Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Bantu aku mandi.


__ADS_3

Episode 146 : Bantu aku mandi.


***


"Hehehe ...." Adam melonggarkan pelukannya sebentar, lalu ia mengecup dahi istrinya.


"Berapapun yang kau mau sayang ... aku akan mengikuti keinginan mu, aku hanya terlalu bersemangat barusan ...."


Sungguh ucapan lembut Adam ini selalu saja membuat Alice merona dan jantung nya berdegup kencang sekali.


Disaat kemesraan Adam dan Alice menyebar di seluruh mobil, sang supir yang merupakan anggota dari Sazu hanya bisa menatap dengan nanar dan mencoba memfokuskan dirinya saat menyetir.


"Orang yang sedang jatuh cinta memang merasa dunia ini hanya milik berdua, diriku yang berada di sekitar mereka sudah bagaikan nyamuk yang lewat!"


Anggota nya itu hanya bisa bergumam dalam dirinya sembari fokus menyetir agar segera bisa sampai di kediaman Bos Adam dan dia bisa terbebas dari aura aura kemesraan yang menyebar luas ini.


Hanya dalam beberapa saat akhirnya keduanya sampai di kediaman mereka.


Adam menggendong Alice di tangannya.


"Kenapa harus menggendong aku? aku kan bisa berjalan sendiri ...." Alice mencoba meminta kepada suaminya agar dia berjalan kaki saja.


Akan tetapi tentu saja ditolak oleh Adam.


"Sayang, kau baru saja dinyatakan hamil muda, aku tidak ingin kau terluka, bagaimana jika saat kau berjalan, tiba-tiba kau tersandung, aku tdiak ingin istriku dan calon baby ku terluka!"


Adam mengeratkan tangannya, dia menggendong istrinya dengan percaya diri.


"Haaahhh!"


Alice sepertinya sudah terbiasa dengan keposesifan suaminya, mungkin selanjutnya dia akan mengalami hal yang lebih parah.


Jadi dia harus membiasakan diri.


Sesampainya di kamar pribadi mereka ....


Adam meletakkan Alice duduk di kursi sofa kamar.


"Sayang ... aku keringatan sekali, karena hari ini melakukan banyak hal, aku harus mandi ..." Adam menjelaskan bagaimana dia sudah sangat ingin mandi, dia mulai membuka kancing bajunya satu persatu.


Lalu terlihatlah tubuh sixpack yang begitu menggoda, terpampang nyata di hadapan Alice.


Sebab Adam membuat bajunya tepat dihadapan istrinya.


Entah sejak kapan akan tetapi, Alice sudah mulai merasakan rasa terbakar dalam dirinya saat melihat suaminya.


Jika dilihat lagi, suaminya sangat tampan, badannya tinggi dan proporsional, juga jika di ranjang, dia sangat pandai membuat Alice lupa diri.


*Blush*

__ADS_1


Tiba-tiba saja wajah Alice menjadi merona, dia menunduk sejenak.


Hal itu menarik perhatian Adam.


"Ada apa sayang? apakah kau masih malu melihat aku tanpa baju? bukankah kita sudah saling lihat, lagian aku suami mu, untuk apa malu lagi ...." Adam melihat tubuhnya sendiri, lalu ia lihat tangannya yang diperban oleh Sazu tadi.


Dan muncullah ide paling brilian di kepalanya.


"Sayang ... lihatlah tanganku ternyata terluka, jika terkena air pasti akan sakit dan lukanya tidak akan mengering, jadinya akan lebih lama sembuh ...."


Adam melangkah mendekat, yang hanya mengenakan ****** ***** saja, tubuhnya yang bidang dan sangat menggoda terlihat seperti menggoda Alice.


Saat mendengar itu Alice terperanjat, dia langsung menunjukkan wajah khawatir dan melihat kearah suaminya yang sudah duduk di hadapannya, sembari menggenggam tangannya.


"Oh iya, tanganmu kan sedang terluka ...." seru Alice benar-benar khawatir, dia mengernyitkan dahi dan dia meraih tangan suaminya yang diperban.


Dia menatap nya lekat dan seperti berharap luka itu sembuh dengan tatapan menggemaskan darinya.


"Iya sayang ... tanganku sedang terluka, jadi bisakah kau membantuku mandi?"


Adam berbisik dekat sekali, saat Alice melihat kearah Adam, senyuman super nakal dan mata tajamnya yang sering dilihat oleh Alice jika berada diatas ranjang membuat Alice terperanjat.


Nafasnya menjadi panas, dan dia membisu.


Adam semakin mendekat lalu ia membisik di telinga istrinya.


"Sayang ... apa yang kau pikirkan, sejak kapan kau menjadi nakal seperti ini ...." bisik Adam membuat Alice malu sekali.


"Aku tidak memikirkan hal itu kok, sungguh ... aku hanya ... aku hanya merasakan perasaan yang menggebu-gebu jika melihat mu, aku sungguh tidak memikirkan hal itu ...."


Alice bahkan berbicara dengan suara yang nyaring.


Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya karena terlalu malu.


"Pfft ... menggemaskan sekali ... istriku memang wanita paling menggemaskan di dunia ...." Adam sudah bangkit dan dia berdiri di hadapan istrinya.


Dia mengusap rambut istrinya lembut dan tersenyum hangat.


Dia sudah puas mengerjai Alice.


"Tenang saja sayang, aku tidak akan melakukan hal itu dalam waktu dekat, kau sedang hamil jadi melakukan hal itu hanya aman saat kehamilan mu sudah memasuki usia empat bulan,"


"Aku tahu kau menginginkan nya tapi ... kita harus menahan diri kita demi baby kita nanti ..."


Adam memberikan informasi itu sembari menghela nafasnya dalam-dalam.


Dari seluruh kejadian seperti hal ini adalah yang paling buruk, saat dia tidak bisa melakukannya dengan istri tercinta.


"APA? EMPAT BULAN!"

__ADS_1


Alice yang mendengar ucapan itu, ikutan syok, dia membuka tangannya yang tadi menutupi wajahnya dan secara spontan menunjukkan keterkejutannya.


Hal itu membuat Adam ikut terkejut, Adam membelalak dan pipinya memerah.


"Ja ... jangan bilang kau juga ingin melakukan nya? sayang ... apakah kau ingin melakukannya denganku? sama seperti aku ingin melakukan nya dengan mu? apakah ini nyata?"


Adam terharu sekali, mungkin terdengar aneh akan tetapi dengan Alice yang menginginkan dirinya itu artinya, Adam sudah menempati hati istrinya.


Dan itu sangat membahagiakan.


*Blush*


Alice yang tanpa sadar menunjukkan keberatan saat mendengar mereka tidak bisa berhubungan selama 4 bulan menutup wajahnya lagi menggunakan tangan.


"Aku malu sekali ... jangan mengerjai aku lagi ..." Alice berbicara pelan dari dalam persembunyian nya.


Jika ada tempat untuk ia bersembunyi sekarang, pastilah ia sudah pergi kesana.


"Hehe ... baiklah ... baiklah ... aku mandi dulu yaa, tunggu aku karena aku ingin memasak makanan untuk mu, aku akan menunjukkan bakat terpendam ku," seru Adam hendak pergi mandi.


Akan tetapi ....


Alice menarik tangan Adam menggunakan tangannya.


Dengan wajah yang masih merah sekali dan sembari berpaling karena terlalu malu, Alice mengentikan langkah suaminya.


"Aku ... aku akan membantumu, tanganmu sedang terluka ..." balas Alice kali ini memang benar-benar khawatir.


Dia tidak ingin luka suaminya terkena air dan malah membuat luka itu jadi lebih lama sembuh.


Adam tersenyum hangat melihat itu, dia meraih tangan istrinya dan menggenggamnya erat.


"Tidak masalah, selagi kau mau aku tidak akan masalah dengan itu ...." Adam sungguh mementingkan keinginan istrinya dari segala hal.


Adam sudah bersumpah dalam dirinya hanya akan memberikan kebahagiaan kepada istrinya, salah satunya ingin memberikan segala pilihan sesuai dengan keinginan istrinya.


.


.


.


.


Like dan komentar kalian adalah semangat author loh, jangan lupa berikan Like dan komentar nya yaa 🤍


Fyi, sebenarnya guys novel ini harusnya udah tamat wkwkwk tapi karena demi promo aku ikutan crazy up lagi 🥺


Jadi isinya pasti bucin ginian, jangan bosan ga guys 😭

__ADS_1


Lope you sekebon jeruk semuanya 🤍🍊


__ADS_2