Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Menemukan koneksi aneh.


__ADS_3

Episode 6 : Menemukan koneksi aneh.


***


Di rumah sakit pribadi Duke,


Setelah sekitar satu jam lebih melakukan operasi kecil, luka di kaki Alice telah dijahit dan pelurunya telah dikeluarkan, sekarang Alice sedang terlelap di atas ranjang pasien, dia diletakkan di ruangan dimana cahaya matahari bisa memasuki ruangan itu.


Sebagai salah satu pengobatan alami untuk mata Alice, juga agar bisa segera menyesuaikan dengan cahaya yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


***


Di ruangan pribadi Sazu,


“Bagaimana perkembangannya? apakah Black sudah memberikan kodenya?” Adam sedang duduk di ruangan pribadi Sazu, sedang menunggu penjelasan misi Sazu dan Black yang sedang berlangsung.


“Black sudah memberikan kodenya Bos, dia hanya sedang menunggu perintah dari Bos saja, apakah kita akan bergerak malam ini?”


Sazu memberikan laporannya, dimana Sazu juga memberikan sebuah kode yang dia pecahkan sendiri.

__ADS_1


Sekarang Black sedang berada di kawasan musuh dan sedang menyusup, jadi jika memberikan pesan harus berupa angka yang hanya dimengerti oleh Adam dan anggota intinya, jadi kode itu akan memberitahukan segala yang terjadi di wilayah musuh, termasuk kelemahan dan tata letak markas mereka.


Agar saat penyerangan, bisa dilakukan dengan senyap dan cepat namun maksimal.


Adam menerima kode-kode itu dan hanya sekali lihat dia sudah langsung mengerti.


“Baiklah, kita tidak akan bergerak malam ini, kita akan bergerak dalam tiga hari, Kai akan tinggal disini mengerjakan seluruh pekerjaan sisa, kau siapkan anggota pilihan dan kita bergerak tiga hari lagi,"


"Malam ini aku harus memberikan hadiah kepada ayah mertuaku yang sepertinya meremehkan aku …” Adam menyeringai, dia telah usai menerima laporan dari bawahannya, Adam segera berdiri dari tempat ia duduk.


“Dimana ruangannya?” Adam menanyakan mengenai ruangan Alice.


“Ada tepat di samping ruangan ini Bos, oh ya … apakah Bos masih membutuhkan wanita cantik itu? bolehkah aku melakukan apapun untuk percobaan?” Sazu bertanya sembari menyeringai tajam, dia tahu jika Adam tidak butuh dengan orang lain entah itu istrinya sekalipun.


Akan tetapi ….


“Sentuh saja, tapi ….” Adam menatap tajam kearah Sazu.


“Tapi aku akan memotong tanganmu, mencabut matamu, dan mematahkan kakimu, kau tahu aku tak bercanda kan?” suaranya yang terdengar dingin.

__ADS_1


Membuat Sazu melebarkan matanya, bukan karena takut karena ancaman bosnya akan tetapi Sazu terkejut sekali melihat bagaimana Bosnya tidak membiarkan nya menyentuh Alice.


Seseorang yang seharusnya tidak penting.


“Menarik sekali, wah … aku harus segera mengirimkan gosip kepada Kai nih … ini lebih menarik dari kutukan gadis kecil itu, hahaha!” Sazu bersemangat sekali, dia tidak sabar bergosip dengan Kai dan Black.


Adam melangkah menuju ruangan dimana Alice berada.


Lalu ia duduk di kursi yang berada di sudut ruangan namun bisa melihat dengan jelas wajah Alice.


Adam melihat wajah wanita yang tertidur seperti bayi, matahari yang menyinari nya memperlihatkan struktur wajahnya menjadi lebih jelas.


Adam menyalakan rokok di tangannya, lalu menghisapnya.


Kakinya bersilang dan dia melihat kearah Alice seperti sedang bertanya-tanya dalam dirinya.


Bagaimana pun, Adam masih berpikir keras, mengapa wanita ini dikatakan terkutuk, disaat dia hanyalah tidak lebih lemah dari kelinci, dan mengapa wanita ini kelihatan bahagia walau tahu sudah dimanfaatkan olehnya.


Seperti bertanya-tanya, mengapa Adam merasa dia memiliki koneksi dan kesamaan walau dalam sisi yang berbeda.

__ADS_1


Sisi dimana kehidupan dan kematian bukan lagi hal penting, sisi dimana kegelapan yang mereka lihat setiap hari berada di dua sisi koin yang berbeda namun dalam satu ruang lingkup.


***


__ADS_2