Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Kencan Adam dan Alice (II)


__ADS_3

Episode 101 : Kencan Adam dan Alice (II)


***


Sedangkan Adam, karena tidak pernah di pandang dengan tatapan sinis dan diusir hendak memberikan peringatan kepada sang pelayan namun Alice menghentikan suaminya dengan menggenggam tangannya.


Alice tersenyum kearah suaminya dan memegangi perutnya.


“Aku lapar ….” Seru Alice begitu menggemaskan.


“Deg … Deg … Deg!”


‘Sial! kau beruntung pelayan, karena istriku sangat sangat menggemaskan, aku akan melepaskan mu kali ini!’ geram Adam dalam hatinya mengumpat menatap tajam kearah pelayan yang menunggu mereka sejak tadi.


Membuat pelayan itu entah mengapa segera merinding dan ketakutan saat melihat mata tajam lelaki super tampan yang ada di hadapannya ini.


“Glek!”


Pelayan itu menelan salivanya, saat ia perhatikan lagi, pelanggan yang ada di hadapannya ini memiliki rupa yang begitu luar biasa tampan.


Bukan hanya lelaki itu yang terlihat terlalu tampan tetapi wanita yang ada di sisinya juga sangat cantik dan imut, keduanya bahkan lebih rupawan dari aktris dan aktor paling rupawan yang ia tahu.

__ADS_1


Mulutnya sampai mengaga dan matanya berkedip-kedip.


“Kedua orang ini sebenarnya siapa? Kenapa tampan dan cantik sekali? Dunia ini tidak adil!’ seru pelayan itu dalam dirinya.


Namun ia harus segera melakukan pekerjaannya, dia menerima pesanan dari Adam Duke.


Jika saja dia tahu jika yang ada di hadapannya adalah Adam Duke pengusaha paling misterius dan paling di idolakan maka mungkin pelayan itu akan membeku berdiri.


***


Adam menahan amarahnya demi membahagiakan istrinya dalam kencan ini, Adam memesan makanan yang dulu sering ia makan dengan adik perempuannya saat kecil.


Makanan sederhana yang sudah jarang ia makan karena akan mengingatkannya dengan adik kecilnya, Aleya.


Dimana Alice masih penasaran, mengapa banyak diantara orang yang lewat di hadapan mereka memakai seragam yang serempak.


“Adam … sebenarnya mereka itu memang kompak memakai pakaian atau apa? kenapa banyak sekali yang berpakaian sama sejak tadi, ada yang bersama temannya, ada juga yang sendirian?”


Akhirnya Alice bertanya pada suaminya mengenai para orang-orang yang berlalu lalang di hadapan mereka yang memakai seragam bermacam-macam.


Adam mengikuti pandangan istrinya yang sekarang sedang menatap anak SMA yang sepertinya baru pulang sekolah dan jalan-jalan bersama teman-temannya menikmati masa muda.

__ADS_1


Adam tersenyum lalu mengusap rambut istrinya.


“Mereka itu anak SMA, mereka baru pulang sekolah dan hendak makan siang bersama teman-temannya, yang memakai baju formal itu …” Adam menunjuk beberapa orang yang juga lewat di depan tempat makan mereka.


“Mereka adalah pekerja kantoran yang juga mampir untuk makan siang atau membeli sesuatu, kalau yang itu sepertinya anak SMP, disini ramai sekali kan? Ternyata siang disini menyenangkan juga ….”


Adam berbicara begitu ringan, dia juga senang melihat pemandangan ramai yang jarang ia lihat.


“Waahhh, jadi sekolah itu begitu ya, enak ya mereka bisa pulang skeolah dan bermain-main dengan teman-temannya,” Alice dengan wajahnya yang begitu polos dan tulus tanpa sadar menunjukkan ekspresi iri.


Adam yang sejak tadi berbicara spontan langsung sadar jika istrinya sama sekali belum pernah merasakan perasaan itu semua, perasaan saat berada di sekolah, memakai seragam dan jalan-jalan sepulang sekolah bersama teman-temannya.


“Sayang ….” Adam langsung memiliki ide di kepalanya.


“Hmmm? Alice menoleh kearah suaminya yang sudah sangat bersemangat hendak mengatakan sesuatu.


“Kau tahu, aku ini memang sangat hebat, aku bisa melakukan apa saja, sebentar ya setelah kita selesai makan siang, aku akan membawamu ke tempat yang tidak akan pernah kau lupakan seumur hidup,” serunya bersemangat.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2