
Episode 53 : Rose Brown semakin tertantang!
***
Setelah Adam mendengar ucapan sekretaris nya, Adam mengernyitkan dahi dan mencoba mengingat, tetapi sekeras apapun ia mengingat tetap tidak ada orang yang bisa menjadi tamu dadakannya.
"Siapa dia?" seru Adam pada sekretaris nya yang sudah ketakutan dan seperti hendak menangis karena baru di marahi oleh Rose Brown.
"Dia putri dari keluarga Brown Pak, Nona Rose," sekretaris nya berhati-hati sekali.
Dia seperti tengah mempertaruhkan nyawanya mengatakan apa yang baru saja ia katakan.
"Hah? Rose?" gumam Adam memicingkan matanya.
Hanya dengan mendengar namanya saja sudah membuat darah dan kemarahan Adam mendidih, Rose adalah salah seorang yang membuat istrinya trauma dan begitu menderita.
Jika saja Adam tidak mengingat rencananya mungkin Rose sudah dilenyapkan sejak awal.
Tetapi kali ini, Adam ingin dengar dan tahu alasan mengapa Rose memiliki keberanian sebesar ini untuk mengunjungi dirinya ke perusahaan.
__ADS_1
"Suruh dia masuk," seru Adam mengijinkan Rose untuk memasuki ruangannya.
"Awas kau ya, aku akan mengingat namamu dan akan membuatmu kehilangan pekerjaan mu, beraninya kau menahan aku terlalu lama disini!" ancam Rose saat sekretaris itu mengijinkan Rose untuk memasuki ruangan pribadi Adam Duke.
Sekretaris yang mendengar hal itu hanya bisa menunduk dan ketakutan hampir menangis.
***
"Tok ... Tok ... Tok!"
Rose mengetuk pintu pribadi Adam Duke, dia sedang memasang senyuman semanis mungkin untuk ia tunjukkan kepada Adam Duke.
Begitu tampan, proporsional wajahnya sangat maskulin dan tampan sekali, caranya menatap seolah bisa menusuk kedalam hati, begitu tajam dan menusuk.
Tubuhnya begitu ideal, dengan bahu bidang, saat dia melihat orang didepannya, cara Adam memandang seperti sedang merendahkan dan menghina, dan hal itu terlihat sangat seksi di mata Rose.
"Sudah kuduga, hanya dia lelaki di dunia ini yang pantas bersanding denganku, tatapannya sangat tajam dan wajahnya begitu arogan, ini sempurna," Rose memuji Adam dalam hatinya.
Sembari dia tersenyum begitu menawan, dengan dandanan yang sudah ia rias diwajahnya.
__ADS_1
Bajunya sedikit terbuka sehingga belahan dadanya tertampak jelas, seolah sengaja menunjukkan lekuk tubuhnya di hadapan Adam Duke.
"Salam kenal Tuan Adam Duke, saya adalah Rose Brown, kakak perempuan dari Alice, aku dengar kau telah menikah dengan Alice, benarkah begitu?" Rose menunduk dan menatap begitu nakal.
Dia ingin terlihat anggun namun menggoda disaat yang bersamaan, berusaha memikat Adam di kali pertemuan pertama mereka.
Akan tetapi ....
Adam Duke memancarkan rona wajah yang begitu kesal, matanya semakin menyipit dan bola matanya yang hitam pekat itu seolah menghina Rose dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Untuk apa kau datang ke perusahaan ku? aku tidak membutuhkan perkenalan darimu, asal kau tahu saja, aku membiarkan mu masuk kedalam ruangan ku bukan untuk mendengar basa basi seperti ini, apa tujuan mu kesini!" Adam membuat Rose terdiam seribu bahasa.
Balasan Adam yang sangat ketus dan tidak memiliki keramahan sama sekali membuat Rose tertegun dan matanya melebar.
Entah kenapa saat dia ditolak seperti ini adrenalin nya semakin meningkat, dia malah semakin ingin merebut Adam Duke.
"Kau memang sangat keren Tuan, aku datang kesini atas suruhan Ayahku, ingin memberitahu secara langsung kepada Tuan, selamat atas kemenangan pemilunya, pengumumannya sudah ada di media, anda sudah resmi menjadi salah satu anggota DPR sekarang,"
"Jika ada waktu datanglah ke rumah bersama Alice, aku akan menyambut kalian dengan meriah,"
__ADS_1
Ucap Rose dengan wajah yang sangat bersemangat dan berdebar-debar, dia sangat suka dengan Adam Duke, pertemuan pertama ini membuat Rose yakin jika dia harus merebut Adam Duke dengan cara apapun.