Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Keromantisan yang haikiki.


__ADS_3

Episode 73 : Keromantisan yang haikiki.


***


Setelah mengajari Alice berciuman dengan benar, Adam segera menahan dirinya untuk tidak menghabisi Alice sekarang juga.


Adam menghentikan ciuman panas nan menggebu-gebu itu dan menunjukkan Alice hal-hal menarik di kantornya.


Alice terlihat sangat antusias dan mulai bertanya, mengenai lift yang tidak ia mengerti dan banyak hal lainnya.


***


"Jadi semua ini milikmu?" Alice tengah mengusap dinding kaca di belakang meja kerja suaminya, dia memandangi pemandangan menakjubkan kota metropolitan yang langsung terbentang di hadapannya.


Terlihat begitu sibuk dan berisik, akan tetapi tetap menakjubkan baginya.


Adam yang masih berada di sisi Alice dan mendekap bahunya tersenyum.


Adam mengangkat dagunya dan dengan bangga berbicara.


"Sayang ... suami mu ini sangat kaya loh, kau bisa meminta apapun padaku, aku kan sudah pernah bilang, tidakkah menurut mu aku hebat sekali? kau harus bangga memiliki suami terhebat seperti aku!"


Dengan suara yang percaya diri dan bangga kepada diri sendiri, Adam menyeringai dan melihat lurus ke pemandangan kota metropolitan hadapannya.


Alice yang mendengar itu mengangguk setuju, lalu tanpa aba-aba Alice mulai menjinjit, agar tangannya bisa mencapai rambut suaminya.


Alice mengusap rambut suaminya dengan lembut, lalu tersenyum, "Kau hebat, aku bangga memiliki suami seperti mu," Alice tersenyum begitu tulus masih menjinjit kaki dan mengusap rambut suaminya.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Saat Alice melakukan hal itu, Adam terdiam dan membisu sebentar, tetapi jantungnya sudah berpacu tidak karuan.


Adam menelan salivanya dengan kadar dan suhu ruangan baginya sudah mulai panas entar kenapa.


"Kau mempelajari ini darimana?" tanya Adam menoleh kearah Alice yang masih berusaha keras untuk tetap bisa meriah rambutnya.


Alice memiringkan kepalanya heran, matanya yang bulat berkedip begitu lucu.


"Aku mempelajari nya darimu, jika kita bangga kepada seseorang kita akan mengusap rambutnya seperti ini, sama seperti mu yang selalu mengusap rambut ku, pasti karena bangga padaku kan?"


Alice menjawab dengan sangat percaya diri.


Alice mempelajari hal ini memang dari Adam, Adam sering mengusap rambutnya jika Alice berhasil melakukan sesuatu, seperti latihannya bagus atau semacamnya maka Adam akan mengusap rambutnya.

__ADS_1


Dan Alice mengartikan hal itu sebagai ungkapan rasa bangga.


"Jadi ... siapa saja yang sudah kau perlakukan seperti ini! rambut siapa saja yang sudah kau usap seperti ini!"


Adam segera berkecak pinggang, dengan mata yang tajam dan wajah yang merah, bagaimana pun Adam heran mengapa dia malu sekali.


Ini pertama kalinya ada seseorang yang mengusap rambutnya setelah dewasa.


Alice tambah kebingungan, namun bukan Alice namanya jika tidak menjawab dengan jujur.


"Aku hanya mengusap rambut mu saja? kau tidak suka? maafkan aku ... aku tidak tahu jika kau tidak suka,"


Alice langsung lesu, dia menunduk dan tangannya hendak ia turunkan.


"Ehem ...."


Adam segera berdehem tidak jelas, kekhawatiran nya mengenai Alice mengusap rambut yang lain akhirnya berakhir.


"Aku bukan tidak suka, perlakuan seperti ini hanya harus kau lakukan padaku," Adan menjawab sembari menundukkan kepalanya secara perlahan.


"Usap lagi ...." ucapnya tersenyum bangga dan bahagia sekali.


Hal-hal sederhana seperti ini sangat manis bagi Adam, hubungannya dengan Alice benar-benar diluar ekspektasinya, sangat manis dan indah.


"Kau suka rambutku? bagaimana dengan aku sendiri? apakah kau hanya suka rambutku?" entah sejak kapan Adam menjadi kekanak-kanakan seperti ini.


Akan tetapi jika seseorang dimabuk asmara terlepas dari usia ataupun profesi semuanya akan berubah menjadi kekanak-kanakan dan selalu ingin dimanja.


"Suka?" seru Alice kebingungan.


Saat pertanyaan itu diucapkan oleh Adam, Adam pun tiba-tiba terdiam.


Keduanya baru sadar jika belum ada ungkapan rasa suka atau cinta secara langsung dari bibir keduanya.


Entah kenapa suasana menjadi sedikit gugup, di sisi yang sama Adam langsung merencanakan banyak rencana di kepalanya, di momen apakan nanti Adam akan mengungkapkan segala isi hatinya.


Tetapi Adam yakin segalanya akan ia ungkapkan jika seluruh urusannya sudah usai, dan musuhnya tumbang semuanya.


***


Saat Alice menerima pertanyaan itu juga Alice tiba-tiba saja menjadi malu, dia tidak mengerti nilai dari rasa suka akan tetapi sepertinya perasaannya melebihi dari kata suka.


Tidak bisa dia ungkapkan, yang jelas baginya, Adam adalah cahaya dan dunianya, dan perasaannya yang ia rasakan kepada Adam melebihi apapun.

__ADS_1


Akan tetapi mungkin karena kodratnya sebagai wanita, entah mengapa mengatakan rasa suka atau mengungkap perasaannya terasa sangat sulit dan berat, rasanya sangat malu dan membuat jantung rasanya berdetak terlalu cepat.


Adam terkekeh melihat wajah merah merona istrinya dan ekspresi wajahnya yang penuh dengan tanda tanya.


"Sepertinya aku sudah terburu-buru, jangan dipikirkan, hari ini adalah hari ulangtahun mu, jadi kita akan bersenang-senang dan melakukan segala hal yang membuat mu bahagia," seru Adam mengusap pipi istrinya.


Tersenyum begitu lembut.


Adam benar-benar berada di level yang berbeda jika dalam hal keromantisan yang hakiki, walau Adam Duke tidak memiliki pengalaman apapun dalam hal kencan atau berpacaran dengan wanita lain, Adam sangat menghargai wanita dan tidak ingin melukai mereka.


Mungkin karena Adam mengingat ibunya dan adik kecilnya, karena itulah saat dia menemukan Alice yang mengalihkan dunianya sejak pertama kali mata mereka bertemu satu sama lain.


Adam memperlakukan nya bak ratu yang harus ia lindungi dan cintai seumur hidupnya.


Bisa dibilang, Alice sangat beruntung memiliki Adam yang begitu menghargai dan menyayangi wangi, di sisi yang sama Adam juga beruntung memiliki Alice yang memang polos dan tulus akan tetapi sebenarnya sangat pintar dan tahu cara mengambil sikap.


Tidak mau pasrah kepada keadaan dan berusaha keras mengubah takdirnya sendiri.


"Tring!"


Tiba-tiba ada pesan, saat Adam dan Alice tengah berbincang begitu hangat dan manis.


"Bos, semuanya sudah rampung," Kai sudah selesai menyiapkan segala hal yang diminta oleh Adam untuk merayakan ulangtahun istrinya.


Disana juga Haley sudah mengumpulkan semua kado dari anggota Adam Duke.


Haley tadi buru-buru meninggalkan Alice bukan hanya untuk memberikan laporan kepada Black, akan tetapi mengumpulkan semua kado dari anggota Adam Duke.


Dimana saat hari ulangtahun Alice diketahui, seluruh anggota Adam Duke segera mempersiapkan kado untuk istri Bos mereka.


Sepertinya bukan hanya Adam yang ingin menjadikan hari ini menjadi hari paling spektakuler bagi Alice, akan tetapi seluruh saudara Adam juga berpikir demikian.


Karena ini adalah acara ulangtahun pertama Alice maka harus dirayakan dengan sangat meriah dan indah tentunya.


.


.


.


.


Jangan bosan dengan keuwuan mereka please, maaf ya jika novel ini jadi sangat manis padahal mah ini novel mafia 🥺

__ADS_1


__ADS_2