Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Siapa sebenarnya kau Adam?


__ADS_3

Episode 40 : Siapa sebenarnya kau Adam?


Di ruangan kerja Gordon Brown,


“Tring … Tring … Tring!”


Saudara kedua Gordon Brown yang bernama Galilea Brown sedang menghubungi dirinya, Gordon mengatur pernafasannya seolah tahu apa yang akan ditanyakan oleh saudaranya itu.


“Halo?” Gordon menyahuti panggilan itu dengan suara yang tenang.


“Gordon, siapa ini Adam Duke, apakah ini pemiliki Duke’s factory? mengapa dia ada di list pemenang kursi pemerintahan?”


Seusai dugaan Gordon Brown, saudara keduanya itu sungguh menanyakan mengenai Adam Duke yang dengan jelas ada di pemenang list kursi pemerintahan baru.


“Benar, dia adalah orang yang membantu kita melenyapkan Luo saat lalu, jika tidak ada dia maka pasti kedudukan kita akan goyah, jadi kursi kecil seperti itu tidak akan berpengaruh dibanding akibat jika Luo tetap hidup sampai sekarang,” Gordon memberikan jawaban terbaik, agar keputusannya menempatkan Adam dalam list pemenang tidak menjadi pusat perhatian keluarganya.


Luo adalah seorang yang licik yang saat lalu merupakan pemicu Gordon Brown sampai harus bekerja sama dengan Adam Duke.


“Jadi dia mafia yang kau katakan itu? apakah kau yakin dia tidak akan menimbulkan masalah nantinya, jika saudara tertua kita mengetahui ini maka habislah kita,” seru Galilea benar benar serius.

__ADS_1


Kakak tertua dari keluarga Brown memanglah sungguh mengerikan sekali, bahkan saudaranya sendiri tak mampu mengusiknya sedikitpun.


“Sa … saya yakin sekali, tidak apa, hanya kursi kecil tidak akan menyusahkan kita kedepannya,” seru Gordon sudah keringat dingin.


Saat Galilea menanyakan hal itu, bayangan mengenai mayat sejumlah 20 orang yang ada di belakang rumahnya langsung terngiang-ngiang di kepalanya, wajahnya menjadi pucat pasi dan nafasnya menjadi berat.


Itu menandakan jika Adam memang sangat mengerikan, seperti monster yang tengah tertidur menyembunyikannya taringnya dan akan menyergap saat waktunya tepat dan sasarannya telah dia jangau.


“Baiklah, aku percaya padamu Gordon, tetapi jika kedepannya ada masalah, maka kau tanggung sendiri di hadapan kakak tertua,” seru Galilea mencuci tangannya dari masalah Adam yang terpilih dan menduduki salah satu kursi di pemerintahan.


Gordon hanya bisa terdiam, menelan salivanya kasar dan wajahnya semakin pucat.


Panggilan itu akhirnya berakhir ….


“Brak!”


Gordon memukul meja sekuat yang ia bisa, nafasnya terengah-engah dan matanya menunjukkan ketakutan, dia seperti berada di mulut buaya sekarang ini.


Dia mengambil ponselnya lagi dan mengubungi detektif paling mumpuni yang bisa ia temukan dalam waktu singkat.

__ADS_1


“Tring … Tring … Tring!”


“Halo Tuan Gordon?” suruhannya itu mengangkat panggilan dari Gordon.


“Bagaimana hasilnya? apakah belum ditemukan data apapun, secuil apapun tidak ada?” suaranya meninggi dan kesabarannya telah habis.


Gordon memang tidak menyerah mencari tahu segala hal yang berhubungan dengan Adam Duke, bahkan sampai membayar detektif termahal dan paling mumpuni, akan tetapi sampai sekarang tidak ditemukan informasi apapun.


“Mohon maaf Tuan Gordon, akan tetapi informasi mengenai Adam Duke tidak ditemukan sama sekali, seolah datanya dilindungi oleh lembaga yang sangat penting, atau mungkin memang sengaja di musnahkan,” seru detektif itu mengatakan kebenaran.


Dia sudah berusaha, dan jujur saja mengetahui idenditas Adam Duke benar-benar terasa sangat sulit, bisa dibilang ini adalah kasus tersulit untuknya.


“Brengsek, aku tidak meminta jawaban seperti itu, jika kau belum menemukan apapun hingga esok hari, maka aku akan menghabisi mu!” ancam Gordon tengah kehabisan kesabaran.


“Prang!”


Gordon melempar ponselnya hingga pecah berantakan di lantai.


“Siapa sebenarnya kau Adam? kenapa kau ingin menduduki kursi pemerintahan?” geramnya memegangi kepalanya merasa pusing sekali, apa yang harus ia lakukan.

__ADS_1


__ADS_2