Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Kenapa dia menggemaskan sekali?


__ADS_3

Episode 23 : Kenapa dia menggemaskan sekali?


***


"Menggoda?"


"Menunjukkan tubuh?"


Alice kebingungan dengan segala ucapan Adam, dan bingung mengapa Adam menutupi wajahnya saat mengatakan itu.


Alice yang mendengar ucapan aneh Adam itu segera melihat ke bawahnya melihat tubuhnya yang hanya mengenakan kemeja putih.


“Ah!” Alice berteriak kecil ketika melihat jika tubuhnya benar-benar terlihat transparan, dan itu semua karena sinar matahari yang membuat tubuhnya kelihatan dengan jelas.


Alice langsung dengan refleks menutupi dadanya menggunakan kedua tangan, dia menunduk malu sekali, pipinya merah dan dia membeku tak bisa melakukan apapun.


“Aku ceroboh sekali, karena terbiasa sendiri sejak dulu membuatku tidak memperhatikan jika aku hanya mengenakan baju tipis ini saja, huhu ….”


Alice menangisi kecerobohannya.


Namun di sisi lain, ia segera sadar tidak ada intensitas kemarahan dari Adam dari sejak dia meminta maaf dan merasa bersalah ketika menaiki ranjang Adam Duke.

__ADS_1


“Pffttt, kenapa dia menggemaskan sekali saat ia malu dan berteriak kecil seperti itu? wanita ini kelihatan begitu kecil, lemah namun sangat menggemaskan!”


Adam terkekeh sendiri, dan dalam waktu singkat langsung menepisnya kembali.


“Apa yang baru saja aku katakan? menggemaskan? dia? hahaha … kau pasti sudah gila Adam! lupakan! lupakan!” geram Adam menggelengkan kepalanya.


Dia juga segera bangkit, dia menarik selimut dan menutupi tubuh Alice, Alice sudah terlihat seperti gundukan selimut sekarang dengan seluruh tubuh termasuk wajahnya di tutupi oleh selimut.


“Mengenai para pelayan itu, kau sudah ditipu oleh mereka, aku tidak pernah menyuruhmu melakukan pekerjaan yang bisa melukaimu, mulai sekarang kau tidak perlu melakukan apapun lagi, hanya tinggal di sini dan jangan melakukan hal aneh, juga jangan sampai aku melihatmu terluka di rumahku sendiri!”


“Itu menghancurkan harga diriku,”


“Oh ya, karena kau benar-benar bodoh dan tidak bisa tinggal sendiri, mulai hari ini kau tidur di kamarku, tenang saja, aku jarang pulang, jadi aku tidak masalah kau tidur disini!”


Adam berbicara banyak sekali, dia berdiri di sisi ranjang dengan tangan di pinggangnya, dia terlihat sedang menceramahi sebuah gundukan selimut.


Sedangkan Alice yang mendengar ternyata dia ditipu langsung lemas, kenaifannya benar-benar berada di luar batas.


Tetapi semua itu adalah pelajaran baginya, saat dia sudah bertekad untuk mengubah takdirnya, tipu muslihat dari para pelayan itu adalah salah satu pelajaran berharga bagi Alice, untuk tidak sembarangan percaya kepada orang lain apalagi baru ia kenal.


Alice memang sudah bertekad untuk belajar, belajar secara perlahan dan mengetahui segalanya dengan caranya sendiri.

__ADS_1


“Katakan, apa ada yang kau inginkan? aku tidak ingin memiliki hutang, jadi kau harus meminta sesuatu!” dengan suara yang tegas dan terdengar arogan.


Adam meminta Alice untuk mengatakan apa yang ia inginkan.


Setelah mendengar itu, Alice langsung memiliki ide di kepalanya.


“Tu … Tuan, jika tidak keberatan, aku ingin belajar, seperti yang kau tahu aku benar-benar bodoh dan tidak tahu apapun, jadi aku ingin belajar secara perlahan agar aku tidak mudah dibodohi lagi,”


Suara yang kecil dan terdengar lembut keluar dari gundukan selimut diatas ranjang itu.


Adam yang mendengar keinginan Alice yang ingin belajar sedikit terkesima, dia tidak menduga dari semua yang ada, Alice hanya ingin belajar.


“Menarik,” seru Adam dengan suara yang pelan.


Adam suka dengan seseorang yang tidak pasrah dengan kehidupan dan nasibnya, menyukai seseorang yang ingin mengubah dirinya kearah yang lebih baik.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2