
Episode 118 : Misi setiap anggota.
***
"Kenapa Adam tidak datang, tidak biasanya dia tidak hadir dalam pertemuan seperti ini," Baron sedikit kebingungan, dia mencoba mencari keberadaan Adam dalam pertemuan ini.
Baron seperti terhipnotis dengan Adam selama di perkumpulan nya, selama kaca mata nya melihat, dia benar-benar mirip sekali lelaki itu.
Bahkan Baron sedikit iri dengan jiwa mudanya, jika saja putranya memiliki kehebatan seperempat saja seperti Adam, maka dia pasti sudah menjadi lelaki paling bahagia di dunia.
Tetapi bukan Baron namanya jika tidak menggunakan rencana dalam setiap tindakannya.
Jika putranya tak bisa melanjutkan kebijakan dan kehebatannya, maka dia akan menjadikannya Adam menjadi kaki tangan putranya, sehingga yang bekerja kelak di belakang layar adalah Adam Duke.
***
Di sisi yang lain, dalam keadaan berantakan Adam memanggil seluruh anak buahnya, yaitu Kai, Black dan Yuza.
Sedangkan Haley bertugas memberikan pengobatan pertama untuk Alice karena sepertinya Alice hanya merasakan syok dan tengah bermimpi buruk.
Saat ketiga anggota intinya menghadap malam itu juga, termasuk Sazu yang langsung dengan segera pergi dari casino.
Mereka semua langsung tahu ada yang tidak beres, dari aura bosnya yang mematikan dan bagaimana penampilan Bosnya acak-acakan.
Kemejanya tidak rapih dan di tangannya ada balutan perban tak terlalu simetris.
Kelihatan sekali Adam tidak memperhatikan lukanya dan membalutnya dengan sembarangan.
"Bos ..." Kai dengan wajah sendu, dia belum menjelaskan keadaan kepada Black dan Sazu karena waktunya tidak memadai.
Adam menghela nafasnya dalam-dalam, lalu matanya yang tajam, bola matanya yang hitam dan aura kepemimpinannya membuat setiap orang yang melihatnya akan langsung segan.
__ADS_1
"Kai ... ledakkan markas kita yang ada di wilayah pelosok sekarang, sebagai pengalihan isu ... aku tidak menghadiri pertemuan dengan keluarga Brown, jadi kita harus memiliki alasan kuat ...." perintah Adam pada Kai untuk misi yang akan dilakukan sekarang juga.
Kai langsung berdiri tegap dan dengan segala semangat yang ia tujukan untuk mendukung Bosnya apapun yang terjadi menjawab Bosnya dengan yakin.
"Baik Bos, akan saya lakukan segera," seru Kai langsung berlalu sejenak untuk menghubungi para anak buahnya untuk meledakkan markas mereka sendiri.
Tetapi harus dilakukan seperti sebuah kecelakaan dan tak boleh ada media yang meliputi, di sisi lain tidak boleh ada korban juga.
"Black ..."
Sekarang giliran Black yang akan mendapatkan misi yang berikutnya.
Walau ia tadi masih sedikit mengantuk, akan tetapi ketika melihat dan merasakan aura bosnya, rasa kantuknya segera hilang begitu saja.
"Iya Bos,"
"Minggu depan, kita akan melakukan misi bersama, kita akan melenyapkan para pendukung Brown sebelum misi utama,"
"Kita harus melumpuhkan Baron secara perlahan,"
"Siap Bos, aku akan melakukan yang terbaik," seru Black langsung bersemangat sekali.
Jika Adam sudah turun tangan secara langsung kedalam misi lapangan, berarti misi itu adalah misi kelas X yang merupakan misi penting yang tak boleh memiliki sedikitpun celah dan kesalahan.
"Dan untuk Sazu ... persiapkan dua jenis senjata untuk kami, salah satu yang membuat orang lumpuh tapi tidak mati, tetapi salah satunya lagi yang memiliki daya ledak kecil namun membunuh dengan sekejap!"
Perintah Adam kepada Sazu.
Seluruh anggotanya sudah mendapatkan misi masing-masing.
***
__ADS_1
"Bos ... aku sudah memerintahkan anggotanya ku untuk melakukan seperti yang kau inginkan,"
"Bagus ... untuk misi mu selanjutnya, kumpulkan seluruh pejabat pemerintah kuat yang tidak mendukung Baron Brown dan seluruh keluarganya,"
"Tawarkan segalanya dan bawa nama ayahku, ayahku terkenal di kalangan mereka, aku harap kau bisa mengumpulkan seluruh yang tersisa selama satu minggu ini sebelum aku dan Black pergi melakukan misi!"
Adam memberikan harapan besar kepada Kai.
Ini adalah misi paling sulit yang harus segera dilakukan dalam jangka waktu yang cukup singkat.
Akan tetapi Adam yakin Kai dapat melakukannya, karena Kai juga bukan orang yang sembarangan.
Saat mendengar itu, degan semangat berapi-api Kai berdiri tepat di hadapan Adam.
"BAIK BOS! AKAN KU LAKUKAN YANG TERBAIK!" teriak nya entah kenapa langsung menitikkan air mata.
Dia sangat senang sampai menangis, dia senang sekali karena fakta yang ia bawa tidak membuat Bosnya menjadi monster berhati dingin akan tetapi tetap berwibawa dan bijak.
Seperti Bos yang memang selama ini ia kagumi sampai ingin ia ikuti.
"Ada apa dengan mu? cengeng sekali ... apakah kau dihabisi oleh Paman di rumahmu?" Sazu geleng-geleng.
Dia juga sudah berdiri dan hendak berlalu untuk segera melaksanakan misinya.
"Atau apakah kau kurang tidur? ckckck!" Black juga berlalu pergi sembari menepuk bahu Kai yang masih terisak.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa di like semuanya.. terimakasih 🤍🙏