Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Kau sangat indah.


__ADS_3

Episode 60 : Kau sangat indah.


***


"Apakah kau tahu sudah berapa lama aku menahan diri untuk tidak menghabisi mu di atas ranjang? bercinta denganmu dari pagi sampai malam? kau yang mengatakannya sendiri dan aku tidak akan menahan diriku lagi ... sayang!" bisik Adam menekan lalu ciumannya menjadi semakin panas dan nakal.


Tangan kokohnya segera mendekap tubuh Alice, tubuh mereka begitu dekat hingga tak berjarak.


Salah satu tangannya lagi menuntun tangan Alice agar melingkar di lehernya, sembari keduanya masih saling merasakan kelembutan bibir yang begitu manis.


Pengaruh obat dalam tubuh Alice benar-benar mempengaruhi dirinya, dia tidak mengerti tetapi tubuhnya serasa menggila jika Adam menyentuhnya sedikit saja, dia merasa segala pikirannya kosong dan benar-benar hanya fokus kepada Adam saja.


Ciuman itu semakin panas, malam yang semakin dalam memberikan mereka ruang luas untuk saling menikmati satu sama lain.


Saliva keduanya bercampur, rasanya manis dan kepala Adam sampai pusing dibuatnya.


Dia tidak mengerti setiap ciuman yang ia lakukan bersama istrinya, rasanya semakin menggairahkan disetiap waktu, seperti Alice menjadi candu baginya.


Nafas hangat yang menyatu dan tatapan mata lembut yang saling beradu, bulan purnama yang terlihat dari ranjang mereka menjadi penerang yang sangat indah untuk pelepasan malam ini.


Rasanya semesta pun menginginkan hal ini terjadi, udara tidak terlalu dingin namun sejuk membuat keduanya merasa nyaman.

__ADS_1


Ciuman panas yang menggebu-gebu, dilonggarkan sebentar lalu Adam tertawan kecil, dia tertawa saat melihat Alice masih memejamkan matanya dan bibirnya dimajukan sedikit.


Terlalu menikmati, terlalu bahagia dan terlalu menggebu-gebu rasanya, itulah yang tengah dirasakan oleh Alice sekarang ini.


Tawa nakal suaminya membuat Alice tertunduk malu, pipinya merona, tetapi wajah cantiknya tak luntur malah semakin indah di mata Adam.


Adam meraih dagu istrinya, di lihatnya lekat wajah Alice, istri yang ia kira hanya ia manfaatkan, siapa yang menduga mencuri segala isi hati yang tak pernah merasakan apapun.


Dunia dan aturan yang ia buat dalam segala hal seolah runtuh dihadapan wanita ini.


"Kau sungguh indah, lembut tetapi disaat yang sama juga sangat menarik dan kuat,"


"Kau milikku dan tak akan ku berikan kepada siapapun," bisik Adam mengecup kening Alive sembari Alice memejamkan matanya.


Dengan posisi duduk, Adam mulai membuka baju Alice secara perlahan, disaat baju itu hendak terlepas pelan-pelan jantung Adam berdegup semakin kencang.


Dia akhirnya akan bisa melihat istrinya tanpa mengenakan apa-apa, keindahan yang selama ini ingin ia lihat dengan matanya sendiri, akhirnya waktunya pun tiba.


Nafas Alice semakin berat, dia malu sekali tetapi dia juga sudah ingin melepaskan bajunya sejak tadi karena merasa kepanasan.


Tangan Adam menyentuh kulit mulusya, kancing bajunya terlepas satu persatu, lalu akhirnya baju atasannya disibak sebegitu lembut, memastikan jika Alice tidak akan terganggu dengan sentuhannya.

__ADS_1


"Aku malu ...." Alice tidak bisa menahan dirinya lagi, tangannya yang tidak sakit secara spontan menutupi dadanya, ini pertamakali nya seorang pria melihat tubuhnya.


Adam yang matanya terkunci dengan keindahan yang membuat kepalanya pusing segera menggenggam tangan Alice.


"Sayang .... bukankah kau yang menginginkan ini? untuk apa malu lagi? aku sudah memperingati mu sejak awal, saat aku memulai aku tidak akan bisa berhenti,"


"Kita akan bercinta sampai pagi,"


"Tetapi tenang saja, aku akan sangat lembut sehingga kenikmatan yang akan kau ingat," bisik Adam meraih tangan Alice dan menyesap jemarinya nakal sekali.


*


*


*


Adegan dewasa tidak akan terlalu diperjelas, karena tidak akan lulus review jika adegan nya terlalu jelas hehe.


Semoga kesan dan pesan nya masih sampai ya ke kalian semua, semoga kalian menikmati novelku bukan berfokus ke adegan dewasa.


Terimakasih banyak, sayang kalian banyak banyak 🤍

__ADS_1


***


__ADS_2