
Episode 75 : Apa yang bisa kuberikan untukmu?
***
Setelah Haley dan Kai juga pergi, Alice masih terpesona dengan kado pertama dari kakak tertuanya, namun bingung dengan goodie bag yang katanya isinya harus ia pakai malam ini.
Sebelum Alice menyadari semuanya, Alice segera mengangkat wajahnya dan tidak melihat siapapun di sekitarnya sekarang.
"Kemana semuanya?" tanya Alice kepada Adam yang sudah berpangku tangan menatap istrinya dari jarak yang dekat.
"Sudah aku suruh pulang, aku ingin menghabiskan waktu tersisa sebelum tengah malam berduaan saja dengan mu," seru Adam bangkit dari tempat ia duduk.
"Ayo ikut bersamaku ...." Adam mengulurkan tangannya agar Alice segera menggenggam nya.
Alice mengangguk dan menggenggam tangan suaminya.
Lalu mereka berdua melangkah menuju ujung lantai atas villa.
Dari sana akan nampak pemandangan yang sangat indah sekali, lebih indah dari pemandangan yang dilihat oleh Alice dari permainan bianglala saat lalu.
Di hadapan Alice terlihat lautan membentang luas, dengan ombak yang terdengar merdu, bulan yang menyinari permukaan lautan terlihat bersinar.
Rasanya ada hamparan berlian di atas air.
Adam segera memeluk istrinya dari belakang, malam ini bukan hanya bagi Alice saja semuanya terasa indah, bagi Adam juga.
Jika bersama Alice dunia keberingasan nya seolah terpisah, dendam dan tujuan hidup yang ia emban seumur hidup seolah menjadi tenang berada di sisi Alice.
Alice telah menjadi tempat untuknya pulang, Adam tidak tahu sejak kapan, apakah sejak mereka pertama kali bertemu? yang jelas bagi Adam, Alice adalah tempat untuknya pulang dan tidur dengan tenang.
Adam bersandar di tengkuk istrinya, lalu keduanya melihat pemandangan indah di hadapan mereka.
Karena udara sedikit dingin, Adam membuka kancing jasnya dan melingkarkan nya di tubuh Alice.
Keduanya tubuh Adam semakin menempel di pundak Alice dan Adam bisa memeluk istrinya lebih erat dan nyaman lagi ketika mereka berdua sudah berada di dalam jas yang sama.
"Biarkan kita menghabiskan sisa hari ulangtahun mu menikmati pemandangan berdua seperti ini, tenang dan damai," bisik Adam memejamkan matanya sejenak.
Nafas hangatnya menyentuh tengkuk Alice.
Sesekali Adam akan mencium tengkuknya dan Alice akan merasa geli, namun nyaman.
"Adam ...."
Alice memejamkan matanya, dia menikmati udara segar menyentuh wajahnya.
"Hmm?" Adam menjawab dengan lembut, dia juga tengah menikmati keindahan alam dan ketenangan bersama sang istri.
__ADS_1
"Kau memberikan begitu banyak hal kepadaku, aku juga ingin memberikan sesuatu, tapi setelah aku tahu kau memiliki segalanya aku jadi bingung, aku juga ingin memberikan sesuatu ...." Alice merasa diberikan hal yang begitu melimpah.
Sedangkan Alice, dia merasa belum memberikan apapun kepada suaminya.
Pertanyaan jujur dan polos Alice sebenarnya tidak salah, akan tetapi yang mendengarkan pertanyaan itu adalah Adam, dimana saat Adam mendengar itu Adam segera mengangkat wajahnya dan senyuman menyeringai nakal langsung terlihat di wajahnya.
'Ha ha ha, waktu yang tepat sekali! aku memang genius langsung bisa memikirkan ke hal itu!' Adam menggema kegirangan dalam dadanya.
Matanya sudah melekat kearah goodie bag pink yang ada di tangan istrinya.
"Sayang ...."
Adam mulai melepaskan kancing jasnya secara perlahan, lalu menghadapkan tubuh Alice ke tubuhnya.
"Kau mau tahu? apa yang bisa kau berikan kepadaku?" bisik Adam sudah tersenyum begitu nakal sekarang.
Alice mengangguk, sekarang dia memang sedang serius.
"Baiklah, aku akan memberitahu mu kalau kau memaksa, tetapi pertama-tama kita masuk ke villa dulu," balas Adam entah mengapa Alice merasakan tekanan bersemangat di nada suara Adam.
Alice mengikuti Adam kedalam sana, tanpa tahu jika di dalam goodie bag yang diberikan Haley sudah ada baju maroon tembus pandangan yang sengaja diberikan Haley kepadanya.
Dan malam ini mungkin akan menjadi malam yang sangat panjang dan panas penuh keringat baginya.
Banyak hal yang akan diketahui Alice malam ini, sesuatu yang begitu nakal dan akan membuat nya sangat malu.
***
Di pulau pribadi milik keluarga Brown,
Tim Sazu sudah sampai di pulau pribadi milik keluarga Brown baru saja, mereka menggunakan kapal selam dan menyusup menggunakan perahu kecil menuju lokasi yang sudah ditandai oleh Black.
Setelah melalui banyak keamanan penjagaan oleh anggota Brown, Sazu dan Black akhirnya bertemu di titik lokasi yang sudah ditandai aman oleh Black yang sudah terlebih dahulu sampai dan menyisir lokasi dengan seksama.
"Black ..."
Sazu memanggil Black yang sedang mempersiapkan senapan di tangannya, bersama anggotanya yang lain.
"Apa?"
Seru Black masih seperti biasa, terlihat sangat cool namun selalu saja mengantuk.
"Ingat kata Bos, jika tidak terlalu dibutuhkan jangan menggunakan senapan, pakai senjata yang aku bawakan saja," seru Sazu mengingatkan Black atas perintah bosnya.
Hasil penelitian Sazu saat lalu memang sudah ia padatkan menjadi kapsul dan dimasukkan dalam timah besi.
Dimana relasinya akan jauh lebih cepat dari senjata api biasa.
__ADS_1
"Iya aku tahu," seru Black hanya mempersiapkan senjatanya jika dibutuhkan, hari selalu ada plan a, b dan c jika dalam misi jadi semuanya harus dipersiapkan.
"Aih, jika aku menjalankan misi denganmu memang tidak seru, kau tidak lucu ... kau mau taruhan tidak?" Sazu tersenyum jahil.
Sazu memang tipe orang yang tidak bisa diam jadi harus selalu bicara dan bicara.
"Tidak mau, kau kira aku seperti Kai dan Haley yang selalu jatuh kedalam perangkap mu!" seru Black sudah usai menyiapkan persenjataan nya.
"Sudah kuduga kau tidak tertarik," ketus Sazu menghela nafas panjang.
Pembicaraan langsung hening seketika, akan tetapi Sazu kembali bertanya.
"Hei Black, apakah kau tidak khawatir, sekarang Bos sudah punya istri dan istrinya imut sekali dan cantik, sedangkan aku, kau, Kai dan Haley belum mendapatkan pasangan, tidakkah kau iri dengan Bos?"
"Apakah Bos akan meninggalkan kita suatu saat nanti karena Alice yang imut itu?"
Sazu ternyata memiliki pemikiran yang sama seperti Kai.
Bagi perkumpulan ini, mereka adalah keluarga, dan wajar saja Sazu dan Kai mengkhawatirkan Jika suatu saat nanti, Adam akan meninggalkan mereka.
"Haahhh!" Black yang duduk di sisi Sazu menghela nafasnya dalam dalam.
"Apakah kau lupa? Bos tidak akan pernah meninggalkan kita, dia tahu rasanya ditinggalkan dan dia tidak akan melakukan hal yang sama kepada kita!"
'Haduh, tidak ku sangka orang seperti mu iri kepada gadis kecil seperti dia!" ketus Balck tiba-tiba saja terdengar bijak.
Membuat Sazu berbinar-binar.
"Black, kemana kebijakan mu selama ini? kenapa tidak pernah kau pergunakan?"
"Eh, ngomong-ngomong hadiah apa yang akan kita berikan kepada Bos kecil itu?" Sazu dan Black benar-benar terlihat santai sekali.
Padahal mereka sedang ada di wilayah musuh yang artinya sangat berbahaya.
Ini menunjukkan betapa sering keduanya melakukan misi dan betapa hebat mereka.
*Bos kecil maksudnya Sazu adalah Alice*
.
.
.
.
Author : ga sabar liat Alice jadi monster kecilnya Adam 🥺 pengen cepat-cepat nulis tapi tangan lelah guys.
__ADS_1