
Episode 133 : Misi terakhir.
***
Adam segera memencet tombol kecil di jasnya sebagai bentuk siaga satu untuk penyerang.
Adam sudah merasa ada yang tidak beres dengan ini, Baron Brown terlihat sangat mengerikan dan terlihat seperti memiliki rencananya sendiri.
"Ini membuktikan jika pelaku penghancurannya pabrik ini sudah merencanakan aksinya jauh lebih lama dari yang kita duga, karena itulah mengapa penyerangan itu begitu sistematis dan tanpa cela,"
Baron terlihat tenang, saat ia menjelaskan hal itu tentu menyangkut dengan kerugian skala besar yang sudah ia terima akibat hancurnya pabrik Penghasil uang nya.
Lalu senyuman di wajahnya yang terlihat mengerikan membuat jantung Adam seperti mau meledak.
Satu-satunya yang dikhawatirkan oleh Adam sekarang hanyalah istrinya seorang.
“Segala usaha telah dilakukan untuk mencari pelaku akan tetapi belum ditemukan jejak sama sekali, jadi aku memutuskan untuk segera membangun fasilitas yang baru dengan merekrut salah satu orang yang sangat berbakat dan hebat ….”
“Dia telah berhasil menumbangkan salah satu musuh terbesar kita saat lalu, dan sekarang dia juga akan membantu kita dalam membangun pabrik baru sekaligus menjaga keamanan, disaat pelaku penghancuran pabrik masih berlangsung, kita membutuhkan kehebatan orang ini,”
Baron kembali melihat kearah Adam Duke yang sudah duduk dengan wajah datar dan aura mengerikan, entahy mengapa dia merasa ada yang tidak berse sekarang ini.
Saat mendengar itu, para sekutu Baron kembali berbisik-bisik, mereka serempak melihat kearah Adam Duke, Adam sungguh menjadi pusat perhatian sekarang ini.
“Kemarilah Tuan Adam … perkenalkan dirimu di hadapan rekan-rekan ku,”
Baron terlihat santai, begitu pula dengan Adam Duke, dia tidak ingin menghancurkan segala hal yang sudah ia rencanakan jadi untuk saat ini dia akan maju ke depan dan mengikuti apa yang tengah dimainkan oleh Baron sekarang ini.
“Tak … Tak … Tak!”
Langkah kakinya segera menggema dan seluruh pasang mata mengikuti langkahnya.
Adam sekarang berdiri di hadapan para rekan Baron, setiap wajah ia lihat dan pastikan satu persatu jika seluruhnya sesuai dengan data yang sudah diberikan oleh Kai kepadanya.
"Terimakasih atas waktunya Tuan Baron, saya tidak menduga saya dianggap begitu penting dan berjasa saat saudara Tuan Baron, yang kebetulan tidak ada disini meminta tolong untuk melenyapkan musuh anda,"
__ADS_1
"Karena kebetulan orang itu juga musuh saya,"
"Dan ...."
Adam melirik sejenak kearah Baron Brown yang ada di sisinya, lalu dia menyeringai.
"Aku tidak tahu apa yang kau rencanakan Tuan Baron, akan tetapi sepertinya aku tidak bisa menjadi bagian dari rencana besarmu, aku tidak bisa membantu mu mengembangkan kekayaan keluarga mu!"
Adam berbicara sangat lantang.
***
Adam tersenyum di hadapan banyak orang, namun matanya yang tajam dan percaya dirinya yang begitu besar, membuat semua orang menatap dengan sinis, mereka merasa anak muda yang ada di hadapan mereka ini terlihat terlalu arogan dan sombong.
Saat Adam mengatakan jika Lou yang dilenyapkan oleh Adam merupakan musuh Adam juga, sudah segera membuat Baron Brown terperanjat.
Lou awalnya adalah rekan Baron Brown, salah satu kepercayaan nya yang memberontak, memiliki kecerdasan diatas rata-rata namun ingin menentang Baron Brown.
Karena itulah saat lalu Baron meminta Gordon mencarikan sebuah perkumpulan untuk melenyapkan Lou, dan ternyata orang itu adalah Adam Duke.
Yang dimana sekarang Baron akhirnya mengetahui satu fakta lagi, jika Lou juga merupakan musuh Adam Duke.
"Siapa kau sebenarnya?" Baron segera bertanya dengan mata yang melebar.
Saat Adam Duke mendengar itu, Adam Duke menyeringai.
"Aku adalah dewa kematian mu Tuan Baron!" bisik Adam di dengar oleh semua orang yang ada di gedung sebab Adam dekat dengan pengeras suara.
Saat melihat itu, entah kenapa tubuh Baron bergetar hebat, tatapan Adam sangat tajam, begitu tajam dan gelap sehingga Baron tak bisa menggambarkan betapa mencekam dan menakan tekanan yang ia rasakan sekarang.
"Drap ... Drap ... Drap!"
Langkah kaki beberapa puluh orang pengawal Baron Brown langsung berlari melindungi taun mereka.
Mereka mengerumuni Baron Brown dan menjadikan tubuh Meraka perisai untuk Baron.
__ADS_1
Disaat yang bersamaan saat Adam mengatakan ancaman itu, mengatakan jika dia adalah dewa kematian untuk Baron Brown, terlihat jelas jika seluruh sekutu Baron Brown sudah mengangkat senjata masing-masing dan mengarahkan senjata itu kepada Adam Duke.
Adam melihat ke seluruh undangan yang sudah dalam posisi hendak melumpuhkan Adam Duke.
"Kalian yang hanya kelinci mainan lelaki tua ini sangat setia ya, bahkan langsung mengangkat senjata untuk melindungi nya," Adam meledek dan dia menatap seolah tengah merendahkan seluruh orang yang ada di gedung ini.
"Diam kau anak muda sialan! aku sudah menduga ada yang tidak beres denganmu!" seru salah seorang sekutu Baron Brown dimana dia sudah hendak menekan pelatuk agar segera menembak Adam Duke.
"Tuan Baron Brown, kita harus segera melenyapkan anak muda bodoh ini, dia bodoh sekali sepertinya dia telah bosan hidup dan menyerahkan nyawanya di gedung ini sekarang!"
Rekan Baron yang sama memprovokasi Baron agar segera memberikan ijin untuk menembak kepala Adam Duke.
"Pfffttt ...." Adam terkekeh kecil, dia semakin mengejek rekan Baron yang berteriak itu.
Membuat dirinya emosi berat dan tak lagi menunggu aba-aba dari Baron dan sudah dalam keadaan hendak memencet pelatuk.
Namun ....
"Dor!"
Tembakan mengenai kaki, tangan dan titik vitalnya membuat dia tersungkur bahan tak sempat berteriak.
"Aaaaaa!"
Kerumunan yang merupakan rekan Baron Brown langsung panik dan beberapa yang merupakan hanya pengusaha bukan dari kalangan mafia berteriak karena melihat darah.
Lalu mereka sadar jika sejak tadi sudah ada titik merah tertuju ke kepala masing-masing dari rekan Baron Brown.
Ya, tim Black sudah siap sedia di titik lokasi, saat Adam memencet tombol siap menyerang dan naik ke podium, seluruh undangan yang merupakan rekan Baron Brown, sudah dibidik oleh tim Balck tepat di kepala mereka.
Namun dalam misi ini, Adam tidak ingin ada korban jiwa demi rencana yang dikatakan oleh istrinya, jadi orang yang baru saja terkena tembak itu tidak mati melainkan mengalami lumpuh sementara oleh senjata rancangan Sazu.
.
.
__ADS_1
.
Notes : Lou ini adalah musuh yang dilenyapkan oleh Adam di episode pertama, yang diminta oleh Gordon Brown, aku lupa sebenarnya namanya tapi seingat aku Lou, jika salah tolong dikoreksi ya guys 🥺