
Episode 37 : Pikiran nakal Adam Duke.
***
Kembali ke ruangan latihan,
Walau Alice setengah hati hendak mendaratkan pukulannya di tubuh Adam, tetapi dia tidak bisa apa-apa dan hanya menurut saja.
Bagaimana pun sekarang Adam adalah pelatihnya.
"Baiklah Tuan, maafkan aku sebelumnya ...." seru Alice mengulum tangannya dan mendarat kan tinjunya di tubuh suaminya.
"Krik ... Krik ... Krik!"
"Heh!"
"Apakah kau sedang memukul nyamuk? atau sedang mengusap tubuhku, jika ada penjahat dan kau memukulnya dengan tenaga mu ini dia akan mengira kau sedang mengusapnya!" Adam menatap nanar dan datar ke tangan Alice yang masih ada di bagian dadanya yang tengah memberikan pukulan terkuatnya.
Saat itu Adam tahu jika perjalanan mereka masih panjang, akan tetapi dalam kurun waktu satu minggu ini dia akan di rumah terus, sebelum pemilu dia akan melatih Alice agar Alice memiliki perkembangan.
Latihan akhirnya tetap berlangsung.
Keringat sudah membasahi tubuh Alice tetapi tidak dengan Adam Duke.
__ADS_1
Dahulu Adam mendapatkan pelatihan lebih keras dari tentara jadi dia memang memiliki fisik yang kokoh dan bela diri yang mumpuni.
Alice yang sudah kelelahan, tetap saja tidak mau menyerah, dia masih sangat lemah akan tetapi dia yakin suatu hari dia akan menunjukkan perubahan.
"Lagi, lakukan seperti ini, jika dia menyerang mu dari arah ini, maka kau harus menghindari dari sebelah kanan, lalu pukul tengkuknya sekuat yang kau bisa!"
"Ulangi lagi!"
Adam kembali mencontohkan gerakan yang berulang beberapa kali.
"Baik Tuan," seru Alice yang sudah ngos ngosan.
Dia kembali memperagakan gerakan yang baru saja di lakukan oleh Adam.
Awalnya Adam sungguh sedang mencontoh gerakan bela diri namun saat tangannya menyentuh perut istrinya, pikiran kotor dan nakal segera menghampirinya lagi.
Tangannya masih melekat di perut istrinya, dan matanya melekat disana.
"Jika tanganku naik beberapa centimeter keatas aku pasti bisa menyentuh buah dadaa nya kan? pasti rasanya menyenangkan bermain dengan itu di ruangan latihan ini,"
"Apalagi dia kelihatan sangat menggoda saat berkeringat seperti ini,"
"Dan jika aku lanjutkan bermain, maka aku pasti akan melakukan percintaan yang menggairahkan disini!"
__ADS_1
"Ho ho, aku ingin menarik baju ini dan melepaskan semuanya, dan bermain dengan tubuhnya!"
Pikiran-pikiran itu sedang meraja lela di pikiran Adam Duke.
Namun beberapa saat setelah itu ia sadar lagi, dia segera menggelengkan kepalanya, menepis segala hasraat nakal yang memenuhi dirinya.
"Sabar Adam, dia belum mengerti apapun, ajari secara perlahan-lahan, tahan! tahan!"
Adam menahan dirinya sendiri, dia memang sudah menjadi suami Alice dan dia bisa melakukan hal itu, akan tetapi Alice sangat polos jika Adam langsung melakukan itu secara terburu-buru maka mungkin akan menimbulkan trauma sendiri bagi Alice.
Alice sudah menderita sejak dulu, hal-hal mengejutkan seperti itu sebaiknya dihindari dahulu.
Untuk sekarang, dia hanya bisa menelan salivanya saja sekarang ini.
***
"Begini Tuan?" Alice yang tidak tahu menahu jika sudah ada pikiran nakal di kepala Adam mencontohkan lagi gerakannya.
Tetapi karena sejak tadi tangan Adam masih merengkuhnya membuat Alice terpeleset dan hampir terjatuh.
Adam dengan refleks menarik tubuh Alice namun karena perhatiannya sudah teralihkan oleh pikiran nakal mengenai Alice dia malah ikut terjatuh juga.
Dan sekarang tubuh Adam sedang ada di atas tubuh Alice dimana keduanya saling bertatapan dalam jarak yang sangat dekat.
__ADS_1
***