Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Memakan aku?


__ADS_3

Episode 104 : Memakan aku?


***


Keduanya masih saling berpegangan tangan.


“Nona Alice, selamat ulang tahun, aku tidak bisa hadir di acara ulang tahun mu saat lalu karena melakukan misi,” Black yang sudah mengantuk sekali segera memberikan hadiah mencoloknya.


“Terimakasih Tuan Black,” seru Alice menerima kado itu.


Setelah itu Sazu juga memberikan kado yang begitu lama ia pikirkan, “Ini kadoku Bos kecil,” Sazu memberikan kadonya.


“B … Bos kecil?” Alice sedikit kebingungan saat dipanggil dengan sebutan demikian.


Namun dia segera menerima kado dari Sazu, dia menerima beberapa foto, dimana foto itu adalah foto-foto mereka hari ini.


Mata Alice berbinar-binar saat melihat foto polaroid itu, di foto itu dia terlihat bahagia sekali, mungkin ini adalah foto pertamanya, dan di sisinya ada suaminya, di foto yang lain ada teman-temannya juga.


Seolah foto itu menjadi bukti jika semua ini bukanlah mimpi bagi Alice.


Ini adalah kado yang sangat bermakna bagi Alice.


Tadinya Sazu ingin membelikan Alice taman bermain karena ia mendengar Alice suka taman bermain, akan tetapi jika dia membelikannya maka Bos nya pasti tidak akan senang, karena akan terlalu mencolok dan berlebihan.


Tentu Adam tidak suka jika kadonya disaingi oleh anak buahnya.

__ADS_1


Setelah itu baik Black, Sazu dan Haley pergi berlalu, Black ingin tidur sedangkan Haley dan Sazu ingin pergi ke casino untuk mencari tambahan pundi pundi uang.


Entah bagaimana tetapi sepertinya Sazu sudah terlalu kaya sekarang.


Setelah menerima kado itu, Adam meraih tangan dan menggenggamnya lagi.


“Ayo … ikut aku, hari ini kau pasti sudah lelah, kita pulang saja,” seru Adam menuntun Alice untuk pergi melangkah menuju mobil.


"Juga kau terlihat terlalu menggoda dengan balutan seragam itu, sejak tadi aku sudah ingin memakan mu, tapi karena aku ingin hari ini kau menikmati hari di sekolah, aku jadi menahan diri sejak tadi!"


Adam terlihat terlalu menggebu-gebu sekarang.


Pipinya yang sudah merona karena membayangkan dia akan melewati olahraga panas pembuatan anak bersama istrinya.


Saat mendengar hal itu, Alice terdiam dan berhenti melangkah.


"Pffft!" Adam terkekeh kecil.


Dia langsung menarik tangan istrinya dan menggendongnya di tangannya.


"Sayang ... nanti kau juga akan tahu, peluk aku, aku akan berjalan dengan cepat!" seru Adam dengan bangga menunggu istrinya mengeratkan dekapannya.


Agar saat Adam menggendong Alice, Alice akan merasa nyaman.


Alice tentu mendekap suaminya, melingkarkan tangannya di leher suaminya.

__ADS_1


Lalu saat itu, Adam langsung melangkah dengan cepat.


Seolah tidak sabar hendak melakukan adegan menggebu-gebu.


***


Di sisi yang berbeda di kediaman Kai,


Seperti dugaan Kai, mencari tahu asal usul wanita yang ada di foto itu memang sangat sulit, bahkan ayahnya membutuhkan seharian untuk menyelidikinya.


Berkas-berkas yang ditemukan mengenai wanita itu dikunci oleh lembaga pemerintahan elit, apalagi Morgan berada di negara yang berbeda jadi sedikit sulit untuk mendapatkan informasi yang tersisa mengenai wanita itu.


Akan tetapi Morgan tidak menyerah, dia mendukung 100 persen tindakan Adam, dan jika menyelidiki wanita ini dapat membantu Adam maka dia pasti akan menemukannya dengan segala cara.


Dan benar saja, karena informan dan kedudukannya yang tinggi, Morgan bisa mendapatkan beberapa informasi penting, walau tidak semua tetapi saat ia mendapatkan informasi itu dia terkejut sekali.


Apapun informasi yang dia temukan, sudah jelas akan menggoyahkan Adam Duke, segala keindahan dan kehangatan yang tercipta akan pecah bagaikan serpihan kaca.


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf telat update, jangan lupa berikan saran membangun ya guys, aku menerima kritik membangun dengan sangat terbuka, jadi jangan takut berikan sarannya.


Terimakasih banyak.


__ADS_2