
Episode 129 : Hari H jalannya misi utama.
***
Satu minggu telah berlalu sejak hari itu, hari dimana Alice sudah menetapkan keputusannya.
Walau beberapa drama selalu saja terucap dari mulut sang suami, bagaimanapun Adam khawatir jikalau saja istrinya terluka dalam rencana ini maka dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.
Tetapi Alice selalu meyakinkan Adam jika semuanya akan baik-baik saja, Alice harus melakukan hal ini, sebab jika tidak, maka dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.
Semua rencana telah rampung, dan Alice juga sudah menyebutkan apa yang tengah ada di pikirannya, dia ingin melakukan caranya sendiri untuk membalaskan keluarganya yang keji itu.
Olehkarena itulah mengapa Adam sangat khawatir, bahkan sekarang di mobil pribadi yang tengah dibawakan oleh Kai, Adam tidak berbicara sedikitpun.
Hari ini adalah hari dimana rencana awal mereka di mulai, dimana pertemuan besar seluruh sekutu Baron Brown akan hadir, membicarakan mengenai pembangunan pabrik baru dan bagaimana dalang penghancuran itu bahkan belum ditemukan hingga sekarang.
Juga disana mereka akan membicarakan banyak hal mengenai rencana mereka selanjutnya.
Pertemuan ini sangat penting, oleh karena itulah mengapa Adam Duke ikut diundang juga, karena Baron Brown bermaksud membuat Adam menjadi salah satu pion penting dalam rangka misi besarnya untuk menguasai segala sektor bisnis.
Alice berada di sisi Adam sekarang, Alice hanya akan ikut mengantarkan suaminya akan tetapi tentu tidak akan ikut kedalam pertemuan besar itu.
Alice menyadari jika suaminya dalam mood yang kurang bagus hari ini.
Alice menggenggam tangan Adam dan berbisik di telinganya.
Saat mendengar bisikan itu pipi Adam langsung memerah dan jantungnya berdegup kencang sekali.
__ADS_1
"Deg ... Deg ... Deg!"
Entah apa yang dibisikkan oleh Alice akan tetapi sepertinya sangat mampu membuat kemarahan Adam barusan mereda.
Adam menemani salivanya kasar dan dia tengah melihat ke sisinya dimana Alice menatapnya namun kemudian langsung bersandar di bahunya.
Adam yang kelihatan malu sekali dan pipinya memerah benar-benar menarik perhatian Kai yang tengah menyetir sekarang.
"Kenapa Bos tiba-tiba saja tersenyum tidak jelas, mereka berdua jadi malu-malu, apakah ada yang aku lewatkan disini? mereka berdua ini aneh!"
"Juga mengapa Bos bisa-bisa nya jadi pemalu seperti itu? pipinya memerah, hal ini sangat jarang terjadi, apakah kekuatan cinta memang sedahsyat itu?"
"Dulu Bos bahkan jarang tersenyum!"
Kai berdebat dalam dirinya, matanya masih mengawasi jalanan namun sesekali melihat perubahan suasana di kursi belakang yang tadinya sedikit tegang sekarang malah seperti berwarna pink dan hangat.
Adam mencoba menetralkan dirinya, baru saja dia seperti sedang gila dan dimabuk asmara akibat bisikan istri kecilnya ini.
"Hmmm ... percayalah padaku, aku bisa melakukan nya, aku yakin jika semuanya akan baik-baik saja ...." balas Alice mengangguk dan kembali bersandar di bahu suaminya.
Mereka tengah membicarakan mengenai rencana Alice, seminggu penuh Alice membujuk suaminya agar mau melaksanakan rencana yang ia utarakan.
Entah apa rencana Alice akan tetapi sepertinya Adam sangat tidak suka, tetapi bagi Alice rencana itu harus dilakukan agar semua masalah usai semua.
Alice sudah tidak tahan melihat Baron Brown dan keluarganya hidup tenang, saat banyak keluarga menderita oleh mereka.
Pastinya banyak korban yang telah direnggut keluarga Brown yang mengerikan itu.
__ADS_1
Sebab nyawa sama sekali tak berarti bagi mereka.
"Bos ... kita sudah sampai," Kai telah menghentikan mobilnya.
Disana orang-orang Adam Duke yang bertugas mendampingi Adam dalam acara sudah menyambut Adam Duke.
Acara pertemuan penting ini diadakan di sebuah hotel milik keluarga Brown.
"Tak!"
Adam mengetuk sebuah tombol mini yang menempel di jasnya.
Lalu mereka semua terhubung, seluruh anggota Adam Duke, Black dengan seluruh tim nya dan Sazu di markas memonitor segalanya.
"Black ... kau sudah ada di posisi mu kan?" Adam berbicara melalui alat yang memang dipasang di jasnya.
"Sudah Bos," Black menjawab ucapan Bosnya dan telah siap sedia dengan seluruh anak buahnya.
Setelah mendengar informasi dari Black, Adam menghela nafasnya sejenak, dia menoleh ke sisi istrinya yang masih duduk melihat kearahnya.
.
.
.
.
__ADS_1