Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Panggil aku Adam.


__ADS_3

Episode 59 : Panggil aku Adam.


***


Adam mengemudi semakin ngebut, dia sesekali melihat kearah Alice yang masih mencoba melepaskan segala pakaian yang ada ditubuh nya, sesekali Adam akan berhenti di tengah jalan dan menutupi tubuh Alice lagi.


"Brak!"


Adam memukul setir mobilnya, dia masih kesal dan membenci diri sendiri, bagaiman dia membiarkan hal mengerikan itu terjadi kepada Alice lagi.


"Jika aku terlambat sebentar saja, maka ...." nafasnya semakin memburu saat ia memikirkan hal yang tidak-tidak, Adam segera menggelengkan kepalanya dan mengemudi dengan kecepatan penuh.


Sampai akhirnya setelah beberapa saat perjalanan, Adam sampai di mansion nya.


Dia menggendong Alice dengan cepat, dia mendekapnya dan membaringkan istrinya diatas ranjang.


***


Dengan sigap Adam pergi mengambil perlengkapan p3k, Adam Duke tahu cara merawat luka kecil di tangan Alice, sebab dulu saat masih muda Adam berlatih bak militer, jadi banyak hal yang dia tahu termasuk pertolongan pertama terhadap luka.


Dengan sangat khawatir, Adam melihat tangan Alice, dengan jelas ia bisa melihat jika luka di tangannya adalah luka gigitan.


Rasa sedih kembali memenuhi dirinya lagi.


"Pasti kau menggigit dirimu sendiri agar kau tetap sadar kan? dasar bodoh, melukai dirimu sendiri seperti ini," ketus Adam dengan raut wajah yang terlihat begitu sedih.


Walau Alice sudah berada di sisinya dan berada di kediamannya, tetap saja hal buruk terjadi kepadanya.


Padahal Adam sudah berjanji akan menjaga Alice, tetapi hal ini tetap terjadi membuat Adam merasa gagal.


Dengan sangat lembut dan hati-hati, Adam mengolesi luka Alice, tidak terlalu dalam akan tetapi jika tidak diobati maka akan menimbulkan infeksi tentunya.


Rasa perih di tangannya segera membangunkan Alice, mata Alice terbuka dan di sisinya ada suaminya dengan sangat hati-hati dan begitu lembut mengusap lukanya dan mengobati dirinya.


***


Rasa panas di tubuhnya semakin membara saat dia membuka mata, jantungnya berdegup semakin kencang dan rasanya ia ingin melepaskan seluruh pakaian yang menempel pada tubuhnya sekarang.


"Tuan ...." dengan suara yang pelan dan ekspresi wajah yang terlihat begitu nakal karena obat perangsang itu, Alice berbicara dengan Adam.


Adam yang sudah usai membalut luka Alice menoleh kearah Alice dan ....


"Deg!"


Seperti tersengat listrik, jantung Adam berpacu sangat cepat.

__ADS_1


Mungkin karena dia belum pernah melihat ini, jika Alice bisa menunjukkan ekspresi yang sangat nakal dan sangat menggoda.


Adam menelan salivanya kuat sekali, dia mengedipkan matanya dan menggelengkan kepalanya, dia harus tetap fokus, dia tidak ingin melakukan itu saat keadaan masih seperti itu, dia tidak ingin melakukan hal itu saat Alice tidak sadar.


"Hmmm? ada apa? apakah tanganmu terasa sakit?" Adam mencoba mengalihkan pandangannya.


Walau wajahnya sudah merah merona karena benar-benar tergoda oleh penampilan Alice, Adam masih berusaha keras untuk menahan dirinya.


Alice menggeleng kepalanya, "Tidak Tuan, tanganku tidak sakit ...."


"Tapi ... tubuhku panas sekali, aku ingin membuka semua baju ku, rasanya tidak nyaman, apa yang sedang terjadi kepadaku?" Alice mencoba menarik bajunya dengan salah satu tangannya yang lain.


Mata Adam sampai terkunci di tubuh Alice, rasanya dadanya terbakar saat mendengar itu.


Dia juga, dia juga ingin membuka baju Alice, dia ingin segera melakukannya, dia sudah menahan ini terlalu lama sampai rasanya sudah sedikit sakit.


"Haahhh!" Adam menghela nafasnya berat, lalu ia memejamkan matanya.


Dia bangkit berdiri dan hendak pergi.


"Aku akan menghubungi Sazu untuk dibawakan obat penawar, lelaki tadi memberikan mu obat perangsaang yang kuat, karena itulah tubuhmu terasa panas ...."


Adam menjawab dengan suara yang sedikit bergetar, dia tengah menahan dirinya, dia harus segera menjauhi Alice sebentar agar dia bisa menenangkan diri.


Saat Alice melihat ekspresi Adam, Alice kemudian ingat dengan segala pengetahuan yang diajarkan oleh Kakak tertuanya, Haley.


Alice tidak ingin hal itu terjadi.


Mungkin tubuh Alice memang sedang dikendalikan oleh obat itu, akan tetapi kesadarannya tidaklah hilang.


Alice sadar dengan segala hal yang terjadi, dan dia ingin menyerahkan dirinya kepada suaminya sendiri.


***


Saat Adam hendak berlalu agar gairahnya yang meledak-ledak itu mereda, Alice menahan tangan suaminya.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Adam semakin berdegup sangat kencang, rasanya menjadi panas sampai ia harus menahan nafasnya sebentar.


"Tuan, aku ... aku sangat senang hari ini Tuan menyelamatkan aku lagi, aku bersyukur sekalu dengan fakta bahwa aku menikah dengan seseorang seperti Tuan,"


Alice bangkit dari tempat ia berbaring, saat ini dia sedang duduk sembari menggenggam erat tangan Adam Duke.


"Aku ... aku ingin melakukan hal itu denganmu Tuan, tolong hapus kenangan buruk malam ini dengan memberikan aku segalanya, jika Tuan berkenan tentu saja, aku tidak ingin memaksa tetapi tubuhku sangat menginginkan Tuan sekarang ini,"

__ADS_1


Dengan nafas yang terasa panas karena Alice bersandar di tangannya, Adam sekarang sedang terbakar.


Gairahnya yang meledak-ledak belakangan ini, yang selalu ia tahan karena tidak ingin membuat Alice trauma.


Sekarang Alice dengan mengejutkan mengatakan hal yang tidak pernah di duga oleh Adam.


***


Adam segera menoleh kearah Alice, wajahnya merah itu menatap kebawah dimana Alice menatapnya dengan wajah yang begitu nakal karena obat.


Adam mengusap pipi Alice, "Jika aku memulainya maka aku tidak yakin bisa berhenti, apakah kau yakin?" bisik Adam sekarang sudah dalam posisi duduk.


Berhadapan dengan Alice dalam jarak yang sangat dekat.


Nafas hangat mereka menyentuh wajah satu sama lain.


Kedua insan yang sedang menggebu-gebu ini saat saling menatap maka hati mereka juga seperti tengah bersatu.


Saat mendengar itu Alice mengangguk, dia tersenyum begitu lembut.


"Aku akan sangat bahagia jika Tuan menjadi lelaki pertama dan terakhir ku, lakukanlah, ajarin aku sesuatu yang selama ini Tuan tahan dalam diri Tuan," jawab Alice semakin membuat Adam membara tentunya.


"Hah!"


Nafas Adam semakin berat, dia mendekatkan wajahnya semakin dekat, bibirnya hampir bersentuhan dengan bibir Alice, lalu dahinya sudah menempel dengan dahi Alice sekarang.


Dengan mata yang terkunci di bibir merah cherry milik istrinya, Adam membisik sembari tersenyum begitu nakal.


"Jangan panggil aku Tuan, sampai kapan kau akan memanggil aku Tuan, panggil aku Adam ...." bisik Adam mulai mencium istrinya begitu lembut.


Sangat lembut sampai rasa panas di tubuh Alice dan Adam semakin membara tak karuan.


"Apakah kau tahu sudah berapa lama aku menahan diri untuk tidak menghabisi mu di atas ranjang? bercinta denganmu dari pagi sampai malam? kau yang mengatakannya sendiri dan aku tidak akan menahan diriku lagi ... sayang!" bisik Adam menekan lalu ciumannya menjadi semakin panas dan nakal.


( Author : aduh entah kenapa author kok malu ya nulisnya, novel ini kayaknya akan menjadi kesukaan author wkwkwk)


*


*


*


*


Jangan lupa di like dan komen, dan jika berkenan mampir ke karya author yang juga lagi ongoing, judulnya Belenggu Hasrat Sang Mafia

__ADS_1



__ADS_2