Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Ini hanyalah permulaan.


__ADS_3

Episode 72 : Ini hanyalah permulaan.


***


"Terimakasih sudah memberikan aku segalanya Adam, terimakasih ...."


Alice menangis tersedu-sedu, dia tidak bisa mengungkap rasa bahagianya, dan dia merasa segala hal yang ia terima setelah bertemu dengan Adam semuanya terasa luar biasa.


"Apakah ini air mata bahagia?" Adam berbicara sangat lembut, dia mengusap air mata istrinya yang terisak tepat di hadapannya.


Alice menatap suaminya, lalu masih terisak mengangguk dan tersenyum.


"Bagus ..."


"Apakah kau ingat ucapan ku, ini hanyalah awal mula, aku akan memberikan mu segalanya, aku akan menunjukkan mu dunia yang tidak pernah kau lihat sebelumnya,"


"Tunggu sebentar lagi, saat semua urusanku selesai, kita akan pergi ke dunia luar, mengelilingi dunia dan melihat tempat-tempat indah,"


"Agar tidak ada lagi tempat yang tidak pernah kau datangi, agar jikalau kau harus menangis maka itu haruslah tangisan kebahagiaan seperti hari ini,"


"Aku akan membuatmu lupa jika kau pernah merasakan sakit, aku berjanji jika saat kau bersamaku, maka hanya kebahagiaan yang akan kau terima," Adam menjanjikan kepada Alice semua hal yang tidak pernah Alice dapatkan sebelumya.


Adam mengatakan kepada Alice jika Adam akan memberikan segala hal yang tidak pernah didapatkan oleh Alice selama ini.


Adam mengatakan kepada Alice jika Adam akan memperlihatkan segala hal yang belum pernah dilihat oleh Alice selama ini.


"Sekali lagi, selamat ulangtahun sayang ...." bisik Adam tersenyum begitu lembut.


Wajah mereka begitu dekat, sehingga Adam dan Alice bisa memperhatikan dari jarak yang dekat.


Alice meraih kedua pipi suaminya, Alice tidak bisa lagi membayangkan jika lelaki ini tidak datang kepadanya saat itu.


"Adam ... terimakasih, terimakasih sudah datang saat itu dan membawaku bersamamu," seru Alice dengan sendirinya langsung mendekap suaminya.


Adam yang menerima pelukan spontan itu tentu saja bahagia.


Adam suka saat Alice mengambil inisiatif sendiri, walau itu sebatas pelukan atau ciuman, rasanya sudah sangat memuaskan bagi Adam.


Pipi Adam merona saat Alice memeluknya dengan sangat erat.


"Sayang ... kau senang?" Adam bertanya lagi, dia sudah tersenyum sangat nakal sekarang.


Pasti Adam tengah memikirkan hal nakal sekarang ini.


"Iya ... aku senang sekali, ternyata hari ini hari ulangtahun ku," seru Alice sekarang sudah terdengar sedikit tertawa kecil.


"Kalau begitu ...."


Adam segera melonggarkan pelukannya sedikit, akan tetapi tubuh mereka masih menempel dan Alice masih ada di pangkuan Adam Duke.


"Cium aku ...." bisik Adam menyeringai nakal.

__ADS_1


Adam mengira Alice akan terlalu malu untuk melakukan hal itu, dan Adam hanya ingin mengerjai Alice akan tetapi ....


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Alice berdegup kencang sekali sekarang, mungkin Adam bisa mendengar detak jantungnya.


Ini akan menjadi kali pertama bagi Alice dengan sendirinya mencium Adam, jadi dia masih sedikit gugup, akan tetapi dia ingin sekali melakukan hal itu walau masih malu.


Jadi ...


Alice segera memejamkan matanya dan dengan sangat gugup memajukan bibirnya dan menempelkan bibirnya di bibir suaminya.


Saat itu juga mata Adam langsung melebar, dan jantungnya rasanya mau meledak.


'Apa ini?'


'Dia sungguh mencium aku,'


Adam terkejut sekali tetapi tentu saja kebahagiaan dan kepuasan lah yang ia terima saat Alice menciumnya untuk pertama kali.


Saat setelah beberapa detik menempelkan bibirnya, Alice segera melepaskan ciumannya dan sekarang sudah menunduk malu sekali.


"A ... aku sudah mencium mu," seru Alice bahkan tidak berani melihat wajah suaminya yang sudah tersenyum begitu nakal di hadapannya.


"Sayang ... yang barusan itu bukan ciuman, tetapi hanya kecupan tipis, selama ini juga kau belum pandai berciuman,"


"Baiklah kalau begitu aku akan mengajari mu," goda Adam langsung menaruh kedua tangannya di leher Alice dan menarik wajah Alice agar dekat sekali dengan wajahnya.


Lalu, Adam mulai memberikan kelas ciuman untuk Alice, kali ini Adam mencium istrinya di ruangan kerjanya di perusahaan.


Dimana Alice duduk di pangkuannya berhadapan dengan dirinya.


Bagi Adam ini sangat menggairahkan, dia ingin melakukan nya segera akan tetapi Adam harus menunggu sampai malam dulu, makan malam spektakuler sudah ia persiapkan lalu setelah itu dia akan melakukan olahraga panas menggebu-gebu dengan istrinya.


Sekarang dia harus menahan diri dulu sejenak, karena dia tidak ingin Alice kelelahan saat acara ulangtahun nya nanti.


Ya, makan malam yang dikatakan oleh Adam juga adalah sekalian acara ulangtahun untuk istrinya.


***


Disaat yang bersama,


"Ayah ...." Rose tengah menangis datang mengadu kepada ayahnya.


Gordon sekarang sedang ada di perusahaan Brown, dan sedang mengerjakan banyak berkas penting


"Ada apa? kenapa kau datang kesini menangis?" seru Gordon merasa aneh, mengapa Rose tiba-tiba saja menangis datang ke perusahaan keluarganya.


"Alice ... dia menggertak aku, dia mengancam aku, dia mengatakan akan membalas semua perbuatan ku Ayah, bagaimana ini?"


"Aku tidak sudi di gertak oleh nya,"

__ADS_1


"Ayah ... tolong beri dia pelajaran,"


Rose menangis seperti anak kecil, dia sangat dimanja oleh ayahnya, sehingga saat seseorang yang tidak ia duga bisa menggertak nya membuatnya harus segera mengadu dan memberikan pelajaran sesegera mungkin.


Saat mendengar alasan Rose menangis, Gordon segera menghentikan apa yang sedang ia lakukan.


Wajah Gordon sekarang bukan lagi seperti wajah penuh khawatir seperti tadi.


"Rose ... apakah kau menemui Alice? bukankah Ayah sudah memperingati mu jika kau harus menjauhi nya?"


"Kenapa kau masih menemui nya? apakah kau menentang Ayah?"


Gordon Brown malah marah besar ketika tahu Rose masih mencoba menghubungi Alice.


Rose terkejut sekali setelah melihat kemarahan ayahnya, Rose tidak mampu menjawab apapun.


"Dia itu sudah tidak ada hubungannya dengan kita, dia bersama seseorang yang berbahaya, Ayah sudah bilang padamu kan?" Gordon tdiak habis pikir.


Disaat Gordon masih sangat waspada dan mencari tahu siapa Adam Duke sebenarnya dan apa tujuannya, putrinya malah mencari masalah lain.


Saat mendengar kemarahan Ayahnya, Rose yang tidak terima langsung berdiri.


"Ayah, kenapa Ayah marah kepadaku, ini semua salah Ayah!"


"Harusnya aku yang menikah dengan Adam bukan Alice, tetapi Ayah malah menikahkan Alice dengan Adam, kenapa?" Rose malah balik berteriak.


Rose sepertinya tidak membaca suasana hati Ayahnya yang sedang siaga dan marah besar.


"Brak!"


Gordon langsung memukul meja dengan sangat kuat.


"Wil," Gordon segera memanggil Assiten pribadinya.


"Iya Tuan?"


"Bawa Rose pulang, dan kurung dia di kamarnya, berikan pengawal ketat di depan kamarnya!" perintah Gordon tak mau lagi mendengar apa yang diucapkannya putri semata wayangnya itu.


.


.


.


.


Jangan lupa di like dan komen, dan jika berkenan mampir ke karya author yang juga lagi ongoing, judulnya "Belenggu Hasrat Sang Mafia"


Dimasukkan ke dalam list favorit saja dulu, agar nanti saat Pengantin Tuan Adam tamat kalian bisa langsung baca, tidak kalah menarik loh dari novel yang ini. hehe


Terimakasih banyak sebelumnya, Lope you sekebon.

__ADS_1



__ADS_2