
Episode 74 : Perayaan ulangtahun paling indah.
***
Di kediaman Baron Brown,
"Tring!"
Virgo Brown yang sudah memerintahkan beberapa suruhan ekslusif ayahnya untuk menyelidiki Adam Duke sudah menerima beberapa foto dari suruhan ayahnya.
"Heh, tunggu saja pembalasan ku, akan kuburan kau bertekuk lutut di hadapan ku!"
"Tapi siapa gadis yang datang ke perusahaan nya ini, kenapa aku seperti mengenali nya?"
Virgo bertanya-tanya, dari seluruh foto yang dikirim ada potret anggota Adam dengan seorang gadis yang sangat cantik.
"Ah, masa bodoh! secepatnya aku akan menghabisi semuanya sampai dia bertekuk lutut di hadapan ku!" geram Virgo Brown yang masih murka sekali.
Sepertinya dia benar-benar sangat manja dan tidak tahu siapa lawannya sekarang ini.
***
"Tring!"
Tiba-tiba ada pesan, saat Adam dan Alice tengah berbincang begitu hangat dan manis.
"Bos, semuanya sudah rampung," Kai sudah selesai menyiapkan segala hal yang diminta oleh Adam untuk merayakan ulangtahun istrinya.
Setelah mendapatkan pesan itu, Adam Duke tersenyum sangat lebar.
Dia meraih kedua bahu istrinya dan menatap wajahnya dengan lekat.
"Sayang ... sudah sore, ayo ikut aku, aku akan menunjukkan hal yang lebih mengagumkan kepadamu," seru Adam dengan sangat bersemangat.
Seluruh rencana lelang dan rencana pembalasan nya ia singkirkan hanya untuk malam ini, Adam akan memberikan seluruh perhatian dan pikiran tertuju kepada Alice malam ini.
Alice mengangguk bahagia, senyumannya sangat indah, apalagi diterangi matahari jingga yang hendak tenggelam itu.
Adam segera menggenggam tangan istrinya erat-erat, lalu ia tuntun pergi menuju lantai bawah dan menuju mobilnya.
Disana sudah ada salah satu anggota Adam yang siap sedia hendak membawa Adam dan Alice ke tempat yang mereka tuju.
Saat di dalam mobil, Adam meminta kepada Alice agar mata Alice di tutupi oleh penutup mata, agar kejutannya semakin terasa.
Alice tentu setuju, dia akan setuju jika yang mengatakan adalah suaminya.
***
Setelah sekitar beberapa saat dalam perjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
__ADS_1
Dan kebetulan sekali, matahari tepat sekali berada di ufuk, cantik sekali warnanya dan menakjubkan pemandangan yang terlihat.
Perlahan-lahan Adam menggenggam tangan Alice, setelah mereka melangkah beberapa saat keluar dari mobil, secara perlahan Adam mulai membuka penutup mata Alice.
Lalu saat ia membuka penutup matanya ....
"SELAMAT ULANGTAHUN ALICE!"
Seluruh anggota Adam yang tidak dalam misi datang ke acara ulangtahun Alice, bahkan para pelayan mansion ada di tempat itu.
Haley terlihat sangat bersemangat memakai topi kerucut, ada Kai juga yang masih terlihat waspada akan tetapi entah mengapa sudah mulai melembek.
Sekarang ini Adam dan Alice sedang berada di villa milik Adam yang berada dekat pantai, tidak terlalu jauh dari taman bermain tempat kencan pertama Alice dan Adam.
Di villa itu menunjukkan pemandangan laut yang sangat indah, apalagi matahari yang menyinari lautan membuat air nya terlihat seperti kristal bertaburan.
Dan hal yang paling Alice sukai adalah, jika sekarang ini banyak orang tersenyum kepadanya, tersenyum lepas dan berbahagia untuknya.
Di hadapannya banyak orang dengan senyuman yang bercahaya mengatakan selamat ulangtahun dengan nyaring.
Waktu seolah berjalan dengan lambat, dengan latar belakang matahari terbenam, dekorasi yang telah susah payah dibangun oleh Kai, Haley dan beberapa anggota lainnya terlihat sangat sangat indah.
Seperti mimpi jadi nyata.
Dunia ini memang penuh misteri, saat lalu dia masih ada di sebuah ruangan dengan kegelapan di sekitarnya, dijauhi dan bahkan disiksa, akan tetapi sekarang, saat kesabaran Alice telah terbentuk, semesta merubah segalanya seperti membalikkan koin.
Sekarang Alice melihat cahaya, merasakan hangat dan menerima begitu banyak sekali cinta.
"Sayang ... kau suka?" bisikan hangat seorang lelaki yang menggenggam tangannya erat sekali sejak mereka pertama kali bertemu.
Lelaki yang memberikan jalan bagi Alice untuk merubah hidup dan takdir tidak adilnya.
Rasa terimakasih seolah tidak cukup untuk mengungkap betapa ia sangat bersyukur atas segala hal yang ada pada dirinya sekarang.
Alice menoleh ke sisinya, lalu ia tersenyum dengan mata berkaca-kaca yang begitu indah.
Alice mengangguk dan semakin menggenggam erat tangan suaminya.
"Bagus, seperti yang aku bilang ini hanyalah permulaan," seru Adam bersemangat lalu keduanya melangkah menuju perayaan ulang tahun pertama Alice.
Alice disambut anggota suami nya dengan sangat antusias.
Mereka menyalami tangan Alice dan mengucapakan selamat ulangtahun, tetapi saat mereka menyalami tangan Alice selalu saja ada mata elang yang seolah akan menembak mereka hidup-hidup.
Ya, Adam terlihat sangat overprotektif saat anggota yang lain memberikan salaman ulangtahun kepada Alice.
Seolah mengancam jika selama bersalaman waktunya hanya boleh kurang dari 3 detik saja.
***
__ADS_1
Tak terasa malam sudah menyapa, malam ini sangat terang dan hangat, banyak sekali makanan dimana-mana, anggota Adam juga ikut menikmati, mereka menikmati makanan lezat yang disediakan.
Juga di sisi yang berbeda, sudah banyak sekali kado yang diterima oleh Alice, dan dari gundukan kado itu, beberapa diantaranya dari Kai dan Haley.
Sazu dan Black akan memberikan kado saat misi mereka usai dan kembali pulang.
Tidak kalah, Adam juga memberikan banyak kado kepada Alice, terlalu banyak sehingga Alice tidak bisa menghitung nya.
Sepanjang acara ulangtahun, senyuman di wajah Alice tidak sirna.
Saat Alice tengah menikmati keramaian yang sudah tidak membuatnya takut sama sekali, Adam memberikan kode kepada Kai.
Saat kode itu diberikan, seluruh anggota Adam pergi satu persatu dalam diam.
Sedangkan Haley ....
"Adik ..."
Haley membisik, dan datang pelan-pelan ke tempat Alice dan duduk di sisi Alice.
"Kakak tertua ...." Alice langsung bersemangat dan memeluk Haley.
"Selamat ulangtahun adik ku, aku harus segera pergi karena memiliki misi, Ini kado spesial ku," Haley berbicara dengan membisik dan cepat.
Karena sekarang Adam sudah seperti harimau yang mengawasi, Adam sudah ingin melewatkan hari ulangtahun istrinya berduaan saja.
Haley memasangkan gelang persahabatan bersama Alice, "Ini gelang persahabatan kita, dan masih ada satu lagi ...."
Haley mengambil goodie bag berwarna pink yang ia tentang sejak tadi.
"Ini aku bawakan sesuatu, pakai malam ini ya adik, semoga berhasil," Haley langsung memeluk Alice sekali lagi dan hendak pergi.
Sebelum Haley pergi ....
"Bos ...." Haley memanggil Bosnya dengan tersenyum penuh arti melirik kearah goodie bag pink yang sudah ada di tangan Alice.
Haley segera mengangkat jempolnya dan mengangguk-anggukkan kepalanya.
Seolah mengerti dengan apa yang bicarakan Haley, Adam langsung menyeringai menatap goodie bag pink dan pikiran nakal telah meraja Lela di kepalanya sekarang.
'Ho, Haley kau memang anggotaku yang paling mengerti, ha ha ha, malam panas ku akan semakin menggila!' benak Adam semakin bersemangat.
Tentu Adam tahu apa yang ada di dalam goodie bag pink itu.
.
.
.
__ADS_1
.