
Episode 63 : Biarkan aku bertemu dengan Rose.
***
Alice yakin seseorang pernah mengatakan itu dahulu, hanya saja Alice tidak ingat
Dan pastinya Alice tidak mungkin dikurung dari bayi, jika logika berbicara maka Alice pasti mati jika dari bayi di kurung seperti itu.
Masih banyak rahasia yang harus ia ungkapkan.
***
Saat mendengar permintaan Rose yang tidak masuk akal, Adam dengan sangat kesal langsung mematikan panggilan nya.
"Dasar wanita tidak tahu diri, ingin ku habisi dia tapi belum saatnya!"
Dengan meledak-ledak dan seperti tengah terbakar, Adam bersumpah akan menghabisi Rose jika saja Rose masih mengganggunya.
"Sayang ... jangan dengarkan wanita gila itu, dia tidak akan bisa bertemu denganmu jadi ...." Adam mencoba menenangkan istrinya, dia menoleh sekarang kearah Alice dengan cara menunduk.
Akan tetapi ....
Alice dengan mata penuh harap dan berbinar-binar menatap kearah suaminya.
"Deg ... Deg ... Deg!"
"Seperti anak kucing, lucu sekali ...." Adam langsung merasa gemas.
Istrinya ini, semakin ia lihat semakin banyak pesonanya, ini sangat sangat berbahaya untuk kesehatan jantung Adam kedepannya.
"Adam ...." dengan nada suara yang sangat lembut, mata bulat berbinar dan wajah yang sangat lugu dan polos.
Alice seperti tengah memohon kepada suaminya.
"Aku ...."
"Ummm ....'
"Aku ingin bertemu dengan Rose ...." Alice akhirnya mengatakan permohonan nya, akan tetapi sebelum Alice melanjutkan ucapannya ....
"TIDAK!"
Adam dengan tegas langsung menghentikan ucapan Alice.
"Mau seimut apapun kau mencoba memohon, aku tidak akan mengijinkan mu bertemu dengan nenek lampir itu!" ketus Adam benar-benar tidak memberikan kesempatan kepada Alice untuk menyanggah ucapannya.
"Apakah kau lupa dengan hal mengerikan yang ia lakukan kepada mu? dia itu manusia sampah yang melukai saudaranya sendiri! jadi jangan pernah bertemu atau bertegur sapa dengannya lagi! mengerti!"
Adam benar-benar serius dalam ucapannya, dia tidak ingin Alice mengingat kenangan buruk di rumah itu lagi.
Apalagi jika bertemu dengan Rose, pasti Rose akan mempengaruhi Alice dan mengatakan hal yang tidak-tidak, Adam tidak ingin Alice terluka dan menderita lagi.
***
__ADS_1
Saat mendengar ketegasan suaminya, mata Alice segera berbinar-binar, dia meraih jemari suaminya.
Dia menyandarkan wajahnya di tangan suaminya, Alice memejamkan matanya dan tersenyum begitu lembut.
"Rasa dibela seperti ini sangat menyenangkan,"
"Adam, kau memang sangat spesial untukku, terimakasih sudah mendukung aku dan mengeluarkan aku dari kegelapan ...."
"Karena mu aku bisa tidur di ranjang yang hangat ...."
"Karena mu aku bisa bercermin dan melihat wajahku sendiri,"
"Karena mu aku bisa memiliki teman,"
"Karena mu aku bisa melakukan banyak hal yang selama ini hanya mimpi yang tidak pernah bisa aku gapai,"
"Apakah kau tahu jika keberadaan mu adalah sebuah cahaya dan berkah untukku?"
Alice menitikkan air mata bahagia di pipinya, dia bersandar di tangan kokoh suaminya dan merasakan kehangatan suaminya.
"Ke ... Kenapa kau menangis?"
"Aku tidak marah padamu, maafkan aku berbicara terlalu kuat, aku hanya khawatir, hanya itu saja ...."
Adam sedikit panik saat melihat Alice menangis di sisinya, dia langsung memeluk erat Alice.
Lalu mengusap rambut panjangnya dengan lembut.
***
"Adam ...."
"Kau tahu ... aku selalu mendengar kata kutukan di telingaku, mengatakan aku tidak pantas hidup, aku terkutuk dan aku tidak seharusnya di lahir kan!"
"Awalnya aku mengira jika aku berhalusinasi, tetapi saat tadi malam, aku berada di ruangan gelap lagi .... aku mendengar hal yang sama,"
"Aku yakin itu bukan halusinasi melainkan seseorang pernah mengatakan itu kepadaku dan menjadi rasa takut di hatiku hingga aku mendengar nya sampai sekarang,"
"Yang ingin aku katakan adalah, tolong biarkan aku bertemu dengan Rose, aku ingin memulai darinya, aku ingin menunjukkan kepadanya jika aku bukanlah Alice yang dulu ...."
"Biarkan aku mencari tahu siapa diriku sebenarnya, mengapa aku berakhir dikurung ditempat gelap itu,"
"Mengapa semua orang membenciku dan mengapa banyak pelayan yang mati saat menjagaku, tolong dukung aku untuk mencari tahu segalanya, dan membalaskan siapapun yang sebenarnya mempermainkan hidupku,"
Alice berbicara jujur sekali.
Tujuannya bertemu dengan Rose bukan karena rindu atau apapun, akan tetapi Alice ingin mencari tahu siapa sebenarnya dirinya.
Alice ingin bangkit, Alice ingin menghilangkan kegelapan yang selama ini mengelilingi dirinya.
Alice ingin menyelesaikan dasar masalah dari hidupnya dengan tangannya sendiri.
***
__ADS_1
"Tapi bagaimana jika dia memiliki rencana licik, dia kan nenek lampir jelek yang memiliki bau parfum menyengat!" ketus Adam bersandar di tengkuk istrinya.
Masih mengusap rambut Alice begitu lembut sekali.
"Aku jamin aku tidak akan kalah, dia adalah musuh pertama yang harus aku hadapi, aku harus mengalahkan dia baru bisa melangkah maju,"
"Tenang saja, aku bisa mengajak Kak Haley bersamaku jika kau masih khawatir," seru Alice memberikan segala jawaban yang akan menenangkan hati Adam Duke.
"Haahhhh!"
Adam menghela nafasnya dalam-dalam.
Dia melonggarkan pelukannya sebentar ....
"Dasar monster kecil, awas ya jika kau kalah, jika kau kalah darinya aku tidak akan mengijinkan mu bertemu siapapun lagi,"
"Dan kau harus ingat, sekarang kau memiliki aku, dan saudara-saudara ku yang lain, aku dan yang lain pasti akan membantumu," seru Adam menyentuh pipi Alice dan meyakinkan Alice jika dia tdiak akan pernah sendirian lagi.
***
Disaat yang bersamaan di kediaman kakak pertama Gordon Brown,
"Ayah ...." Virgo Brown yang saat lalu harga dirinya terluka sekali karena ancaman dan rasa takutnya melihat Adam Duke dan anak buahnya sekarang tengah mengadu kepada Ayahnya.
Anak pertama dari keluarga Brown, anak yang paling berkuasa dan paling ditakuti saudara-saudara nya yang lain karena keberingasan dan kengeriannya.
"Ada apa, kenapa kau merengek pagi hari ini" seru ayahnya tengah bersantai di tepi kolam mansion nya.
Jika dibandingkan saudaranya yang lain, dia terlihat lebih santai dan pakaiannya tidak terlalu formal.
"Saat pemilu ada yang mengganggu ku, aku ingin menghabisi nya, tolong bantu aku, dia menghancurkan harga diriku Ayah,"
Virgo yang terkenal sangat manja itu mengadu kepada ayahnya.
"Yasudah habisi saja, gunakan anak buah Ayah, jangan sampai ada seorang pun yang berani menjatuhkan mu, pergilah! jangan ganggu pagi ku yang Indah ini!" ketus ayahnya seolah tak bergeming.
Dia menyuruh putranya menghilangkan nyawa orang lain tetapi dia terlihat sangat santai mengatakan hal itu.
.
.
.
.
Jangan lupa di like dan komen, dan jika berkenan mampir ke karya author yang juga lagi ongoing, judulnya "Belenggu Hasrat Sang Mafia"
Dimasukkan ke dalam list favorit saja dulu, agar nanti saat Pengantin Tuan Adam tamat kalian bisa langsung baca, tidak kalah menarik loh dari novel yang ini. hehe
Terimakasih banyak sebelumnya, Lope you sekebon cabe dah 🤍🌶️
__ADS_1