
Episode 21 : Dia sangat menggairahkan!
***
Adam berada tepat diatas tubuh Alice walau memang masih berjarak namun tetap saja mereka terlalu dekat.
Adam sungguh kebingungan dengan dirinya sendiri, sejak pertama kali ia melihat wanita ini dia selalu tidak bisa mengontrol tubuhnya sendiri.
Sedangkan Alice yang melihat tatapan Adam malah menangkap sinyal yang berbeda, Alice tidak tahu jika suaminya sedang terpesona kepadanya, yang Alice tahu sekarang Adam pasti marah besar karena dengan tidak tahu diri berani tidur dengan nya.
“Tuan …” Alice berbicara pelan, sembari memejamkan matanya, dia sudah pasrah.
“Hmmm?” Adam menyahuti juga, juga sedang menahan segala gejolak gairah yang ada pada dirinya pagi ini.
“Maafkan aku, aku tidak tahu mengapa aku bisa berada di atas ranjang mu, sungguh … percayalah padaku, tadi malam aku mengantuk lalu tidur di sofa, tapi anehnya saat aku bangun, tiba-tiba aku bisa bangun di sini,”
“Mungkin sulit di percaya akan tetapi aku mengatakan kebenaran, aku tidak berbohong, tolong jangan marah kepadaku,”
Alice mencoba meyakinkan Adam, berusaha sekuat tenaganya agar Adam tidak segera mengusirnya atau mengucilkannya seperti ayahnya.
Tapi saat Alice terlihat seperti sedang memohon dan memejamkan matanya, Adam langsung berada diluar kendalinya sekarang ini.
Sungguh, Alice benar-benar terlihat menggoda sekali, seperti mengasah kesabarannya, sejak tadi malam Adam sudah menahan dirinya sekuat mungkin, dan pagi ini dia harus melihat keindahan itu lagi, tubuh yang hanya menggunakan kemeja putih tembus pandang dan kelihatan sangat seksi di matanya.
Apalagi saat Alice memohon dan menjelaskan bagaimana dia berpindah keatas ranjang dan kebingungan oleh itu, hal itu sangat lucu dan imut.
__ADS_1
Kepolosan dan keluguan wanita ini terkadang membuat Adam kesal namun juga disaat yang bersamaan gemas juga.
“Haahhh!” Nafas Adam menjadi berat dan panas, dia secara perlahan tanpa sadar menurunkan wajahnya, dia mendekatkan wajahnya dengan Alice.
Tubuhnya juga ia turunkan, hingga menempel dengan tubuh Alice, matanya hanya tertuju kearah bibir merah cerry milik Alice.
Sekarang tubuhnya bergerak sendiri diluar kendalinya.
Nafasnya yang panas dan tubuhnya yang sudah bersentuhan dengan tubuh Alice sungguh memberikan sensasi hangat yang menggairahkan baginya.
Padahal belum melakukan apa-apa akan tetapi sesuatu seperti bergejolak dalam dirinya.
Alice yang menyadari tubuhnya sedikit berat dan merasakan nafas Adam benar-benar ada di hadapannya, segera membuka mata, dia mengedipkan matanya berkali-kali, kebingungan mengapa Adam sangat dekat dengannya sekarang ini.
Yang ia tahu, Adam sekarang sedang marah.
Adam yang sudah dekat sekali dengan bibir Alice langsung terhenti, dia menatap mata Alice sekarang yang terlihat begitu polos dan murni.
“Ah!”
“Aku ingin bercinta dengannya sekarang juga, tapi matanya sangat polos, kenapa dia memiliki tubuh dan wajah yang sangat indah dan di sisi yang sama dia memiliki kepolosan dan kemurnian itu? tidak adil!” geram Adam berdebat lagi dalam dirinya.
Dia segera melepaskan Alice dan berbaring di sisinya, masih terdiam dan menelan salivanya.
Adam menenangkan dirinya sendiri sejenak, jantungnya yang berpacu tak karuan harus ia tenangkan.
__ADS_1
Ia juga berencana akan memeriksa jantungnya ke Sazu, memeriksa apakah ada sesuatu yang salah.
Hal ini sungguh sedikit mengganggunya, bagaimana jantungnya berpacu tak karuan tanpa sebab yang ia ketahui.
***
“Hei kau!” setelah beberapa saat, Adam memecah keheningan itu lagi.
“Ya … Tuan?” Dengan sigap Alice langsung duduk dan siap menerima perintah apapun yang akan diberikan oleh Adam untuknya.
“Aku tidak tahu apakah kau sengaja menggodaku atau tidak, akan tetapi jika kau masih menunjukkan tubuhmu kepadaku seperti ini, kau akan merasakan apa yang tidak pernah kau rasakan, dan aku tidak akan menahan diri lagi!” Adam berbicara ketus, dia menutup matanya menggunakan lengan, juga sebenarnya untuk menutupi seberapa merah wajahnya sekarang.
Sungguh, jika ada orang yang tahu Adam Duke malu dihadapan istrinya sendiri, maka orang itu pasti pingsan, karena ini merupakan kali pertama.
Ya, bukan hanya Alice saja yang merasakan banyak kali pertama, Adam Duke juga merasakan hal yang sama, merasakan banyak kali pertama sejak ia bertemu dengan Alice.
Seperti misalnya menjadi malu, jantungnya berdegup kencang dan gairahnya meledak-ledak.
.
.
.
.
__ADS_1