Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Adam Duke dan Kai.


__ADS_3

Episode 50 : Adam Duke dan Kai.


***


“Oh tidak, Kakak tertua, mohon petunjuknya, aku harus mempersiapkan diriku, apa yang harus aku lakukan agar aku siap dalam waktu cepat, aku tidak ingin membuat Tuan Adam sakit,” seru Alice bersemangat sekali.


“Ehem … ka … kalau itu hanya kau sendiri yang tahu, ikuti saja apa kata hatimu adik, kalian akan melakukannya saat waktu dan suasananya pas, hanya saja jangan terlihat tertekan, nanti Bos pasti tidak akan melanjutkannya,”


“Selama aku mengamati, Bos benar-benar peduli kepadamu, jadi dia pasti lebih mementingkan mu daripada hasratnya sendiri,” seru Haley sangat yakin.


***


Waktu akhirnya berlalu,


Adam Duke bisa melewati pemilu dengan baik, citranya yang memang misterius dan disukai banyak gadis benar-benar menarik media.


Banyak portal berita yang memberitakan mengenai Adam Duke yang ikut mencalonkan diri, semua ketenaran dan dominasi Adam Duke menutupi segala nama peserta yang juga ikut mencalonkan diri termasuk Virgo Brown.


Virgo Brown yang tidak terima namanya redup oleh seseorang yang bernama Adam Duke itu, hendak menemui Adam Duke dan mengatakan padanya untuk menarik semua berita media mengenai Adam agar berita tentang namanya bisa tampil di depan.


“Siapa sih si Adam Duke ini, harus aku beri pelajaran rupanya, dia tidak tahu apa siapa aku!” geramnya melangkah dengan penjaganya, mencoba mencari Adam Duke di belakang stand pemilu.


“Tuan, itu dia Adam Duke,” pengawalnya memberitahu kepada Virgo jika Adam Duke ada disana, melangkah dengan santai.


Adam Duke memang sudah usai melakukan acara pemilu yang hanya sebagai pencitraan saja, dia harus segera ke kantor dan menyelesaikan beberapa hal.


“Kai, nanti suruh Black dan Sazu datang ke ruangan kerjaku, kita akan melakukan pertemuan penting, untuk rencana selanjutnya ….” Sembari melangkah Adam berbicara kepada Kai yang sejak tadi ada di sisinya.


“Baik Bos,” seru Kai.


***


“Berhenti!” suara lantang seorang lelaki yang usianya 3 tahun lebih muda dari Adam Duke menghentikan langkah Adam Duke dan Kai.


Adam Duke menoleh kearah suara dan dia melihat Virgo Brown yang merupakan anak sombong itu menghampirinya.


“Oh jadi kau yang namanya Adam Duke ya? aku lihat kau terlalu sombong dan wajahmu ada dimana-mana, hal itu membuat ku benar-benar muak,”

__ADS_1


“Kau pasti sudah tahu siapa aku, jadi selagi aku berbicara baik-baik, sebaiknya kau menarik semua portal berita yang mengabarkan tentangmu, ini untuk kebaikan kita berdua tentunya,” seru Virgo dengan senyuman yang meremehkan.


Juga dia menepuk-nepuk bahu Adam Duke dengan tangannya, seolah segala hal yang ia jumpai termasuk Adam Duke berada dibawahnya, sebegitu angkuh lah Virgo Brown.


Saat tangan Virgo ada di bahu Adam Duke, Adam Duke berdiri tegap, tubuh Adam Duke lebih tinggi jadi dia melihat dengan tatapan yang sangat tajam kearah bawah dimana Virgo berdiri.


Matanya dan keberadaannya sangat mendominasi, Adam Duke menyeringai, entah mengapa Virgo merinding dan ketakutan dengan sangat hebat saat melihat dengan mata kepalanya sendiri mata tajam mengerikan dan senyuman mengerikan itu.


“Ehem … aku memperingati mu ya, apakah kau tahu siapa ayahku? ayahku itu ….” Virgo tidak mau kalah, walau dia sudah takut dia tetap ingin mendominasi.


Akan tetapi sebelum ia menyelesaikan ucapannya ….


“Srek!”


Adam Duke mencengkeram tangan Virgo yang ada di bahunya.


“Le … lepaskan aku,” Virgo mulai panik, akan tetapi sekuat apapun ia mencoba menarik tangannya, dia bahkan tak bisa melepaskannya sedikitpun.


Kekuatan cengkeraman tangan Adam semakin kuat, sampai telapak tangan Virgo terasa sangat sakit. Bahkan sampai ada bunyi kretek, dimana tulang-tulangnya sepertinya retak.


“Hei kau cecunguk, berani berbicara kepada ku sekali lagi, aku akan pastikan lidahmu putus, masih mencoba berada di jarak pandang ku, aku akan mematahkan kakimu dan mengambil matamu, berani menyebut namaku lagi, aku akan membunuhmu,”


Virgo sampai mundur ketakutan, bahkan dia tidak bisa berteriak kesakitan karena begitu takutlah dirinya.


Virgo juga sadar jika Adam Duke baru saja mengancam nyawanya, dan ia tahu hal itu bukan hanya gertak sambal semata.


“Bos …” Kai memanggil Bosnya, menyadarkan Bosnya jika belum saatnya melakukan kekacauan.


Oleh karena itu Adam segera melepaskan tangan Virgo yang kelihatan sudah lemas dan biru.


Setelah itu Adam pergi begitu saja, meninggalkan Virgo yang bergetar ketakutan, ngeri dan ngilu, seperti baru bertemu dewa kematian.


Saat Adam melangkah menuju mobil mereka, Kai menyempatkan berbicara dengan Virgo.


Tentu, Kai tidak sudi Bosnya, orang paling dia hargai di dunia ini diperlakukan semena-mena oleh cecunguk manja seperti Virgo.


“Srek!”

__ADS_1


Kai mencengkeram kerah Virgo kuat sekali.


“Bajingan, jika sekali lagi aku melihatmu mendekati Bos dan berbicara seperti tadi, akan aku pastikan kau akan mati dalam beberapa detik, ingat kata-kataku dan cam kan itu!” bisik Kai dengan tatapan yang sama mengerikan.


Begitu dingin dan menekan.


Kai mungkin terlihat santai dan selalu bergantung pada Bosnya, tetapi ada alasan mengapa Kai menjadi kaki tangan utama Adam Duke.


Karena sebenarnya Kai itu sangat kuat dan jenius, di seluruh dunia ini hanya Adam yang mampu menjinakkan Kai yang merupakan monster dikalangan mafia, menjadi Kai yang santai dan suka bercanda.


Bahkan Black dan Sazu tidak ingin membuat Kai marah, karena Kai memang sehebat itu.


***


Kai segera melepaskan Virgo saat ia mendengar Bosnya memanggil.


“Kai, kita terlambat,” seru Adam membuat Kai langsung terperanjat.


“Baik Bos, segera kesana,” serunya dengan suara yang langsung berubah.


Kai dan Adam Duke segera pergi meninggalkan Virgo Brown.


Virgo langsung tersungkur, dia bergetar ketakutan dan bola matanya terlihat tidak fokus.


“Apa-apaan mereka itu, aku seperti baru berbicara dengan iblis, keduanya sangat menekan dan menakutkan, aku tidak terima, aku akan mengadu kepada ayah,” teriaknya menangis cengeng.


Walau ia sudah dewasa dia benar-benar manja dan membutuhkan ayahnya dalam segala kondisi.


***


Disisi lain, Rose tengah berdandan dengan sangat cantik, dia ingin bertemu dengan Adam Duke, tetapi saat ia sampai di lokasi Adam Duke yang ia temui hanyalah Virgo, sepupunya, dan dia menemukan Adam sudah pergi ke kantornya.


“Ah, sialan, aku sudah berdandan cantik untuknya, aku harus mengejarnya ke perusahannya, aku harus bisa merebutnya,” seru Rose kesal.


Dia langsung bergegas hendak mengejar Adam Duke.


Dia yakin, dengan kecantikannya dan kelembutan yang ia latih, Adam Duke pasti luluh kepadanya.

__ADS_1


***


Jangan lupa berikan masukan dan komentar membangunnya yaa, aku tahu masih banyak kelemahan di novel ini :(


__ADS_2