
Episode 152 : Kencan buta Haley.
***
Haley memilki tubuh ideal, wajah blasteran dan mata yang indah, hanya saja bagi Haley kecantikannya memang membawa malapetaka baginya.
Dia berdandan sebagus mungkin, walau saat ia memakai riasan dia akan teringat kisah pilu nya yang lama.
Sesaat beberapa saat, dia usai dengan segala persiapannya.
Haley akan pergi ke cafe star yang disebutkan oleh Sazu, dia sudah dalam persiapan hendak mendapatkan pundi-pundi kekayaan bersama Sazu.
Entah mengapa dia menjadi mirip seperti Sazu, suka melakukan pertaruhan demi uang.
Disaat yang bersamaan, Sazu sudah berbicara dengan lelaki yang memang membutuhkan pasangan hidup secepatnya.
Menilai secara pribadi dengan mengajak nya berbicara sebelum nanti Haley datang kesini.
"Apa pekerja mu? dan berapa usia mu?"
Hal pertama yang ditanyakan oleh Sazu adalah pekerja dan usia, walau ia sudah tahu segala informasi mengenai lelaki ini, tetap saja dia ingin mendengar nya secara langsung.
Sazu duduk dengan tegap, tangannya dilipat dan matanya tajam sekali, dia sungguh serius dalam langkahnya ini.
Dia tidak ingin setengah-setengah dalam usahanya mencari pasangan untuk Haley.
Sebagai kakak tertua dari Haley, dia merasa memiliki tanggung jawab untuk mencarikan pasangan dan kehidupan yang membahagiakan untuk Haley.
Walau Black dan Kai berpendapat jika Sazu hanya akan memperkeruh suasana, tetapi Sazu yakin, Haley harus mendapatkan pasangan hidup dan hidup bahagia seperti wanita yang lain.
Seperti Alice misalnya, Haley pantas mendapatkan lelaki yang baik hati dan mampu menjaganya selamanya.
"Saya bekerja di perusahaan keluarga saya sebagai seorang Chief engineer, dan usia saya tahun ini sudah beranjak 30 tahun."
Luke Bryan adalah nama lelaki itu, tingginya 180cm dengan kulit sawo matang dan tubuh yang tegap, wajahnya tampan dan terlihat memiliki darah campuran.
"Hmmm ..." Sazu tengah bersikap seperti ibu mertua yang sedang menyeleksi menantunya.
Wajahnya memiliki ekspresi tegas, dan matanya tajam, tangannya di lipat dan caranya memandang seperti menilai Luke dari yang paling dalam.
Luke menelan salivanya saat diinterogasi oleh Sazu, dan Sazu sepertinya sudah siap dengan pertanyaan selanjutnya.
"Hmmm ... di usia ini harusnya kau setidaknya sudah memiliki pacar untuk dinikahi, apa alasan mu belum menikah dan apakah kau bisa yakin jika sesungguhnya kau memang tidak memiliki pacar?"
Sazu bertanya semakin menghakimi, dia tidak sadar jika usianya juga sudah 30 tahun tetapi belum juga mendapatkan pacar, entah mengapa pertanyaan nya juga cocok untuk dirinya sendiri.
Akan tetapi sepertinya Sazu belum sadar akan hal itu.
__ADS_1
Luke menelan salivanya dengan kasar, pertanyaan ini sudah pantas disebut sebagai interogasi menegangkan.
Entah mengapa lelaki bernama Sazu ini ingin tahu sekali tentang dirinya, padahal setahu Luke, tidak ada hubungan darah antara Sazu dan Haley.
Sepertinya hanya rekan biasa saja.
"Ummm ... dulu sa ... saya kebetulan terlalu serius dengan kuliah saya, dan kemudian serius dengan pekerjaan saya, sampai tidak sadar jika saya sama sekali tidak memiliki pacar, dan usia saya sudah 30, jadi sepertinya sudah saatnya mencari calon istri ..."
Luke tersenyum kaku saat menjawab itu, dia berbicara dengan jujur.
Dan saat selesai menanyai Luke, Sazu bisa memastikan jika lelaki ini adalah lelaki yang jujur.
"Hmmm ... baiklah, kau harus memberikan first impression yang terbaik saat bertemu dengan Al, dia itu sangat pemilih ... aku akan mengawasi mu, sebentar lagi dia sampai!"
Ketus Sazu masih melihat dengan tajam.
Sazu Segera pergi ke bagian paling sudut cafe, mencoba membaur dengan pelanggan yang lain, agar dia bisa memantau jalannya kencan buta antara Haley dan Sazu.
Bagaimana pun sejak awal, ini adalah idenya jadi dia harus memastikan segalanya berjalan dengan lancar.
"Guru ... aku sudah sampai, kau dimana?"
Haley sudah sampai di cafe star, dia hendak mencari guru taruhannya yaitu Sazu.
Saat Haley memasuki cafe, seluruh mata langsung menatap kearahnya.
Bajunya sedikit ketat namun membuatnya terlihat seperti model kelas atas.
"Wah ... siapa wanita itu? cantik sekali?"
"Kau lihat apa? kenapa aku melihat wanita cantik itu ketimbang aku?"
"Apakah dia model baru, atau aktris pendatang baru?"
"Kenapa bisa cocok sekali riasannya dengan karakter wajahnya?"
Banyak orang segera membisik dan banyak juga wanita yang bersama pacarnya marah kepada kekasihnya karena menatap kearah Haley terlalu lama.
Sedangkan Haley, sama sekali tidak merasa jika dia menjadi pusat perhatian.
Haley melihat sekeliling dan seorang pria yang sudah mendapatkan informasi Haley, yaitu Luke segera berdiri dan bersemangat sekali ketika melihat Haley dari dekat.
Wajah dan penampilan Haley jauh lebih cantik di kehidupan nyata dibandingkan di fotonya.
"Wah ... aku tidak menduga dia secantik ini, aku beruntung!"
Luke berseru dalam hatinya, dia merasa dia beruntung masuk dalam ajang perjodohan ini.
__ADS_1
Dia beruntung sekali dijodohkan dengan wanita secantik Haley.
"Murid ku, aku akan akui kau menjadi murid ku, tetapi kau tahu kan ucapan ku sebelumnya, kau harus mendapatkan pasangan hidup ... jadi aku sudah menyiapkan kencan buta untukmu, jangan marah ... aku melakukan ini untukmu,"
"Ciri-cirinya, berkulit sawo matang, tinggi 180cm dan matanya berwarna abu-abu,"
Sazu memberikan pesan dari meja paling sudut dia juga melihat penampilan Haley yang membuat pangling.
"Ha ... ha ... ha, dia itu rekan ku biar kalian tahu, dia cantik sekali kan, dia hanya tidak suka berdandan!"
Sazu malah berseru dalam hatinya dan bahagia ketika banyak orang memuji Haley diam-diam.
"APA?"
Wajah Haley memerah saat menerima pesan itu, dia juga sadar jika sejak tadi sudah ada pria yang ciri-ciri nya sesuai dari pesan yang diberikan Sazu tengah berdiri dan seperti menyambut nya.
"Dasar! untuk apa sih melakukan ini? tapi yasudah lah, aku juga sudah disini, demi pundi-pundi kekayaan, aku bisa nanti menolak dia secara halus!"
Geram Haley tersenyum kaku dan tanpa basa basi segera mendekat kearah lelaki bernama Luke.
"Silahkan duduk Nona Haley ..." Luke berbicara sopan sekali, dia menarik kursi untuk Haley.
Haley merespon dengan baik, dia harus mengikuti perjodohan ini demi diterima menjadi murid taruhan oleh Sazu.
"Te ... terimakasih," Haley tersenyum semanis mungkin.
Dia duduk dengan sopan dan saat ia melihat ke sudut ruangan dia bisa melihat Sazu mengacungkan jempolnya.
Seolah memberikan semangat untuk Haley.
Haley hanya menatap tajam dan membuang muka, karena telah dijebak oleh Sazu tentunya.
"Ini pesanannya Tuan ..." saat Haley menatap kearah Luke dimana Luke seolah terpesona dengan Haley.
Pelayan yang bekerja di cafe sudah memberikan minuman yang sudah dipesankan oleh Luke berdasarkan saran dari Sazu.
Minuman itu adalah kesukaan Haley.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Like dan komentar kalian adalah semangat author loh, jangan lupa berikan Like dan komentar nya yaa 🤍