Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Maafkan aku membuatmu berada di posisi ini.


__ADS_3

Episode 57 : Maafkan aku membuatmu berada di posisi ini.


***


Dengan kecepatan penuh, dia melajukan mobilnya, dadanya sesak, rona wajahnya memerah karena emosi yang meluap.


Perasaan ini sama seperti perasaan saat dulu, perasaan yang ingin dilupakan oleh Adam Duke.


Perasaan menyakitkan kehilangan seseorang.


"Kali ini tidak boleh, tidak boleh kehilangan siapapun lagi! TIDAK AKAN AKU BIARKAN!"


Adam terlihat frustasi, dia tidak mengerti mengapa dia terlihat begitu menderita.


Hanya saja dia merasa seseorang setulus dan semurni Alice tidak seharusnya mendapatkan perlakuan seperti itu.


Diculik dan diikat seperti itu, wajahnya yang pucat dan tidak berdaya nya istrinya di foto itu benar-benar membuat Adam Duke gila.


Sedangkan Alice yang kehilangan tenaganya tersungkur tak berdaya, sayup-sayup matanya melihat jika Luke sudah mendekat dengan wajah yang begitu buas seperti hendak menerkam dirinya.


Alice memejamkan matanya, dia lelah dan sakit, dia harus melarikan diri akan tetapi reaksi obat yang ada ditubuhnya benar-benar kuat sehingga dia sudah tak mampu melakukan apapun lagi.


Di pikirannya hanya ada satu bayangan yang muncul.


"Tuan Adam, tolong aku, ku mohon," suaranya pelan sekali, dia bisa merasakan Luke semakin mendekat tetapi tubuhnya membeku dan tak bisa membebaskan dirinya lagi.


Hanya keajaiban yang ia tunggu sekarang, dia ingin Adam datang menyelematkan dirinya walau itu tidak mungkin.


"Sakit, tolong jangan dilanjutkan aku mohon, aku salah apa padamu?" Alice mencoba sekuat yang ia bisa.


Mencoba agar setidaknya hati nurani lelaki yang sempat menjadi mentor nya ini terbuka dan melembek kepadanya.


Akan tetapi sia sia saja, suaranya yang lemah seolah tak terdengar oleh Luke.


Luke tersenyum sangat buas, dia menatap begitu bergairah kearah Alice yang memang terlihat sangat cantik.


Dan karena obat perangsang yang ia berikan kedalam tubuhnya, tampilan Alice malah semakin menggoda, bagaimana pun obat itu membuat Alice bergerak tak karuan karena merasa panas dalam dirinya.

__ADS_1


"Alice, saat pertama aku bertemu denganmu, aku sudah tahu jika aku sangat menginginkan mu, tetapi Adam Duke sepertinya menyia-nyiakan dirimu, sayang sekali,"


"Wanita seindah dan secantik dirimu tidak ia genggam seperti aku ingin menggenggam mu,"


"Alice, apakah kau tahu? aku telah jatuh cinta padamu saat pertama bertemu, jadilah wanitaku, akan ku buat kau melupakan lelaki berhati dingin itu," Luke membisik sembari matanya menjelajah setiap sudut wajah Alice yang menunjukkan keindahan yang sangat enak dilihat.


Alice hany menggelengkan kepalanya, tidak mungkin ia mau meninggalkan Adam disaat Adam adalah cahaya hidup yang membawanya pergi dari kegelapan.


Adam Duke adalah harapannya.


"Lepaskan aku! aku tidak ingin bersamamu, aku ingin kembali ke sisi Tuan Adam! jangan berani menyentuh aku! dasar jahat!" Alice masih tidak mengerti.


Mengapa banyak sekali orang jahat di dunia ini, bukan hanya ayahnya, kakaknya, para pelayan saat lalu dan sekarang semakin ia membuka mata, semakin banyak orang jahat yang menindas orang lain demi kepentingan mereka sendiri.


Hal itu membuat Alice semakin marah, marah dengan keadaan dan juga marah dengan dirinya sendiri, mengapa dia belum bisa menyelematkan dirinya sendiri.


"Dasar wanita pembangkang, yah apapun jawaban mu semuanya sudah jelas, walau kau tak mau bersamaku tetapi tubuhmu akan menjadi milikku! malam ini aku akan membuat mu lupa dengan segalanya, sayang!" geram Luke sudah tidak bisa menahan dirinya.


Luke segera merobek lengan baju Alice ....


"Ahhh ... jangan, tolong ...." Alice masih memohon, dia tidak ingin melakukan hal ini dengan lelaki lain selain suaminya sendiri.


Akan tetapi saat Luke hendak menarik tubuh Alice ....


"Brak!"


Tendangan di pintu yang sudah ia kunci menggelegar memenuhi ruangan bercahaya redup, hanya sekali tendang pintu kokoh itu rusak dan jatuh begitu saja.


Luke terkejut, dia menoleh ke asal suara tetapi sebelum dia bisa melihat siapa yang menendang pintu itu, sebuah tendangan dengan sepatu kulit yang menyakitkan mengenai wajahnya dengan begitu kuat.


Rasanya terlalu menyakitkan, sehingga Luke tersungkur, sepertinya tulang pipinya telah retak dan darah bercucuran dari pinggiran bibirnya.


"Si ... siapa?" keluhnya pelan dan mencoba melihat dengan jelas.


Karena kekuatan tendangan yang begitu kuat membuat pendengarnya berdengung dan matanya sedikit kabur.


Namun setelah sepersekian detik, dia akhirnya bisa melihat lelaki berbadan tinggi dan tegap, dengan ekspresi wajah yang sangat mengerikan dan menakutkan ada di dekatnya.

__ADS_1


Ketakutan memenuhi Luke, dia ingin merangkak kabur dia ingin melarikan diri dari kengerian ini.


Dia juga tidak mengerti mengapa lelaki yang begitu mengerikan ini bisa sampai ditempat persembunyian nya.


***


"Tuan Adam,"


Alice berbicara pelan sekali, dia menitikkan air matanya, dia tidak menyangka keajaiban itu datang kepadanya.


Seseorang yang ada di pikirannya sekarang ada di hadapannya, ialah suaminya sendiri.


Dan ini adalah kedua kalinya Adam tiba-tiba datang menyelamatkan dirinya dari kegelapan.


"Alice ...." setelah memberikan tendangan yang sangat menyakitkan kepada Luke, Adam langsung berlari dan meraih Alice, tubuhnya bergetar melihat betapa lemah istrinya sekarang ini.


Adam segera memeluk Alice, dia meraih jasnya dan menutupi tubuh Alice dimana baju bagian lengan Alice telah terobek sehingga menampakkan bagian bahunya.


Saat melihat keadaan Alice dari dekat. hati Adam hancur, dia merasa gagal melindungi Alice, wajah pucat dan lemah, apalagi tangannya berdarah dan entah mengapa wajah Alice pucat namun disaat yang bersama terasa panas.


"Jangan bilang ...." benak Adan melebarkan matanya.


Saat ia memeluk Alice, ia langsung tahu jika tubuh Alice sedang dikendalikan oleh obat perangsaang yang kuat, suhu tubuhnya tidak normal sama sekali.


"Tuan, maafkan aku, maafkan aku karena begitu lemah dan tidak bisa melindungi diriku, padahal Tuan sudah mengajari aku, maafkan aku," dengan suara yang lemah dan bergetar hebat, Alice melingkarkan tangannya di kedua leher suaminya dimana sekarang Adam merengkuh nya begitu erat.


Memeluk istrinya ini seolah tengah bersyukur sekali belum terjadi apapun kepada Alice, bersyukur sekali dia sampai tepat waktu.


"Ssshhh ... tenanglah, aku sudah disini, aku sudah datang, kau boleh tenang dan jangan mengkhawatirkan apapun,"


"Aku akan melindungi mu, aku tidak akan membiarkan mu sendiri lagi, maafkan aku, maafkan aku, membuatmu berada di posisi ini lagi," Adam tak kuasa menahan air matanya.


Dia kesakitan melihat Alice menderita, dia tdiak terima, dadanya sesak, rasanya tidak adil, dia hanya ingin kebahagiaan saja yang harus mengelilingi Alice, kepedihan dan rasa sakit seperti ini harus pergi dari sisi istrinya.


Luke yang melihat manusia yang seperti iblis itu menitikkan air mata untuk Alice melebarkan matanya, tubuhnya bergetar ngeri, saat itu ia sadar jika dia tidak akan selamat lagi.


***

__ADS_1


Guys jangan lupa di like dan komen yaa, biar ranking novel makin naik. 🥺 kalau kalian like dan komen maka ranking akan naik dan akan dilirik sistem Noveltoon, jadi bakal dipromosikan nanti. 🥺🤍


__ADS_2