Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Alice mengalahkan salah seorang penjahat!


__ADS_3

Episode 55 : Alice mengalahkan salah seorang penjahat!


***


"Kami sudah kehabisan waktu," Luke merasa sudah berbicara terlalu lama, dia harus segera menyelesaikan misinya atau jika tidak akan ada masalah yang akan menimpa mereka.


Luke hendak menarik tangan Alice, tetapi Haley segera menyingkir tangan Luke dimana saat itu pula Haley melempar senjata api yang ada di tangan Luke.


Otomatis genggaman tangan Haley di tangan Alice terlepas, dan sekarang Alice harus bisa mempertahankan dirinya dari beberapa penjahat yang lain.


"Alice ... jangan takut, ingat latihan mu, kau sudah cukup kuat, aku yakin itu," Haley berteriak kearah Alice yang batu pertama kali merasakan sensasi takut namun juga ingin berjuang.


Sepertinya Alice benar-benar telah berubah sedikit demi sedikit dari hatinya.


"Ho? aku sudah duga kau cukup kuat Haley, tetapi kau salah sangka, kami ada 12 orang lengkap dengan senjata sedangkan kalian hanya ada 2 orang, menyerah lah," ledek Luke memeringati.


Dia hendak melangkah mengambil senjata api yang terjatuh namun ....


"Persetan, kau menjijikkan tutup mulutmu sampah!" geram Haley melayangkan tendangan dan kemudian memulai pertarungan jarak dekat dengan Luke.


Sedangkan Alice ....


Ada sekitar 11 orang lainnya mengepung dirinya.


"Ingat jangan melukainya," bisik salah satu penjahat itu, dan di dengar oleh Alice, bagaimanapun pendengaran Alice sangat jeli dan jernih.


"Kesempatan, aku harus berubah dari diriku, aku tidak boleh selalu takut dan bersembunyi, aku harus menjadi kuat agar aku bisa mempertahankan semua yang sudah aku dapatkan, aku harus kuat agar aku pantas berada di sisi Tuan Adam!"


Semangatnya ia nyalakan, seperti kobaran api, awalnya pelan tetapi lama-kelamaan menyebar.


Alice menatap dengan tajam, dia memasang kuda-kuda bertarung seperti yang diajarkan oleh Adam.


Dia memejamkan matanya secara perlahan, lalu dia menghembuskan nafasnya secara teratur, dia harus dalam keadaan seimbang dan kokoh agar dia tidak mengacuhkan segalanya.


Juga agar gerakan yang ia lancarkan bisa maksimal.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? sudah cepatlah ikut kami, jangan banyak gaya ...." salah seorang dari mereka mencoba menarik tangan Alice akan tetapi saat itu pula, mata Alice langsung terbuka.


Tangan yang hendak menarik Alice, ia tarik lalu ia pukul persendiannya, setelah itu Alice melihat sudut tubuh seseorang yang jika ia pukul akan mengakibatkan orang itu lumpuh sebentar.


Karena daya tinju Alice masih belum terlalu kuat, Alice segera melumpuhkan salah seorang penjahat itu dengan memukul sudut tubuh nya menggunakan siku tangan.


Entah darimana Alice bisa mengetahui sudut-sudut tubuh yang sangat riskan untuk dilumpuhkan, sepertinya jika Alice tersudut entah mengapa dia memiliki kemampuan spesial untuk bertahan hidup.


Seperti contohnya, selama ini Alice bisa hidup tanpa sinar matahari, juga kadang tidak makan, seolah semesta memang mendukung nya yang tertindas selama hidup.


"Aahhhh!"


Penjahat itu berteriak dan tersungkur, gerakan Alice sangat cepat, seperti perkiraan Haley, walau Alice belum memiliki tinju yang kuat akan tetapi Alice bergerak sangat cepat dan tubuhnya ringan jadi gerakannya lebih fleksibel dan mumpuni.


Saat salah seorang penjahat itu lumpuh, dan tersungkur dan hadapan rekannya yang lain, sisa 10 orang penjahat itu langsung menganga dan tak yakin dengan apa yang mereka baru lihat.


Seorang wanita yang sangat cantik, bertubuh mungil dan terlihat begitu lemah mampu melumpuhkan seorang lelaki bertubuh besar dan memiliki kemampuan bertarung yang hebat.


Disaat yang bersama, Alice untuk pertama kalinya melukai seseorang dan mengalahkan seseorang merasakan campuran perasaan.


Tangannya bergetar dan ada rasa panas terbakar di dadanya, "Aku ... aku bisa mempertahankan diriku, aku bisa melindunginya diriku, aku bisa ...." dia tersenyum, senyumannya terlihat mengerikan bagi anggota Falcon yang lain.


"Cepat lumpuhkan, waktu kita tidak banyak," teriak salah satu orang lagi setelah melihat seorang rekannya terkapar sembari mengeluarkan busa dari mulutnya.


Akan tetapi ....


"Berhenti!" suara nyaring Luke mengejutkan semua anggotanya termasuk Alice.


Mata Alice membelalak saat melihat kearah Luke.


Ketakutan yang hebat memenuhi diri Alice, Alice tidak ingin melihat orang terdekatnya, kakak tertuanya terluka.


Dan sekarang, Alice bisa melihat dengan jelas jika tangan kakak tertuanya, Haley sedang di cengkeram erat oleh Luke, dengan salah satunya lagi senjata api menyentuh kepala Haley.


Luke memang ketua dari semua anggota Falcon yang ada di ruangan ini, jadi kemampuan bertarungnya juga berada diatas rata-rata dimana Haley tidak bisa menandinginya.

__ADS_1


"Maafkan aku Alice, cepatlah kabur, pergi lah, jangan hiraukan aku," Haley mencoba memohon, mencoba mengatakan kepada Alice agar Alice kabur saja.


Alice yang melihat itu dengan mata berkaca-kaca menggelengkan kepalanya.


"Tidak, bukankah kakak bilang jika rekan itu saudara? aku tidak mau meninggalkan saudara ku, Kakak, apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkan mu!"


Alice berteriak.


Dia menangis melihat Kakak tertuanya, yang selalu saja membuatnya tertawa dan memberikan nasehat kepadanya dicengkeram dan di ancam hendak di tembak seperti itu.


Hal itu menyakiti hati Alice begitu dalam.


"Oh Alice, kau masih kelihatan sangat cantik ya, selama aku menjadi tutor mu, aku sangat mengagumi mu,"


"Tapi sekarang, gurumu ini sedang terburu-buru, jadi cepatlah serahkan dirimu jika tidak ingin temanmu ini mati," bisik Luke sudah membunyikan satu hentakan pistol, jika satu hentakan lagi maka pelurunya akan menembus kepala Haley.


Mata Alice menatap dengan sangat tajam, tangannya mengepal dengan sangat kuat.


"Aku bersumpah demi langit dan bumi, jika kau berani melukai kakak tertuaku, kau akan menyesal telah hidup di dunia, aku akan membunuhmu dan mengejar mu sampai mati, ingat ucapan ku!" geram Alice dengan mata yang begitu tajam.


Sembari tangannya sudah diikat oleh yang anggota Falcon yang lain agar tidak bisa melakukan perlawanan lagi.


Saat Luke mendengar ancaman itu, entah kenapa rasa takut memenuhi dada Luke, seolah wanita yang saat lalu ia kenal begitu lembut telah berubah menjadi sangat kuat dan terasa sangat menakutkan.


"Mengapa Alice bisa berubah dengan sangat cepat? ada apa sebenarnya?" benak Luke segera menggelengkan kepalanya.


Dia sedang ada dalam misi, jadi dia tidak boleh melamun dan harus fokus.


"Alice ...." Haley menangis melihat Alice diikat oleh anggota Falcon itu, dia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak cukup kuat untuk melindungi Alice.


"Kakak tertua, tenang saja aku pasti baik-baik saja," seru Alice meyakinkan kakak tertuanya.


Lalu setelah itu semuanya menjadi gelap.


Baik Alice maupun Haley, telah dibuat pingsan agar tidak menimbulkan suara.

__ADS_1


Alice dibawa pergi oleh perkumpulan Falcon sedangkan Haley tergeletak pingsan di ruangan latihan dengan air mata yang membasahi pipinya.


***


__ADS_2