Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Ini adalah hadiah pertamaku.


__ADS_3

Episode 71 : Ini adalah hadiah pertamaku.


***


Dan Alice tidak bisa lebih syok dari ini sebelumnya, bagaimana mungkin box ruangan yang tadi ia masuki sekarang berada di tempat yang sangat berbeda.


"Sangat ajaib!" seru Alice dengan nafas yang bersemangat dan berbinar-binar.


"Ini box ruangan sihir!" serunya terlalu bersemangat melihat kearah Kai dengan mata yang berbinar.


"Imutnyaa ...." Kai lagi-lagi tanpa sadar langsung gemas kepada Alice.


Alice memang memiliki daya tarik yang sangat besar, untuk seorang Kai yang menganggap Alice sebagai pesaing saja, sekarang Kai tanpa sadar malah merasa Alice sangat menggemaskan.


"I ... itu ruangan Bos, langsung masuk saja! aku pergi!" Kai dengan ketus dan wajah yang sok arogan, dia mengangkat dagu dan menutup lift segera.


Entah kenapa dia merasa jika semakin lama dia bersama Alice maka dia juga akan berakhir seperti Sazu dan Haley.


***


Alice yang baru saja ditinggalkannya oleh Kau segera melangkah ke ruangan suaminya.


"Tok ... Tok ... Tok!"


Alice mengetuk pintu dengan sopan.


Tetapi tidak ada yang menyahut, Alice menempelkan telinganya di pintu, dan tidak ada bunyi yang terdengar dari dalam


Alice tidak tahu jika Adam tengah melihat dirinya dari layar komputer sekarang.


"Istriku ini memang imut sekali ...." ketus Adam segera melangkah dengan cepat menuju pintu.


Dan saat Alice yang kebingungan karena tidak ada yang menyahuti ketukannya, Alice memutuskan untuk pelan-pelan membuka pintu.


Dan ....


"Ah ...." Alice berteriak kecil dan tipis ketika ia membuka pintu tangannya langsung ditarik oleh suaminya.


Lalu tubuhnya menempel di pintu, sedangkan salah satu tangan Adam menekan pintu agar tertutup kembali dan satunya lagi di pinggangnya.


Dengan dada yang naik turun dengan cepat karena terkejut sekali, Alice masih harus menyesuaikan nafasnya.


"Kau terkejut?" bisik Adam menarik dagu Alice agar berhadapan dengannya.


Alice mengangguk, dia memang terkejut sekali saat tangannya tiba-tiba ditarik seperti itu.


"Maafkan aku, aku sangat merindukanmu, dan aku tidak sabar ingin memelukmu," balas Adam kemudian langsung memeluk istrinya erat sekali segera setelah Alice masuk kedalam ruangannya.

__ADS_1


Saat Adam memeluknya, Alice segera bersandar di dada bidang suaminya, sesungguhnya Alice juga merindukan Adam, walau mereka selalu bertemu setiap hari akan tetapi rasanya ada perasaan rindu di hatinya setiap kali ia berpisah dari lelaki ini.


"Bagaimana tadi pertemuan mu dengan nenek lampir itu? apakah kau mengalahkan nya?" Adam masih memeluk Alice, dia bersandar di tengkuknya nyaman sekali.


Adam ingin mendengar segala hal yang dilalui oleh Alice hari ini secara langsung, walau dia sudah mendapatkan laporannya, akan tetapi Adam ingin mendengarkan nya secara langsung.


Lalu dengan bersemangat Alice bercerita apa yang ia alami saat bersama Rose, bahwa Alice sama sekali tidak merasa tertekan, atau takut.


Malah Alice bisa mengalahkan Rose dengan sempurna.


Saat Alice bercerita panjang lebar, Adam memperhatikan wajah Alice dengan lekat, Alice bercerita sangat bersemangat dan menggebu-gebu, begitu detail dan bersemangat.


Adam hanya tersenyum melihat istrinya tengah bercerita dengan sangat antusias.


"Ah ...."


"Ke ... kenapa kau tiba-tiba menggendong aku?"


Alice terkejut, saat ia baru saja menyelesaikan ceritanya, tubuhnya langsung digendong oleh Adam di tangan kokohnya.


"Karena aku mau, memangnya tidak boleh menggendong istri sendiri," ketus Adam melangkah ke kursi kebesarannya sembari tersenyum nakal kearah istrinya.


Saat melihat kenakalan itu, Alice entah kenapa malu sekali, dia langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


"T ... tapi ini kan masih terang," balas Alice dengan wajah yang sudah mulai panas dan merah padam.


"Pfft ... jadi kalau malam boleh ya?"


Saat mendengar godaan itu, seperti ada bom meledak di kepala Alice, Alice malu sekali, dia juga bingung mengapa dia menjawab hal itu barusan.


Alice sudah tidak mampu lagi membalas, dan hanya bersembunyi di dada bidang suaminya.


Adam menikmati saat melihat istrinya malu, Alice akan terlihat sangat menggemaskan saat terlihat malu seperti itu.


***


Setelah duduk di kursi kebesarannya, Adam membuat Alice duduk di pangkuannya, berada di depan komputer kerja Adam.


Alice dengan jantung yang berdebar-debar tertuju ke foto yang ada di meja kerja suaminya.


Alice tersenyum dan bahagia sekali, ketika melihat jika foto yang ada di atas meja kerja suaminya adalah foto pernikahan mereka.


"Sayang ...."


Adam memeluk Alice dari belakang sembari mendekap pinggangnya erat-erat.


"Hmmm?" Alice masih merona dan masih saja melihat foto pernikahan mereka yang tertera di atas meja.

__ADS_1


"Coba buka laci," bisik Adam tersenyum.


Alice segera membuka laci meja kerja suaminya saat mendengar hal itu, disana ada sebuah kotak berwarna biru langit.


"Ini apa?" tanya Alice mengambil kotak itu.


"Bukalah ...." Adam meminta kepada istrinya untuk membuka kotak berwarna biru langit itu.


Lalu saat Alice membuka kotak itu, mata Alice langsung berbinar saat melihat apa isi kotak itu.


"Indah sekali ... apakah ini untukku?" seru Alice kegirangan.


Di dalam kotak itu ada sebuah kalung yang terlihat sangat indah, di dalam liontin kalung ada tulisan kecil bernama Adriella Alice.


"Selamat ulangtahun sayang, apakah kau tahu hari ini kau genap berusia 20 tahun, kau sudah dewasa sekarang ...."


"Maafkan aku, baru tahu hari ini, aku kecewa pada diriku sendiri, aku berjanji di tahun ke depannya tidak akan lagi melewatkan hari ulangtahun mu,"


Adam menggenggam tangan Alice, mengecup tengkuknya yang terbuka sembari memejamkan matanya.


Sedangkan Alice yang baru pertama kali selama seumur hidup merasakan hari ulangtahun terdiam dan tak bisa mengungkapkan rasa bahagia tak terukur di hatinya.


***


Tadi saat Kai memberikan informasi mengenai Alice, saat itulah Adam tahu jika hari ini adalah ulangtahun istrinya.


Dengan cepat dia meminta anggota nya untuk membelikan kalung dan diukir dengan sangat cepat.


Dan ini hanyalah hadiah pertama saja, nanti malam Adam akan memberikan hadiah yang lebih banyak untuk istrinya.


Alice terdiam dan menunduk, tubuhnya bergetar hebat ....


"Ada apa? kau tidak suka hadiahnya?" Adam yang menyadari diam Alice segera mengangkat tubuh Alice agar mereka berhadapan satu sama lain sekarang.


Alice menggelengkan kepalanya.


"Ini ... ini adalah ucapan selamat ulangtahun pertama dalam hidupku, ini adalah kado pertama dalam hidupku, bagaimana mungkin aku tidak suka, aku sangat suka sehingga aku tidak bisa berkata-kata,"


"Apakah hari ini sungguh hari ulangtahun ku? aku bahkan tidak tahu tanggal ulangtahun ku, aku bahagia sekali .... jantungku berdegup sangat kencang karena bahagia, apakah aku baik-baik saja?"


"Terimakasih sudah memberikan aku segalanya Adam, terimakasih ...."


Alice menangis tersedu-sedu, dia tidak bisa mengungkap rasa bahagianya, dan dia merasa segala hal yang ia terima setelah bertemu dengan Adam semuanya terasa luar biasa.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2