Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Keputusan Alice.


__ADS_3

Episode 127 : Keputusan Alice.


***


Tanpa diketahui oleh Gordon, Rose tengah mendengar pembicaraan ayahnya dan pembunuh bayaran itu.


Rose sudah tidak dikurung lagi akan tetapi dia juga belum bisa keluar dari rumah dengan sembarangan.


Saat tahu Alice akan diculik membuat Rose menyeringai tajam.


"Bagus sekali, ini adalah kesempatan ku untuk membalas wanita sialan itu karena menginjak harga diriku saat lalu,"


Rose sudah memiliki rencananya sendiri, dia akan menggunakan kesempatan ini, dia akan menyiksa Alice sekali lagi setelah suruhan ayahnya menculik Alice.


***


Di saat yang bersamaan,


Setelah Adam memberikan waktu untuk Alice bisa berpikir sendiri, Alice segera ke balkon dan duduk disana.


Hari ini Alice tidak ingin di ganggu oleh siapapun, dia merenung dan bertanya pada dirinya sendiri, hendak menemukan jawaban yang ada dalam dirinya.


Dia ingin sendirian, bukan karena membenci segala sesuatu yang disekitar nya akan tetapi dia ingin tahu langkah apa yang harus ia ambil selanjutnya.


Begitu banyak kesukaran dan penderitaan yang ia terima, bahkan orang yang tidak bersalah terseret kedalam permasalahan harta duniawi yang bagi Alice sama sekali tidak penting.


Alice tengah duduk di balkon kamarnya, menatap langit biru yang luas, awan selalu saja melewatinya, jadi langit biru tak pernah menjadi bersih seutuhnya.


Matanya menatap dengan banyak pertanyaan di dalamnya.


Saat ia menatap ke langit, wajahnya yang sendu menangkap sebuah pemandangan yang membuat matanya berbinar, di langit ada beberapa burung yang terbang berbentuk V, seolah disengaja, salah satu burung memimpin kawanannya di depan agar mereka bisa selamat sampai tujuan.


Burung itu tengah bermigrasi, dan sesekali pasti burung yang di depan akan bergantian dengan burung yang di belakang agar mereka tidak cepat kelelahan.


Alice menemukan jawaban yang ia cari, dia berdiri dan nafasnya memburu.

__ADS_1


Sama seperti burung yang tengah terbang bermigrasi, selalu saja ada pemimpin yang me menuntun, tetapi disaat yang sama sang pemimpin juga butuh dukungan dari para rekannya.


Begitu juga dengan kehidupan, mungkin Alice bisa bersedih, meratapi betapa malang nasibnya, betapa tidak adil hidup yang disediakan untuknya.


Sejak ia lahir, ayahnya telah tiada, ibunya mengalami gangguan kejiwaan hingga menyiksanya, bahkan setelah itu dia dikurung dan tersiksa.


Tetapi sebuah harapan muncul, ketika suaminya tiba-tiba saja datang entah darimana, dan ternyata suaminya mengalami penderitaan dengan luka yang begitu pilu sepertinya.


Suaminya ibarat pemimpin yang memimpin terbangnya kawanan, akan tetapi di tengah jalan tidak akan tahu apa yang akan terjadi, dia sebagai istri harus melakukan perannya.


Mendukung suaminya namun disaat yang sama harus siap memimpin jika diperlukan.


Alice mencengkeram tangannya.


"ROSE ... BARON BROWN, TIDAK AKAN KUBIARKAN KALIAN BISA MELAKUKAN SESUKA KALIAN LAGI!"


Alice sudah meneguhkan tekadnya.


Setelah beberapa waktu berada di dunia yang sungguh berbeda dari kotak kecil gelap yang dahulu ia kenal.


Alice akhirnya tahu, jika di dunia ini ada beberapa kelompok orang yang benar-benar jahat dan harus dilenyapkan.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Alice melangkah ke dalam ruangan, dan tenaga menuju ruangan kerja suaminya.


Adam memang tidak pergi ke perusahaan atau ke kantor dinas yang sudah disiapkan untuknya sebagai anggota DPR, Adam memiliki banyak hal yang harus ia persiapkan.


Dia juga harus mengkoordinasikan pekerjaan Kai yang tengah mengumpulkan sekutu untuknya, ialah sebagai rencana cadangan jikalau ada hal yang tidak diinginkan terjadi.


"Tok ... Tok ... Tok!"


Alice mengetuk pintu ruangan kerja suaminya, lalu setelah itu barulah ia masuk.


Lalu dengan mengepal tangannya, dan wajahnya yang terlihat serius namun terkesan menggemaskan.

__ADS_1


Dia berbicara kepada suaminya.


"Aku ingin ikut dalam pembalasan ini, aku juga adalah korban, jika aku tidak ikut membalaskan dendam ini maka selamanya traumaku akan merajalela, dan aku tidak akan bisa hidup tenang,"


"Biarkan aku menjaga kehidupan ini juga, seperti yang kau bilang, sama seperti aku, ini juga adalah kehidupan yang aku ingin lindungi,"


"Kau adalah kehidupan ku!"


Dengan tegas dan sedikit berat, Alice berbicara begitu lantang dan percaya diri.


Alice memang selalu bisa melihat sesuatu lebih luas dari orang biasanya, dia sadar jika dia hanya terpuruk dan menyalahkan diri sendiri maka dia tidak akan bisa melakukan apapun dan berkontribusi apapun kepada suaminya.


Dia sudah berjanji akan menjaga seluruh yang ia miliki juga suaminya, walau sakit dan hatinya belum siap sama sekali, akan tetapi dia tetap harus melangkah maju.


Saat mengatakan itu entah kenapa Adam dibuat semakin terpesona, memang bukan waktunya untuk Terpesona akan tetapi wanita yang menjadi istrinya ini selalu bisa mengejutkannya setiap waktu.


Hal itu bisa menjelaskan salah satu alasan bagaimana Alice bisa bertahan hidup setelah dikurung selama bertahun-tahun, walau disiksa tetapi tetap bangkit.


Karena memang dalam dirinya ada yang sesuatu yang berbeda dari orang kebanyakan.


.


.


.


Author :


Halo jangan lupa di like yaa, btw terimakasih ya untuk dukungannya. terutama yang memberikan vote ...



Aku sangat berterimakasih untuk dukungannya, walau novel ini masih memiliki banyak kekurangan kalian masih memberikan dukungan seperti ini.


Terimakasih banyak ya. 😭

__ADS_1


Nanti yang ranking 1-3 akan author berikan pulsa senilai 50rb yaa.. setelah novel ini tamat.


Hehe 🤍


__ADS_2