan menjaga suamiku, aku sudah berjanji kepada suamiku, dan diriku sendiri jika aku akan menjadi istri yang terbaik untuknya ..."


"Terimakasih Kai, karena sudah berada di sisi suamiku disaat titik terendah hidupnya dahulu ... terimakasih karena sudah tulus menjaga suamiku ... sekarang aku yang akan menjaganya, kau sudah bisa melakukan tanggung jawab mu sebagai anak tanpa khawatir lagi ...."


"Aku berjanji akan membuat suamiku bahagia seumur hidupnya,"


Alice berjanji kepada Kai.


Agar Kai bisa tenang pulang kampung nantinya, agar Kai bisa menjalani hidupnya dengan damai dan tenang dan tidak selalu khawatir mengenai Adam.


***


Setelah kesepakatan dan janji antara Kai telah terikrar, akhirnya Adam selesai melakukan meeting.


Kai juga sudah kembali ke ruangannya dan Alice sudah menghapus air matanya.


Dia tidak ingin suaminya nanti khawatir kepadanya.


"Cklek!"

__ADS_1


Saat Adam membuka pintu ruangan pribadi nya, dia disambut oleh senyuman manis istri yang sudah menunggu.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Adam berdegup kencang sekali, dia sepertinya jatuh cinta lebih dalam setiap harinya kepada istrinya.


Adam berlari kearah Alice dan mendekapnya erat sekali.


"Sayang ... apakah kau datang kesini untuk memberikan aku kejutan?"


"Kau tahu saja aku sangat merindukanmu!"


ketus Adam memejamkan matanya.


Alice menghela nafasnya, walau dia heran mengapa Adam merindukan nya setiap waktu padahal mereka selalu bertemu, jauh di dalam hatinya, dia bahagia karena begitu dicintai oleh lelaki ini.


Alice mengusap pundak suaminya.


"Aku juga merindukan mu sayang ... kau pasti lapar kan? aku menyiapkan mu makanan loh ..."


"Hmmm ... aku lapar sekali, aku ingin makan makanan yang istriku buat, tolong suapi aku!"


Adam yang super super manja ini bersandar di bahu istri.


Jika saja salah satu karyawannya melihat betapa manja lelaki ini mungkin mereka akan syok berat.


***


Di sisi yang lain,


Sazu yang masih kesal sekali entah mengapa pergi ke casino, dia entah mengapa semakin tidak suka melihat kedekatan antara Haley dan Luke.


Rasanya Haley semakin jauh darinya.


"Kenapa aku sedih sekali sih? aku merasa sesak jika suatu hari nanti dia akan lebih berfokus ke kehidupan pribadinya jika dia sudah menikah!"


"Ada apa denganku?"


Dia berteriak sembari menyetir, seperti ucapan Black, Sazu sepertinya tidak menyadari perasaannya sejak lama.


Bagaimana sebenarnya Sazu sangat menyenangi Haley, dan rasa sayangnya sebenarnya bukan hanya sebatas saudara se-perkumpulan.


Mengapa Sazu sangat ingin Haley bahagia dari yang lain karena sebenarnya Sazu memilki perasaan yang dalam kepada Haley.


Namun Sazu menyalahartikan itu sama seperti rasa sayangnya kepada anggota lain.


.


.


.


.


Like dan komentar kalian adalah semangat author loh, jangan lupa berikan Like dan komentar nya yaa 🤍

__ADS_1


__ADS_2