Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Kai akhirnya pulang ...


__ADS_3

Episode 96 : Kai akhirnya pulang ...


***


"Suamiku ...." Alice dengan mata terpejam yang sudah kelelahan sekali, dia bersandar diatas tubuh suaminya, dimana mereka masih berendam di dalam bath tub.


"Hmmm?" Adam masih bergerak sampai air tertumpah-tumpah, dia memejamkan matanya karena merasa sangat nikmat dan puas.


"Aku lelah sekali ... bisakah kita berhenti?" Alice udah lelah sekali.


Suaminya ini sama sekali tidak mengenal lelah jika dalam hal nakal seperti ini, seolah dia memiliki cadangan energi yang tidak akan pernah habis.


Adam tersenyum nakal, lalu ia mengecup tengkuk istrinya yang tengah terbuka.


"Cium aku dulu," bisik Adam masih saja menggoda istirnya.


Akan tetapi karena Alice sudah kelelahan sekali dia mengangkat wajahnya yang tadi ia sandarkan di dada suaminya dan langsung meraih kedua pipi suaminya.


Dia segera menciumnya kemudian menunduk dengan pipi merona.


Lalu setelah itu dia bersandar lagi di dada suaminya.


"Aku ... aku sudah mencium mu, jadi ...." Alice masih malu, dia berbicara pelan sekali sebelum akhirnya Adam yang tengah tertipu malu dan jantungnya berdegup kencang sekali itu langsung meraih wajah istrinya lagi dan melahap bibirnya untuk kesekian kalinya.


"Kau membuatku gila sayang, aku sangat sangat tergila-gila padamu, apakah kau tahu itu?" bisik Adam disela-sela ciuman panasnya.


Tetapi walau gairahnya sangat besar, dan dia masih ingin lagi dan lagi, Adam merasa memang harus sudah menyudahi olahraga panas ini, sudah beberapa kali dia melakukannya pasti Alice juga kelelahan sekali.


Adam dan Alice melanjutkan mandi mereka, walau Adam harus menahan gairahnya beberapa kali karena bagaimanapun juga, Alice terlihat lelah jadi Adam yang memandikan istrinya.


Alice malu saat mendapati hal itu, akan tetapi tenaganya sudah hampir habis, dia sudah pasrah sekarang ini.


Dengan lembut sekali, Adam menggendong istrinya, memakaikan piyama tidur nyaman agar istrinya tidak kedinginan.


Sekarang ini di sisi ranjang, Alice duduk dengan nyaman sedangkan suaminya mengeringkan rambut istrinya dengan menggunakan handuk.

__ADS_1


Rasanya sangat nyaman, Adam seperti tengah memijat dengan lembut, siapa yang bisa menduga ketua mafia beringas itu tengah memanjakan istrinya sekarang ini.


Bahkan terlihat sangat lembut mengusap dan mengeringkan rambut panjangnya.


Alice sampai mengantuk, namun ia segera menggelengkan kepalanya, ada hal yang harus ia bicarakan dengan suaminya.


***


Di sisi yang lain,


Virgo Brown yang baru saja mendapatkan penggunaan lagi dari wanita yang sepertinya memiliki hubungan erat dengan Adam Duke hendak mengadu kepada ayahnya.


Dia tidak terima sudah dua kali dia kalah telak oleh Adam maupun anggota nya.


Akan tetapi saat ia mengadu, ayahnya malah marah besar, bagaimanapun sekarang Baron tengah mengalami banyak kerugian dan menerima banyak telepon dari para vendor yang seharusnya menerima barang yang seharusnya dikirimkan olehnya.


Akan tetapi seseorang yang misterius telah meledakkan pabrik dan produk jadi di pulau pribadinya, jadi banyak sekali yang harus dilakukan oleh Baron sekarang.


Baron mengusir Virgo sampai Virgo ketakutan, kelihatan sekali Virgo hanyalah anak yang begitu manja dan sangat bergantung kepada ayahnya.


***


Di negara Eden,


Kai sudah pulang dan tentu saja dia disambut oleh ayahnya, Morgan Regis.


Morgan terlihat masih sangat bugar dan berwibawa walau dia sudah tua.


Awalnya dia tersenyum bersahaja, disekitarnya banyak pengawal yang memang wajib mengawal sang panglima.


Kai sudah bersemangat hendak melangkah mendekat, karena sepertinya ayahnya tidak akan menyambutnya dengan tinju.


Akan tetapi ....


"Anakku kau sudah pulang ...." seru Morgan merentangkan tangannya hendak memberikan pelukan kepada putranya yang sudah lama tidak pulang.

__ADS_1


"Ayah ... kenapa kau menjadi semakin tua?" Kai tersenyum ceria, dia hendak memeluk ayahnya.


Dan ....


"Buk!"


Satu tinju mengenai rusuk Kai membuat Kai tersungkur, sampai melebarkan matanya.


"Ah, aku tertipu lagi oleh ayah monster ku ini!" keluhnya sampai terjatuh namun langsung diraih lagi tangannya oleh Morgan.


"Aku merindukan mu anakku, senang bisa bertemu denganmu lagi, ha ha ha!" Morgan tertawa, dengan sangat bangga dia menarik tangan Kai dan merangkulnya mengajaknya melangkah menuju rumah nya yang super megah.


Para pengawal dan pelayan yang ada di rumah itu sampai mengaga dan mata mereka saling berkedip saat melihat Morgan Regis tertawa.


Sudah lama sekali Morgan tidak tertawa, sepertinya dia memang sangat merindukan putranya.


"Ayah ... kenapa kau selalu memukulku?" Kai masih menggerutu walau ia juga langsung merangkul ayahnya berjalan kompak menuju rumah.


"Itu salah sayang, kau seperti baru tahu saja, kalau kau tidak selamat dari satu pukulan ku maka kau bukan putra kandungku," seru Morgan begitu percaya diri.


"Ya ya ya, tapi aku bersyukur ayahku tetap sehat," Kai berseru bangga juga.


Jika dilihat-lihat keduanya memang mirip sekali.


Banyak hal yang akan ditanyakan oleh Morgan, apalagi mengenai Adam Duke dan perkembangan nya.


Juga ada sesuatu yang ingin diminta oleh Morgan kepada putranya, makanya Morgan ingin Kai pulang segera.


Untung saja Morgan menghubungi Adam saat lalu dan membujuknya agar Kai mau pulang sebentar.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2