
Episode 97 : Adam dan Alice.
***
Di kediaman Adam Duke,
"Sayang ... apakah kau masih lelah?" Adam dan Alice yang begitu nyaman dan hangat tengah berbaring di ranjang.
Alice mendekap suaminya dan mengusap rambutnya lembu sekali.
Bagi Alice, Adam itu sangat lembut seperti anak kucing, walau dia selalu mendengar keberingasan dan ketegasan suaminya di luar, akan tetapi jika di hadapannya Adam sangat lembut dan halus.
Alice merasa beruntung mendapatkan suami yang sangat pengertian dan memberikan kenyamanan untuknya.
"Tidak terlalu, bagaimana denganmu? apakah kau masih lelah?" Alice kembali bertanya dia sedang menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan perihal photo yang ia temukan itu.
Adam yang sudah menenggelamkan dirinya dalam tubuh Alice, mengangkat wajahnya dan tersenyum.
Adam menggelengkan wajahnya dan kembali mendekap istrinya lagi.
"Bagaimana mungkin aku bisa lelah jika sumber energi ku memeluk aku seperti ini, sekarang adalah waktu paling membahagiakan untukku,"
"Aku tidak pernah menduga jika aku bisa bahagia setelah apa yang terjadi di masa laluku, kau bilang saat lalu aku adalah cahaya mu kan?"
"Tetapi apakah kau tahu jika kau adalah cahayaku juga? tempat untukku pulang, dan tujuanku yang baru, terimakasih sudah datang dalam hidupku, dan menjadi istriku ...."
Adam mulai membuka dirinya, menceritakan segala hal yang ia rasakan.
Dan bagaimana dia menganggap istrinya ini.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Alice berdegup kencang sekali, akan tetapi Alice kemudian sadar.
__ADS_1
Jika dia tidak mengetahui apapun tentang suaminya, seolah Adam menutupi banyak hal darinya.
Alice penasaran sebenarnya apa yang telah diakui oleh suaminya, akan tetapi apapun itu pasti hal itu tidak berbeda dengannya yang menerima penderitaan sejak usia dini.
Entah mengapa mata Alice mulai berkaca-kaca, "Apa yang sudah terjadi kepada suamiku yang sangat lembut ini? walau kau tidak menceritakan apapun, aku bisa merasakannya,"
"Kesepian yang kau rasakan sejak pertama kita bertatapan, walau aku tidak tahu apapun tentangmu, tetapi aku menjadi marah karena kau juga pasti terluka dulu,"
"Aku akan menjagamu, kau boleh bersandar kapan pun, dimulai saat aku berada di sisimu, aku berjanji tidak akan ada lagi kesedihan yang kau rasakan,"
Alice memeluk suaminya, mengecup suaminya dan berbicara begitu spontan dan berterus terang.
Alice memang merasa tidak adil, setelah mengenal suaminya dan bagaimana ia memperlakukan dirinya dan orang-orang di sekitarnya, rasanya sangat tidak adil jika suaminya mengalami penderitaan dahulu.
Rasanya Alice ingin menyembuhkan luka itu, walau Alice belum tahu sebenarnya apa yang terjadi saat lalu dalam kehidupan Adam Duke.
Adam Duke melebarkan matanya, saat istrinya mengusap rambutnya dan mengecupnya, mengatakan akan menjaganya dan memberikan dirinya hanya kebahagiaan.
Seolah dia memang istimewa.
Adam tidak memiliki keberanian melihat Alice sekarang, karena jika ia melihatnya maka mungkin Alice juga akan tahu jika sekarang hatinya sedang kalut akibat ucapan haru Alice.
"Rasanya kau seperti penyihir, bisa tahu segalanya, tapi aku senang, aku tidak perlu mengatakan apapun kau langsung mengerti,"
"Kau sudah berjanji hanya akan memberikan aku kebahagiaan, maka pegang janjimu karena aku sangat mengharapkan masa depan hanya bersamamu,"
Adam mendekap istrinya semakin erat.
Hatinya yang dingin dan kosong benar-benar telah terisi penuh sekarang, Alice benar-benar datang dan mengubah arah hidupnya.
Bukan hanya takdir Alice saja yang berubah, akan tetapi takdir Adam juga berubah menjadi lebih baik dan indah tentunya.
***
__ADS_1
"Suamiku ..." setelah keheningan menimpa beberapa saat, Alice mencoba mengatakan apa yang hendak ia katakan sejak tadi.
"Hmmm?" Adam menjawab dari dalam pelukannya, suaranya terdengar merdu di telinga.
"Aku menemukan photo saat lalu, di ranjang yang ada di villa sepertinya terjatuh dari kantung mu ...." belum selesai Alice berbicara Adam langsung sedikit panik.
Dia langsung bangun dan mengangkat wajahnya, dia melihat Alice dengan serius dan mereka sudah berbaring saling berhadapan sekarang.
"Jangan salah paham, sebenarnya aku hanya sedang mencari tahu siapa dia dan ...." entah mengapa Adam menjadi gugup.
Dan wajahnya terlihat lucu bagi Alice.
Alice tersenyum, dia mengangkat tangannya dan mengusap pipi suaminya dengan sangat lembut.
"Tidak apa-apa, aku kan sudah bilang jika aku tahu kau tengah melakukan sesuatu, walau aku tidak tahu apa itu, tetapi aku percaya kepadamu,"
"Dan mengenai wanita itu ...." tangan Alice mulai bergetar, mengingat wajah wanita yang ada di photo itu.
Akan tetapi dia melanjutkan ucapannya lagi.
"Aku sepertinya mengenalnya, saat aku melihat wajahnya aku teringat akan sesuatu yang kelam, jadi ... aku ingin meminta ijin padamu, karena sekarang aku sudah memiliki suami jadi sudah pastinya aku harus meminta ijin,"
"Tolong biarkan aku mencari tahu siapa wanita itu, dengan ingatanku sendiri, biarkan aku menjalankan sesuai rencana ku ...."
"Aku ingin mengetahui segalanya, di ingatanku seperti ada sesuatu yang hilang, aku ingin mencarinya ...." Alice berbicara begitu lembut dan berterus-terang.
.
.
.
Guys maap ye aku lagi ga bisa crazy up di novel ini, setidaknya update setiap hari dulu aja ya, soalnya susah banget buatnya 🥺
__ADS_1