
Episode 130 : Hari H misi bag 2
***
"Sayang ... dengar aku, ini akan menjadi misi terakhir mu, aku tidak ingin kau terlihat jauh dengan hal-hal yang mengerikan," Adam berbicara lembut sekali.
Dia sudah menghadap kearah istrinya dan mengusap rambutnya lembut sekali.
Wajahnya sangat khawatir sekarang.
Alice tersenyum dan menggenggam tangan suaminya.
"Aku janji, tenang saja ... semua akan baik-baik saja," balas Alice mencoba menenangkan suaminya.
"Haaahhh!"
Adam menghela nafasnya dalam, ini akan menjadi rencana akhirnya, jadi dia harus melakukannya dengan benar tanpa ada kesalahan.
"Cup!"
Adam mengecup dahi istrinya dan memeluknya erat sekali.
"Bos ... sudah waktunya," Kai yang sudah bagaikan nyamuk tak berarti di dalam mobil memanggil Bosnya jika sudah waktunya bagi Adam agar segera ke tempat pertemuan.
Setelah mendengar itu Adam menatap kearah Kai lalu matanya yang tajam itu dan wajahnya yang masih terlihat khawatir.
"Lakukan pekerjaan mu dengan benar, jaga istriku dengan baik, jika sesuatu terjadi maka aku tidak akan tahu lagi harus bagaimana!"
Sudah kesekian kalinya Adam mengatakan ini kepada Kai.
Agar menjaga Alice dengan sangat baik, karena kali ini Kai memiliki tugas yang sangat penting dalam rencana mereka.
__ADS_1
"Iya Bos aku mengerti, aku akan menjaga Nona Alice melebihi nyawaku sendiri ...." Balas Kai agar Adam mau keluar dari mobil karena Bosnya akan terlambat sebentar lagi.
Sungguh jatuh cinta benar-benar bisa merubah seseorang, bahkan orang yang mustahil diubah sekalipun.
Seperti Adam, belum pernah Kai melihat Adam khawatir sekali dan mengatakan sesuatu berulang-ulangkali.
"Nyawamu juga penting, dari antara kalian berdua jangan ada yang kenapa-kenapa,"
Adam masih merasa berat meninggalkan istrinya namun sepertinya dia tidak bisa berada lebih lama lagi di dalam mobil ini.
"Sayang ... habis ini aku akan menghukum mu, lihat saja! kau membuatku menyetujui hal ini," ketus Adam mengecup dahi istrinya lagi lalu keluar dari dalam mobil.
"Haaahhh!"
"Hari ini akhirnya tiba!" ketus Adam sudah melangkah menuju tempat pertemuan itu.
Selama seminggu penuh mereka bekerja sangat keras untuk rencana puncak ini, Kai juga sudah berhasil melakukan misi yang diembankan kepadanya.
"Nona Alice ... seperti yang kau dengar, Bos ku sangat peduli kepadamu, jadi kau harus bisa menjaga dirimu dengan baik kali ini,"
"Bos itu sangat penting bagi kami, dan jika sesuatu terjadi padamu maka Bos mungkin akan kehilangan dirinya!"
Kai berbicara tegas kepada Alice, walau Kai akan bertugas menjaga Alice juga akan tetapi sangat penting bagi Alice untuk menjaga dirinya sendiri juga.
Karena akan selalu ada kemungkinan buruk dari segala situasi.
"Baik Tuan Kai, aku akan bertanggung jawab atas rencana ku sendiri, percaya saja padaku," Alice terlihat tersenyum ceria.
Hal itu membuat Kai entah mengapa sedikit malu.
"Ja ... jangan panggil aku Tuan lagi, panggil saja Kai!"
__ADS_1
"Ta ... tapi jangan salah sangka, aku mengatakan ini karena kau adalah istri Bos ku, bukan karena aku sudah menerima mu!"
Kai sangat lucu, dia meninggikan suaranya karena merasa malu.
"Hmmm," Alice tersenyum ringan lalu menjawab Kai.
"Baiklah Kai ...." balas Alice kemudian melihat ke sisi kaca mobil.
Sebenarnya hatinya tengah kalut sekali, banyak hal yang sedang ia pikirkan, tetapi dia percaya kejahatan akan selalu kalah.
Walau ia sedikit takut, akan tetapi dia percaya jika segalanya akan berjalan lancar.
Entah apa rencana yang diusulkan oleh Alice akan tetapi sepertinya rencana itu akan menjadi pisau bermata dua.
Entah menyerang pihak Adam atau menyerang pihak lawan, namun siapapun yang terserang akan kalah telak.
"Baiklah ... kita akan melakukan bagian kita sesuai rencana," seru Kai melajukan mobilnya menuju tempat yang sudah mereka persiapkan.
Rencana pembalasan Adam akhirnya akan dimulai, akan tetapi kali ini dia dibantu oleh sang istri.
.
.
.
.
Jangan lupa di like dan berikan saran ya, maaf jika masih banyak kekurangannya, Kayaknya author buruh istirahat ga nulis dulu deh setelah novel ini selesai wkwkwk
kehabisan ide Mulu aku. 🥺
__ADS_1