Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Alice dan guncangan batinnya.


__ADS_3

Episode 136 : Alice dan guncangan batinnya.


***


"Ayah ... apakah kita akan mati?" Rose menangis tersedu-sedu.


Dia ketakutan sekali ketika senjata api tengah mengarah kearah mereka.


Gordon yang sudah tertipu begitu menyedihkan hanya bisa memeluk putrinya saja.


Saat itu Alice sudah keluar dari kurungan.


Alice melihat Gordon memeluk Rose.


"Adik, apa yang ingin kau lakukan terhadap mereka? kau bisa melenyapkan mereka jika kau mau, apalagi wanita menjijikkan itu, bukankah dia menyiksa mu dulu?"


Haley kelihatan marah sekali, dia ingin menghabisi Rose yang dengan tega telah menyiksa Alice secara brutal.


Alice menatap dengan tatapan kosong, "Bahkan manusia mengerikan pun, menyayangi anaknya, menyayangi seseorang yang penting baginya!"


Alice berbicara dengan ekspresi wajahnya yang tak terbaca.


Saat mendengar itu Haley terdiam, saat ia menyadari ekspresi dan kesedihan bercampur kemarahan di wajah Alice, Haley sadar jika Alice tengah mengalami krisis dalam hatinya.


Alice tersesat, dia kebingungan apa yang harus ia lakukan.


"Dia berharga bagimu kan?" Alice melihat nanar kearah Gordon Brown, lelaki yang saat lalu mengurungnya di belakang mansion.


"Tolong Alice ... jangan lukai putriku, aku bersalah ... aku bersalah jadi tolong maafkan aku dan putriku kali ini," Gordon memohon, dia bersimpuh di hadapan Alice yang kelihatan memandang dengan sinis dan dingin kearah mereka.


"Aaaaaaa!"


Alice berteriak, dia menangis lalu memegangi kepalanya dengan kuat.


"Kenapa kalian tega melenyapkan nyawa orang lain, melenyapkan keluarga orang lain ketika kalian tahu ikatan itu sangat berharga?"


"Karena ulah kalian, aku merasa jijik pada diriku sendiri, aku merasa mual, setelah apa yang kalian lakukan kepada keluarga Adam dan juga kepadaku, kalian bahkan tidak merasa bersalah sedikitpun!"

__ADS_1


"Setelah aku melihat ini akhirnya aku mengerti, di dunia ini ternyata ada manusia yang benar-benar kejam!"


Alice terpukul sekali, dia tidak melihat penyesalan sedikitpun di mata Gordon Brown dan Rose.


Yang ada hanyalah ketakutan yang menjijikkan.


Ya, walaupun Adam mengatakan Alice tidak ada hubungannya dengan kematian keluarga Adam, akan tetapi Alice yang baru mengetahui segalanya sekaligus tidak bisa melepaskan rasa ngeri di hatinya.


Setiap malam Alice mengutuk dirinya sendiri, seandainya dia tidak ada di dunia maka mungkin suaminya akan bahagia dan tidak kehilangan keluarganya.


Jika dia tidak ada, maka orang-orang tak bersalah yang berhati baik yang dulu menyelamatkan nya tidak akan kena imbas.


"Alice ... ada apa denganmu?"


"Kita pergi dari sini!"


Haley segera menghampiri Alice sudah tersungkur, dia meraih tangannya hendak membawa Alice keluar dari tempat ini.


Lalu Haley memerintahkan anggotanya yang ada di dalam ruangan agar segera mengurus seluruh musuh mereka.


"Kalian urus mereka, lakukan seperti yang Bos perintahkan!"


Haley tak pernah menduga Alice menutupi perasaannya selama seminggu ini.


Tidak menceritakan apapun dan memendam nya sendirian.


Haley tidak bisa mengerti lagi apa yang terjadi pada Alice.


Alice terlihat sangat terpukul, dia memegangi kepalanya dan tubuhnya bergetar hebat, air matanya dan teriakannya seperti seseorang yang tengah tersesat dalam kegelapan hatinya sendiri.


"Adik, ada apa? apakah ada yang kau sembunyikan? kenapa kau terlihat sangat terpukul?"


Haley mencoba mengajak Alice berbicara dengan nada yang sangat lembut, mereka sudah ada di dalam mobil hendak kembali pulang.


Tetapi tak ada jawaban dari Alice, wajahnya sangat pucat dan matanya menunjukkan tatapan yang begitu kosong.


Sepertinya Alice merasa semakin terguncang, melihat fakta bahwa Gordon Brown dan Rose sama sekali tidak menyesal.

__ADS_1


Ditambah, bagaimana Alice belum memaafkan kehadirannya sendiri yang mengakibatkan banyak nyawa hilang.


Nyawa orang orang tak bersalah, entah mengapa seluruh beban itu berada di pundaknya, dan dia sudah tidak tahu lagi melihat yang benar dan yang salah.


"Dasar anak terkutuk!"


"Tidak seharusnya kau dilahirkan!"


"Karena kau lahir, suamiku mati, karena kau lahir, keluarga itu mati, karena kau lahir, banyak orang yang mati!"


"Anak terkutuk!"


Teriakan Ibunya yang menggema dalam dirinya membuat Alice tak mampu lagi menahan rasa sesak dan jijik pada dirinya sendiri.


Teriakan dan tangisan tak mampu lagi menggambarkan rasa pedih, ngeri dan marah dalam dirinya.


Dia menjadi diam, dia mengurung dirinya dalam imajinasinya dan hatinya sendiri, seperti memisahkan diri dari kenyataan.


Jika dia bangun dan melihat kenyataan maka dia akan merasakan rasa yang sangat sakit, dan dia tidak bisa menahannya.


Perasaan membenci diri sendiri telah lahir ke dunia, rasa sakitnya tak tergambarkan.


Sedangkan Haley yang sudah panik karena sejak tadi ia memanggil Alice tetapi tak disahuti membuat Haley mengurungkan niat untuk pulang, dia akan menuju rumah sakit Sazu juga tempat dimana Sazu mengkoordinasikan dan menjalankan misi pribadinya.


.


.


.


Author : halo para pembaca setiaku sayang, aku udah baca balesan kalian tapi belum sempat balas satu satu 🥺


Diriku masih kurang fit 😭


Aku sudah memutuskan ikut crazy up minggu depan ya, jadi aku akan menabung episode dulu, jadi karena itu mungkin dari hari ini sampai hari Minggu update episode akan sedikit.


Karena crazy up nya di mulai dari Senin Minggu depan. 🥺

__ADS_1


Semoga kali ini aku beruntung dan di promo di head banner yaa, agar Novel ini tidak tenggelam dan semakin banyak orang yang tahu.


Lope you sekebon jeruk semuanya, nanti kalau udah sehat aku balesin satu satu ya komentarnya.


__ADS_2