
Episode 62 : Kau harus tanggung jawab kepadaku!
***
Penyatuan indah dan pelepasan yang begitu memuaskan, tidak ada yang bisa menggambarkan betapa berharga dan ajaibnya malam itu
Adam tidak bisa menggambarkan kebahagiaan hati dan hasratnya sekarang ini.
Seolah apa yang ia cari selama ini telah ia dapatkan, hubungan seksuaal yang tidak berarti yang hanya untuk menjaga kesehatan nya saja selama ini maknanya berubah sepenuhnya.
Adam Duke menemukan jawaban lain, kenikmatan yang satu tingkat lebih baik dan tak bisa ia gambarkan.
Dia kelihatan sangat menikmati, matanya selalu berfokus ke wajah Alice yang merah merona sangat cantik.
Adam yang terlalu menikmati ingin melakukannya semalam suntuk, dia belum puas sama sekali, dia ingin lagi dan lagi.
Akan tetapi saat ia tahu istrinya masih merasa sakit, dia tidak terburu buru, dia tidak egois, dia menunggu sebentar dan berhenti sebentar, dia mengusap rambut istrinya sembari mengecup bibirnya berulang kali agar istrinya ini tidak terlalu terfokus pada rasa sakitnya.
Untuk pertama kalinya, Adam begitu sabar dan mengalah, dia belum pernah seperti ini sebelumnya, biasanya dia sangat menuntut dan hanya mementingkan kepuasan nya sendiri, dia tidak pernah peduli dengan pasangan tidurnya sebelumnya.
Namun ini sangat berbeda, perasaan nya juga rasa yang ditimbulkan pun jauh lebih nikmat dan mendebarkan dari hubungan yang selama ini pernah ia lakukan.
“Sa ... sakit,” keluh Alice memejamkan matanya dan hanya bisa mencengkeram kuat tubuh suaminya.
Dia tidak ingat lagi apa yang terjadi setelah itu, yang ia ingat, rasa sakitnya hilang lambat laun karena begitu lembut lah suaminya memperlakukan dirinya.
Tubuhnya di rengkuh dengan begitu hangat, sampai sampai sekarang dia merasa kan hal lain, bukan sakit tetapi hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Karena gejolak yang tidak bisa ia terima lagi, apalagi rasa kenikmatan yang belum pernah ia rasakan membuat tubuhnya terguncang dan kelelahan sekali.
Mungkin karena pengaruh obat, rasa lelah dan nikmat yang dia rasakan secara bersamaan memberikan efek kejut yang membuatnya tertidur pulas saat mengalami pencapaian pertamanya.
Semua itu karena Adam, Adam pintar sekali mengenali tubuh wanita, sampai sampai membuat Alice merasa pusing.
Adam menyadari hal itu, dia bahkan belum puas melakukan nya tetapi ia bahagia sekali, tidak ada yang bisa menggambarkan kebahagiaan nya saat ini.
Dia kemudian menghentikan aksi nakalnya, dia melihat tubuh istrinya yang sudah memiliki banyak tanda biru, dia bahkan terlihat seperti macan tutul sekarang.
“Deg ... Deg ... Deg!”
__ADS_1
“Apa kah ini semua ulah ku? ternyata aku bermain sangat lama di tubuhnya, pantas saja dia kelelahan!"
"Adam! kau harus bisa menahan gairah mu sedikit!” ketus Adam pada dirinya sendiri.
***
Walau dia belum puas dan bermain dengan hebat, dia sudah senang, dia juga tidak bisa memaksakan keinginan dan gairah kuatnya.
Dia mengecup dahi istrinya, “Maafkan aku sayang, aku seperti nya terlalu bersemangat,” bisik Adam kemudian memakaikan baju untuk istrinya.
***
Adam berbaring di sisi Alice, dia tidur dengan melihat kearah istrinya yang baru saja menyerahkan segala yang ia punya kepadanya.
Keindahan dan kecantikan istrinya yang tadi berada di bawah tubuhnya benar-benar masih terngiang-ngiang dan ingin diulangi lagi oleh Adam.
Tetapi masih harus ia tahan, ini adalah kali pertama untuk Alice, jadi wajar saja Alice terlihat begitu lelah dan tertidur begitu saja.
“Hmmm, melihat nya tertidur seperti ini membuat ku tidak tenang! Kenapa sih wanita ini sangat menggoda bahkan saat dia tidur!”
“Sial aku masih mau melakukan nya, dia bahkan meninggalkan aku tidur saat aku sangat bergairah!"
Seru Adam menyeringai dalam bayangannya.
Rencana kotor yang kesekian kali sudah terencana dengan matang, dia ingin melakukan nya dengan puas saat besok.
Waktu akhirnya berlalu, malam panas yang memusingkan akhirnya berlalu.
***
Pagi hari di kediaman Adam Duke.
“Ahhh, kepalaku pusing sekali.” Alice merasa kepalanya begitu sakit dan dia merasa ada perasaan nyeri di kedua pangkal pahanya.
“Ahh ....” Alice terkejut dengan mata melebar sesaat setelah ada bayangan dan ingatan yang mengerikan di kepalanya, dia membayangkan dia melakukan itu dengan Adam dan dia kelihatan sangat menikmati nya.
Alice masih merasa jika itu adalah mimpi.
Tetapi saat ia melihat tangan, area leher ada banyak sekali tanda-tanda biru ditubuhnya, dan dia menilik sedikit ke bagian dadanya dari sela sela bajunya, dan ternyata di bagian dadanya jauh lebih banyak lagi tanda biru itu.
__ADS_1
Dia benar benar sudah terlihat seperti macan tutul sekarang.
“A ... apakah itu nyata? A ... apakah bayangan wajah nakal dan suara suara nakal yang tergambar di kepalaku adalah nyata?"
"Apakah aku dan Tuan Adam telah ...."
"Ah iya, kan aku yang menarik tangannya sendiri agar menyentuhku,"
"Apakah Tuan Adam akan berpikiran yang tidak tidak tentang aku karena begitu nakal tadi malam? astaga, banyak sekali hal yang tidak ku mengerti!"
“Haaahhhh!” Alice mencoba menarik dan menghembuskan nafasnya secara teratur, agar dia tetap bersikap tenang dan semuanya akan baik-baik saja.
Sesaat setelah berhasil menenangkan dirinya, Alice dengan wajah merah dan masih dengan perasaan campur aduk, dia melihat ke sisinya, dimana Adam dengan tubuh bidangnya tertidur pulas di sisinya.
"Tuan, terimakasih sudah menyelematkan aku tadi malam, aku sangat bersyukur karena Tuan adalah yang pertama untukku," bisik Alice hendak menyentuh wajah Adam akan tetapi ia urungkan.
Dia tidak ingin mengganggu tidur Adam Duke.
Akan tetapi saat Alice hendak menarik tangannya, Adam yang sebenarnya sejak tadi sudah bangun langsung menahan tangan mungil istrinya.
"Sayang ... mau kemana?" bisik Adam sembari menyeringai nakal dan menatap tajam kearah istrinya.
"Deg!"
Alice terkejut sekali, dia tidak menyangka ternyata Adam hanya berpura-pura tidur sejak tadi.
"Tu ... Tuan," Alice yang masih berbaring menyamping mencoba menyembunyikan wajahnya di selimut, entah kenapa dia malu sekali.
Rasanya dia ingin bersembunyi saja, karena bayangan nakal dan tindakan spontan nya tadi malam benar-benar seperti bukan dirinya saja.
*Adam langsung menarik salah satu tangan Alice yang tidak terluka dan membuatnya terbaring diatas tubuhnya*
"Ah ...." Alice berteriak kecil, hanya dalam waktu singkat tubuh mungilnya sudah ada diatas tubuh hangat suaminya yang bidang itu.
"Sayang ... panggil aku Adam, kenapa kau memanggilku Tuan lagi? apakah kau tidak ingat seberapa nakal kau tadi malam?"
"Kau bahkan mencakar pundak ku, kau harus tanggung jawab kepadaku," Adam dengan wajahnya yang terlihat begitu cerah dan nakal mengerjai istri polosnya itu.
"Be ... benarkah? aku melukaimu Tuan? astaga .... maafkan aku, aku akan bertanggung jawab!" Alice yang polos dan selalu saja percaya kepada suaminya benar-benar khawatir dengan pundak Adam sekarang ini.
__ADS_1
***