
Episode 70 : Alice dan Kai.
***
"Tuan, maaf mengganggu anda tetapi ada kiriman dari Tuan Alfred Wallace untuk anda," kepala pelayan di rumah Baron Brown datang ke ruangan Tuan nya hendak memberitahu jika ada kiriman dari Alfred Wallace.
Alfred Wallace adalah CEO perusahaan Sky, perusahaan yang mengelola casino dan tempat hiburan malam terbesar.
Esok hari antara keluarga Brown dan perusahaan Sky akan mengadakan pertemuan berupa lelang barang-barang antik sebagai simbol untuk kerjasama yang akan mereka lakukan kedepannya.
Dan Alfred sudah terlebih dahulu mengirimkan lukisan antik bernilai fantastis kepada Baron Brown sebagai tanda pengenal awal kerja sama mereka.
Perusahaan Brown yang sekarang CEO nya adalah Gordon Brown, akan tetapi seluruh keuangan diurus oleh Baron, dimana semua keputusan penting nan krusial juga dia lah yang memutuskan.
Olehkarena itulah mengapa Alfred Wallace lebih ingin dekat dengan Baron Brown, karena Baron adalah pemegang kekuasaan tertinggi di keluarga nya.
Seluruhnya berada dibawah kaki Baron.
Dan juga perusahaan Sky membutuhkan perusahaan Brown untuk mendapatkan dukungan berupa keamanan dan bahwa seluruh tempat hiburan dan casino yang akan mereka bangun tidak akan mendapatkan masalah.
Tentu, perusahaan Sky tengah mengadakan proyek besar-besaran bersama perusahaan Brown, dimana perusahaan Brown akan menginvestasikan dana ke perusahaan Sky untuk membangun casino dan tempat hiburan malam di pusat kota.
Dan untuk menarik simpatik publik, diadakan lah lelang yang hasilnya akan disumbangkan ke panti sosial.
"Hmmm, pandai juga dia memilihkan hadiah untukku," Baron Brown kelihatannya senang dengan hadiah yang ia terima.
Bagaimana tidak, hadiah yang diberikan Alfred adalah lukisan yang hanya ada satu di dunia, sangat langka dan harganya pasti begitu fantastis.
***
Di sisi yang berbeda, Alice untuk pertama kalinya dibawa ke perusahaan Adam.
Adam telah menghubungi Haley, jika saat Alice telah melakukan pertemuan dengan Rose maka Alice dibawa ke perusahaan nya saja.
Adam sudah sangat merindukan isterinya, sebelum makan malam indah yang ia persiapkan, Adam ingin menunjukkan perusahaan nya kepada Alice.
"Wuaaa ...."
__ADS_1
Mata bulat Alice berbinar-binar setelah melihat jika mereka sudah turun di lobby sebuah menara tinggi dan super mewah.
Matanya tak bisa berbohong, dan bahasa tubuhnya tidak bisa tidak menunjukkan kekaguman.
Haley yang ada di sisinya tersenyum dengan bangga, "Adik, apakah kau kagum? apakah kau terkejut?" Haley bertanya kepada adiknya Alice yang masih melebarkan mata melihat segala pemandangan baru yang baru pertama kali ia lihat.
"Humm ... ini sangat menakjubkan, kita mau kemana Kak? ini tempat apa? kenapa besar sekali?" dengan bersemangat dan seperti anak kecil, Alice dengan mata yang berbinar menggenggam tangan Haley yang kuat karena terlalu bersemangat.
Alice selalu saja bersemangat jika menemukan hal baru.
"Adik, apakah kau tahu ini semua milik Bos Adam, ini milik suamimu, kita sedang ada di perusahaan Bos," seru Haley mengangkat bahunya.
Haley memang sangat bangga dengan Bosnya, membanggakan kekayaan Bos sendiri, menurutnya tidaklah masalah.
"Nona Haley, selamat datang di perusahaan Duke's," supervisor yang menangani lantai lobby perusahaan langsung dengan sigap menyambut saudara Bos mereka yaitu Haley.
Jika anggota mafia Adam Duke datang ke perusahaan maka akan diperlakukan seperti ini oleh karyawan Adam Duke, karena Adam mengatakan jika mereka adalah saudaranya jadi harus diperlakukan spesial.
"Tidak usah terlalu formal, ha ha ha!" Haley mencoba ramah kepada karyawan bosnya, apalagi Haley tidak akan lama di perusahaan ini, dia hanya ingin mengantarkan Alice dengan selamat lalu setelah itu langsung pulang.
"Antar dia dengan selamat, aku harus kembali dan memberikan laporan kepada Bos Black," Haley sudah melihat Kai dan menitipkan Alice kepadanya.
"Adik, kakak mu ini pergi dulu ya, nikmati lah waktumu bersama Bos," Haley meminta ijin kepada Alice dimana Alice segera mengangguk dan tersenyum lembut.
"Baiklah Kakak, untuk hari ini terimakasih sudah menemani aku ya ...." Alice melambaikan tangannya.
Kai yang melihat betapa akrab Haley yang sebenarnya sangat cuek dan ketus kepada orang lain, hanya bisa menatap dengan curiga.
Kai ingin tahu apa yang ada pada diri Alice, sehingga seluruh saudaranya, Sazu, Haley dan Bosnya, Adam Duke begitu menyayangi Alice.
***
"Ikuti aku ..." ketus Kai masih mencoba sedikit ketus kepada Alice, seperti hendak mendapatkan apa respon yang akan diberikan oleh Alice kepadanya.
Lalu saat mendengar itu, dengan tangan di depan dan terlihat begitu gugup karena banyak orang menghormat kepada mereka, Alice berjalan menunduk, begitu lucu dan lugu seperti anak kecil di kerumunan.
"Baik Tuan ...." Alice mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
Lalu mengikuti Kai yang masih sangat menjaga jarak dengan Alice, seolah Kai cemburu karena Alice, Bosnya sekarang lebih perhatian kepada Alice.
Kai terlihat seperti seorang adik yang tidak rela kakaknya menikah karena perhatian kakaknya akan langsung teralihkan.
Alice termenung di depan lift perusahaan, matanya berkedip-kedip, mengapa Kai masuk kedalam box kecil itu.
"Apa yang kau lakukan Nyonya Alice yang terhormat, apakah anda mau menghabiskan waktu saya lebih banyak? cepat masuk, Bos sudah menunggu," masih dengan ekspresi kesal dan kecemburuan yang maksimal, Kai berbicara dengan nada sedikit menekan kepada Alice.
Alice yang terkejut saat mendengar itu, dengan sangat hati-hati dan mata yang melebar, dia memasuki Box kecil dimana di dindingnya ada tombol-tombol kecil.
Saat Kai menekan lantai dimana ruangan pribadi Bosnya, Alice terlihat semakin melebarkan matanya dan ia tertegun melihat jika ada tombol di dinding box ruangan ini.
Akan tetapi saat Kai menoleh kearah Alice yang sangat tertegun ketika melihat Kai menekan tombol, Alice langsung tertunduk dan mundur satu langkah ke belakang.
"Polosnya, dia kelihatan sangat terkejut melihat tombol bersinar ini!" Kai yang notabene nya sebenarnya sangat menyayangi dan menyukai anak kecil entah mengapa tanpa sadar benaknya malah gemas sekali terhadap sikap Alice.
Akan tetapi Kai segera menggelengkan kepalanya.
"Apa-apaan, aku baru saja terkena sihir wanita ini, aku akan menyelidiki semua tentang mu, lihat saja, sihir apa yang kau gunakan sehingga semua saudaraku menyayangimu!"
Dengan semangat juang tinggi, Kai membuat pagar di hatinya, dia ingin mencari tahu sebenarnya apa yang dilakukan oleh Alice sehingga semua yang mengenal nya walah masih baru kenal langsung menyayangi Alice.
"Ting!"
Akhirnya Kai dan Alice sampai di lantai dimana ruangan Adam Duke berada.
Dan Alice tidak bisa lebih syok dari ini sebelumnya, bagaimana mungkin box ruangan yang tadi ia masuki sekarang berada di tempat yang sangat berbeda.
"Sangat ajaib!" seru Alice dengan nafas yang bersemangat dan berbinar-binar.
.
.
.
.
__ADS_1