Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Adam ingin Alice manja padanya.


__ADS_3

Episode 92 : Adam ingin Alice manja padanya.


***


"Aku rindu rubah kecilku," serunya segera melangkah dengan cepat.


Adam yang sangat merindukan istrinya segera melangkah dengan cepat menuju kamar pribadinya, malam ini dia ingin menghabiskan waktu bersantai dan hanya berduaan saja tanpa memikirkan apapun.


"Sayang ..." Adam membuka kamar pribadinya, lalu ia melihat senyuman istrinya yang sepertinya memang tengah menunggu nya pulang.


Adam melangkah dengan cepat, melebarkan tangannya, lalu memeluknya erat sekali, Adam suka sensasi saat tubuh mungil istrinya tenggelam dalam tubuhnya jika ia peluk.


"Sudah makan?" dia bertanya sembari memejamkan matanya.


Alice yang menyandarkan wajahnya di dada suaminya menggelengkan kepala.


Dia menengadahkan wajahnya keatas dan menatap suaminya.


"Aku menunggu mu pulang, agar kita makan malam bersama, aku suka makan bersama mu," balas Alice dengan senyumannya yang khas.


Terlihat sangat tulus dan mendebarkan hati.


"Bagus ... aku juga ingin makan bersamamu, hari ini aku lelah sekali, kita suruh pelayan bawa makanan ke sini saja ya, kita makan disini ...."


Perbincangan keduanya begitu sederhana, namun sangat berharga, Adam tidak berhenti memeluk istrinya, mengusap rambutnya dan secara konsisten selalu dekat dengan istrinya.


Rasanya, jika bisa Adam ingin membawa Alice kemanapun ia pergi, sayangnya Adam masih memiliki banyak musuh, dan dia harus melindungi istrinya dari mereka semua.


Jadi belum waktunya menikmati kebersamaan mereka secara bebas.


***


Sembari menunggu makanan, Adam mendekap istrinya dan Alice mengusap rambut suaminya, Adam suka sekali jika tangan mungil istrinya mengusap rambutnya.

__ADS_1


Seolah lelahnya hilang dan rasanya sangat damai dan nyaman.


Alice masih berdiri, sedangkan Adam duduk dan mendekap istrinya nyaman sekali.


Banyak hal yang ingin diceritakan oleh Adam, banyak hal yang ingin ia bagikan, akan tetapi semuanya masih terlalu dini untuk ia buka.


Rasa lelahnya hari ini dan rasa puas karena telah menyelesaikan salah satu misinya, dia ingin sebentar berpisah dari segala hal itu.


Dia ingin bersandar pada istrinya, tempat untuknya pulang, dan terbebas dari segala tekanan yang selalu ia rasakan.


Sedangkan Alice, disaat yang sama juga hendak menunggu waktu yang tepat, walau Alice tahu dia akan meminta terlalu banyak, akan tetapi dia ingin mencari tahu segala sesuatu yang tidak ia ketahui.


Dia akan meminta bantuan suaminya, juga agar diijinkan melakukan sesuai dengan rencana nya sendiri.


"Apakah kau lelah sekali? adakah yang bisa aku bantu? aku sedih setiap kali kau pulang kau selalu terlihat lelah," Alice tentu mengkhawatirkan suaminya.


Dia tidak suka saat Adam kelihatan begitu lelah setiap kali pulang.


Adam yang mendengar itu segera melihat keatas, kearah wajah istrinya yang terlihat sangat menggemaskan saat mengkhawatirkan dirinya.


Jika anggotanya melihat ini, pasti mereka tidak akan menyangka jika senyuman ini berasal dari Bos mereka.


"Sayang ... kebetulan satu minggu ini seluruh anggota ku libur, kau bilang ingin belajar banyak hal kan? bagaimana jika kau ikut denganku ke perusahaan? kau bisa belajar hal-hal yang kau suka disana, kau juga bisa membantuku, kalau aku lelah begini, aku tinggal melihat wajahmu, maka aku tidak akan lelah lagi,"


Adam berbicara begitu yakin, padahal ini adalah salah satu tujuannya juga, dia akan menghabiskan waktu setengah hari di perusahaan, baginya itu terlalu lama jika tidak melihat istrinya.


Dan jika Alice ikut bersamanya, maka dia bisa bersama istrinya sepanjang waktu dan jika dia lelah maka dia bisa langsung menarik istrinya ke pelukannya dan rasa lelahnya pasti akan sirna begitu saja.


Ya, anggotanya memang libur satu minggu akan tetapi Adam juga merupakan pemilik perusahaan, jika Kai tidak ada maka Adam harus secara langsung mengambil alih beberapa pekerjaan.


Jadi satu minggu libur bagi anggotanya itu akan ia pergunakan selalu dekat dengan istrinya, walau dia hanya akan pergi ke perusahaan selama setengah hari tentunya.


Banyak rencana yang sudah tersusun di kepala Adam, setelah pulang kantor Adam akan membawa Alice kencan ke luar dan menyamar jadi orang biasa, membawa Alice jalan-jalan seperti anak muda seusianya.

__ADS_1


Banyak hal yang ingin dilakukan oleh Adam bersama sang istri Minggu ini, sebelum dia melaksanakan rencana selanjutnya, dia ingin menikmati waktu bersama Alice.


Juga sesuai janjinya, Adam ingin menunjukkan banyak hal baru kepada Alice


***


Fantasi Adam mengenai istrinya ini sudah melewati langit ketujuh.


Bahkan sekarang pikiran Adam sudah melayang, bagaimana jika mereka melakukan menu utama pembuatan anak di ruangan pribadinya.


Jadi setiap kali Adam bekerja maka dia akan teringat akan istrinya disana.


Pemikiran Adam memang menjadi sangat liar dan nakal jika menyangkut istrinya.


***


Mata Alice berbinar saat mendengar itu, semangat di wajahnya ketika suaminya memberikan nya kesempatan untuk belajar hal baru lagi.


"Benarkah bisa? apakah tidak akan merepotkan mu nanti, apakah aku bisa membantumu, aku sangat bersemangat namum juga sedikit khawatir," seru Alice begitu antusias


"Tentu saja kau bisa, apakah kau lupa lagi? aku ini suamimu, melakukan hal sederhana seperti itu tidak akan merepotkan aku, mulai hari ini berhenti lah mengatakan jika kau merepotkan aku,"


"Aku sama sekali tidak kerepotan, aku malah senang jika kau membutuhkan aku dan bersandar padaku, seperti contohnya tiba-tiba memeluk aku, atau mencium aku dan tiba-tiba mengusap rambutku,"


Adam berbicara sembari tersenyum nakal sekarang, bagaimanapun yang ia inginkan memang hanyalah bagaimana agar Alice lebih bersandar padanya dan selalu memintanya melakukan sesuatu.


Adam suka jika Alice manja padanya dan bergantung padanya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2