Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Kepemimpinan Adam Duke.


__ADS_3

Episode 27 : Kepemimpinan Adam Duke.


***


Masih di kediaman Adam Duke,


"Haley, apakah aku salah bicara? maafkan aku ... kau boleh menolak jadi temanku jika kau mau, jangan menangis," Alice tiba-tiba panik setelah melihat Haley menetaskan air mata dan menangis tersedu-sedu di hadapannya.


"Pfftt ... aku menangis bukan karena sedih, aku mau kok jadi temanmu, jangan khawatir, professor Alan sudah tiba, cepatlah belajar, bukankah kau mau jadi orang pintar?"


Haley segera mengusap air matanya, dia tersenyum kearah Alice.


Ucapan Alice dan pengakuannya benar-benar membuat Haley ingin mendukung Alice apapun yang terjadi.


"Benarkah? horeee!! terimakasih ya Haley, aku senang sekali, aku ingin bercerita banyak denganmu tetapi aku harus segera belajar, aku ingin jadi orang pintar agar aku tidak mudah dibodohi lagi," seru Alice sembari melangkahkan pergi terburu-buru.


Hal itu membuat Haley sedikit terkekeh dengan ucapan Alice, dia benar-benar kelihatan polos sekali.


Haley melihat Alice yang semakin melangkah menjauh ....


"Entah kenapa dia memiliki kemiripan dengan Bos, kebaikan hatinya dan betapa misterius nya hidupnya, ucapan mereka sama-sama menenangkan hati, apakah ini adalah takdir? apakah Bos akhirnya akan bisa memaafkan dirinya dan masa lalunya itu? aku harap yang terbaik untuk keduanya karena kalian adalah orang-orang baik yang telah terluka,"


Haley berucap, memberikan harapan dan doa nya, dia kemudian menoleh ke langit.

__ADS_1


Matanya yang dalam dan ekspresi wajahnya Yang sendu.


Dia tersenyum lagi, "Hehe, aku orang baik, aku orang baik ..." serunya kegirangan lagi.


Dia tersenyum lebar dan hari ini menjadi salah satu hari favorit nya, karena seseorang mengatakan dia orang yang baik.


***


"Alice, kau terlambat lima menit loh, bagaimana dengan tugas rumah mu yang aku berikan kemarin?" Alan seorang profesor muda yang merupakan guru les Alice yang dipilihkan oleh Kai untuk Alice.


Alan merupakan seorang profesor muda, dia menjadi salah satu prosesor paling diakui di kampus nomor satu dunia, dimana hal itu merupakan pertimbangan yang kuat saat Kai merekrut nya.


Disisi lain, saat Kai menghubungi Alan untuk menjadi tutor pribadi, Alan menerima dengan baik, mungkin karena gaji yang fantastis akan tetapi itu merupakan kabar baik saat Alan merupakan orang yang akan membimbing Alice.


"Maafkan aku Professor Alan, aku sudah menyelesaikan tugas ku, tapi aku memiliki kebingungan di beberapa poin, bisakah kau menjelaskan nya?" dengan mata yang memelas dan wajah yang tulus, Alice membuka berkas yang sudah ia baca semalaman dan kerjakan sesuai dengan kemauannya.


"Hmmm, coba aku lihat, ini persamaan yang memang membutuhkan ketelitian saat kau mengerjakan nya ...." Alan mengambil kertas yang di sodorkan oleh Alice kemudian melihat apa yang sudah dikerjakan oleh Alice.


***


Disisi lain,


Di kantor Adam Duke,

__ADS_1


"Plak!"


Adam melempar beberapa berkas-berkas yang baru saja diberikan oleh para kepala cabang perusahaan nya.


"Laporan macam apa ini? kalian bisa bekerja tidak sih? ha?"


"Bagaimana mungkin dana yang alirkan oleh pusat bisa membengkak hanya dalam kurun waktu tiga bulan saja?"


"Bahkan laporannya pun tidak jelas!"


"Jelaskan padaku?"


Adam membentak para karyawannya, dimana mereka adalah kepala cabang perusahaan nya yang mengadakan meeting triwulanan di perusahaan Duke yang membahas mengenai laba rugi di cabang perusahaan dalam kurun waktu tiga bulan.


Semua karyawannya menunduk tak berani berkutik, mereka sudah keringat dingin dan ketakutan setengah mati.


"Haahh!" Adam Duke menghela nafasnya untuk meredakan amarahnya sejenak.


"Untuk pemilik ketiga laporan yang baru saja saya lempar, tinggal di ruangan ini! sisa nya keluar sekarang juga!" geram Adam dengan nada yang datar dan dalam.


Matanya yang tahan begitu menakutkan, bagaimana tidak, hanya sekali baca laporan laba rugi saja sudah bisa ia pastikan ada yang menyelundupkan dana perusahaan.


Kepala cabang ketiga cabang perusahaannya sepertinya telah meremehkan kemampuan Adam Duke, membuat mereka akan kehilangan segalanya sebentar lagi.

__ADS_1


"Ba ... Baik Pak," seru yang lain dengan wajah yang pucat dan gemetaran segera keluar dari ruangan meeting meninggalkan ketiga kepala cabang yang lain.


***


__ADS_2