
Episode 69 : Apakah kau tidak tahu siapa aku?
***
Alice tersenyum, dia menantang Rose secara terang-terangan.
Tidak seperti yang diduga oleh Alice, ternyata menghadapi Rose tidak sesulit itu, bahkan sekarang Alice tidak tertekan atau takut sama sekali.
Mungkin karena saat lalu dia sudah menghadapi pertarungan face to face dengan mafia menakutkan secara langsung, Alice tidak mengerti akan tetapi Rose terlihat seperti lawan yang sangat mudah baginya.
"Rose ...."
"Apakah kau tidak tahu?"
"Aku bukan lagi adik kecilmu, ah aku salah sebut, aku bukan lagi mainan emosional mu!"
"Aku ini Adriella Alice, istri dari seorang ketua mafia, istri dari seseorang yang paling menakutkan!"
Alice menyeringai, matanya terlihat mengejek dan sekarang dia melipat tangannya.
"Apa yang membuatmu percaya jika seseorang seperti mu bisa menggertak aku?"
"Rose, aku datang kesini sebenarnya bukan untuk memenuhi undangan mu saja, akan tetapi aku akan memberikan peringatan kepadamu!"
"Aku .... ingat segala sesuatu yang kau lakukan kepadaku, setiap detail setiap hal yang kau lakukan dan katakan yang menyiksaku!"
"Aku ingat semuanya!"
"Setiap kesakitan dan setiap luka aku akan balas seratus kali lipat, itu adalah peringatan ku!"
"Jangan harap hidupmu bisa tenang setelah ini, aku akan datang sebentar lagi, saat suamiku selesai dengan urusannya, aku akan melakukan pembalasan ku sendiri, dan semua akan aku mulai darimu!"
"ROSE!"
Alice membisik, dia menyeringai dan matanya sangat tajam.
Hal itu membuat Rose gemetaran ketakutan, sampai menitikkan air mata, dia tidak tahu akan tetapi Alice terlihat seperti monster kecil, monster yang telah bangun karena mendapatkan ketidakadilan selama hidupnya.
Entah hal mengerikan apa yang selama ini dilakukan Rose kepada Alice, akan tetapi semuanya jelas diingatan Alice, setiap rasa sakit itu masih membekas begitu jelas.
Tubuh Rose gemetaran, Rose tidak bisa membela dirinya dan bahkan tidak berani menjawab dengan mulutnya.
Yang ia ketahui hanyalah saat Alice dengan wajahnya yang begitu cantik namun terlihat dingin, menatapnya seperti hendak melahapnya hidup-hidup lalu pergi begitu saja.
"Brak!"
Haley yang sejak tadi ada di sisi Alice memukul meja.
"Dan satu lagi, jangan panggil Alice sebagai adik kecilmu, dia adik kecilku sialan!"
"Jika kau memanggil nya adik kecil lagi, aku akan memotong lidahmu!" teriak Haley mengikuti Alice yang sudah terlebih dahulu melangkah pergi.
***
Air mata Rose mengalir begitu saja, dia gemetaran dan dia pucat pasi.
__ADS_1
"Apa-apaan itu? mengapa Alice terlihat sangat menakutkan?"
"Apakah selama ini dia berpura-pura lemah?"
"Tidak mungkin orang bisa berubah secepat itu!"
"Aku harus mengadu kepada Ayah, aku tidak terima diinjak-injak seperti yang ini!"
Rose menangis tersedu-sedu dan ketakutan.
Dia tidak mengerti mengapa, akan tetapi Alice seperti bukan Alice yang ia kenal.
***
Sedangkan Alice yang merasa ada beban berat dari pundaknya telah terangkat saat memasuki mobil milik suaminya, Alice langsung kegirangan bersama kakak tertuanya.
"Kakak, apakah kau lihat wajahnya? dia kelihatan takut kepadaku, hahahaha!"
"Apakah aku melakukan nya dengan baik?"
"Kakak, kau lihat kan? aku menang melawan dia,"
Alice berbicara seperti kereta api yang melintas, dia berbicara dengan sangat cepat dan bersemangat.
"Iya adik, kau mirip sekali dengan Bos, kau hebat sekali, dia mati kutu saat melihatmu berubah secara drastis! ha ha ha!"
Haley juga kegirangan, tadi saat melihat sosok Alice yang terlihat seperti Bosnya bahkan Haley sampai terkejut.
Sudah kesekian kali Haley dibuat terkejut oleh Alice, Alice kelihatan sangat menggemaskan dan polos akan tetapi sama seperti Bosnya, sepertinya dia adalah monster kecil di dalam dirinya.
Segala hal di diri Alice selalu lebih dominan dan lebih baik dari orang normal biasanya.
***
Untuk sekarang Alice masih belum bisa melukai Rose, bukan karena Alice tidak mau atau tidak bisa akan tetapi, Alice tahu jika suaminya tengah melakukan sesuatu.
Dan dia tidak boleh gegabah dalam langkahnya.
Alice harus menunggu waktu dan saat yang tepat, walau Adam tidak memberitahu tetapi sepertinya Alice tahu hal itu.
***
"Tring!"
Saat Alice dan Haley tengah berada di dalam mobil dan hendak pulang, pesan masuk ke ponsel Haley.
Haley tersenyum menyeringai.
"Adik, apakah kau ingin baju merah maroon yang aku berikan kepadamu?"
Haley tiba-tiba saja membahas mengenai baju merah maroon tembus pandangan yang ia berikan kepada Alice.
Alice yang mendengar itu tiba-tiba saja terkejut dan pipinya memerah.
"I ... Ingat Kak, memangnya kenapa?" seru Alice menunduk dan tiba-tiba saja gugup.
__ADS_1
Haley segera menggenggam pundak Alice.
"Adik, Kakak rasa kau harus menggunakan nya malam ini, Bos baru mempersiapkan kencan istimewa dengan mu malam ini,"
"Dan jika kau memakainya saat kalian pulang, wah ...."
"Bos pasti akan tergila-gila kepadamu,"
Lalu Haley tersenyum semakin menyeringai.
Haley segera membisik.
"Lalu saat Bos bertanya dari mana baju itu, kau harus mengatakan itu dari ku, kau tahu Kakak mu ini baru kalah taruhan dari Sazu, entah kenapa si Sazu itu pinta sekali bermain taruhan, jadi aku harus mendapatkan bonus tambahan dari Bos,"
Haley dengan semangat juang dan tanpa menyerah seperti Kai, ingin sekali mengalahkan Sazu sekali saja dalam taruhan.
Sepertinya Sazu adalah anggota terkaya di perkumpulan Duke, karena selalu saja menang taruhan dari anggota lainnya.
"Kakak tertua, aku akan mencobanya nanti malam, aku akan berjuang menjadi wanita yang terbaik untuk Adam Duke!"
Alice segera menggelengkan kepalanya.
Dia menyalakan semangat juangnya sama seperti Haley.
Dia harus bisa menjadi wanita yang sangat diinginkan oleh suaminya.
Padahal Alice tidak tahu saja, jika dirinya adalah wanita pertama yang membuat Adam Duke sampai seperti ini.
***
"Hacimmm ..." Sazu tengah bersin, dia sedang dalam persiapan untuk menjalankan misi lapangan.
"Siapa lagi sih yang mengatai aku di belakang? ah, aku harus segera menyelesaikan misi dengan cepat!"
"Permainan apa lagi yang yang harus aku bawakan agar Kai dan Haley kehilangan uang mereka, ha ha ha," Sazu sang dewa permainan dimana sebenarnya dia memiliki banyak trik untuk melakukan taruhan.
Sedang menyusun strategi untuk membuat taruhan baru agar Kai dan Haley memberikan sebagian uang mereka kepada Sazu.
Kalau untuk Black, Black terlalu serius dan tidak suka dengan permainan, Black lebih suka tidur dari apapun di dunia ini.
.
.
.
.
Author : Alice benar-benar kuat ya, keren banget dia bisa ngalahin nenek lampir Rose.
Semoga kita para wanita juga mau ya berjuang untuk diri kita sendiri, karena kalau bukan kita siapa lagi. 🤍
Luph you guys banyak-banyak.
Jangan lupa di like dan komen yaa, terimakasih 🤍
__ADS_1