Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Kembali ke kurungan.


__ADS_3

Episode 108 : Kembali ke kurungan.


***


Haley bisa melihat penderitaan yang dirasakan oleh Alice hanya untuk melihat bangunan ini saja, rasanya Haley ingin menenangkan Alice tetapi ia tahu tak seorangpun bisa menenangkan Alice di posisi sekarang, yang bisa hanyalah dirinya sendiri.


Alice menelan salivanya, lalu dengan tubuh yang sangat gemetaran dia mengatur pernafasannya.


Agar kegugupannya sedikit berkurang.


“Alice … kau kelihatan pucat sekali, haruskah kita kembali saja? Hal ini bisa kita lakukan saat kau sudah siap,” Haley memberikan solusi dia sangat khawatir melihat Alice yang kelihatan sudah menderita sekali hanya berada di depan bangunan kecil itu.


Alice memejamkan matanya, dengan nafas yang masih berat dia menjawab Haley dengan suara yang sangat bergetar.


“Tidak, aku harus masuk kesana sekarang, aku merasa aku harus mengetahui hal ini dengan cepat,"


"Aku memiliki firasat yang kuat akan sesuatu, dan aku merasa jika aku tidak mengetahui hal ini sekarang maka hal buruk akan segera terjadi,” Alice menjawab dengan perasaan yang begitu gugup.


Haley tidak mengerti jawaban Alice, tetapi mungkin benar jika Alice memiliki firasat yang kuat akan sesuatu karena berada di dalam kegelapan selama bertahun-tahun.

__ADS_1


“Baiklah, jika kau sudah tidak sanggup, katakan saja ya, kita akan langsung kembali pulang dengan cepat,” balas Haley hanya bisa menepuk bahu adik nya.


Dia bisa mengerti rasa takut dan penderitaan Alice kembali melihat tempat mengerikan yang menjadi dasar traumanya sendiri.


Alice menganggukkan kepalanya, dan dengan sigap Haley menggunakan peralatan yang ia miliki untuk membuka pintu besi dengan hati-hati dan tanpa menimbulkan suara.


Sebenarnya lokasi bangunan kecil ini ke gedung utama sangat jauh, akan tetapi tetap saja harus dilakukan secara kondusif tentunya, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.


“Kriet!"


Saat pintu besi terbuka, Alice maupun Haley bisa melihat ruangan pengap, dimana ruangan itu keseluruhan gelap, hanya ada satu titik pencerahan dari ventilasi kecil dibagian paling atas, yang tidak akan bisa dijangkau oleh tinggi badan Alice tentunya.


Walau Alice dulu tidak bisa melihat dengan jelas, (bukan buta) karena kurangnya cahaya yang membias di matanya, pendengaran Alice sangat tajam, beberapa pelayan yang baik padanya juga mengajari Alice bagaimana membersihkan ruangan kecil itu.


Di sana juga ada toilet kecil di sisi ruangan, jadi Alice juga bisa membersihkan dirinya disana, dan di sisi berbeda ada sebuah pintu kecil di bagian bawah dinding, sepertinya sebuah pintu untuk memberikan makanan untuk Alice.


“Hah … Hah … Hah!”


Nafas Alice berat sekali, pandangannya menjadi sedikit kabur, wajah pucat nya semakin jelas dan yang bisa ia lakukan di dalam sini hanya mengingat segala kekejian tanpa perikemanusiaan yang pernah ia terima dari pelayan yang disuruh Rose atau dari Rose sendiri.

__ADS_1


Air matanya menetes tanpa dia sadari, dia menerangi beberapa tempat yang dulu tidak bisa ia lihat.


Lalu ia menerangi sudut ruangan dimana dia sering menangis dan menutupi telinganya karena selalu mendengar kata terkutuk.


***


Alice bisa melihat dirinya saat lalu, dirinya yang begitu bodoh dimanfaatkan dan dibuat percaya jika dirinya terkutuk, dan pantas mendapatkan perbuatan tidak berperikemanusiaan.


Di sisi lain, Haley hanya bisa marah setelah melihat sendiri bagaimana tempat adiknya dulu di kurung, tanpa pencahayaan sama sekali, pantas saja Alice tidak bisa melihat jelas saat pertama kali Alice keluar dari dalam bangunan kecil ini.


Tetapi Haley tetap mencari sesuatu di ruangan itu, membantu adiknya ini agar bisa cepat keluar jika sudah menemukan sesuatu.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2