
Episode 54 : Aku merindukan istriku.
***
Saat mendengar ucapan dari Rose, Adam terkekeh dan menyeringai.
"Nanti akan ku pastikan mengajak Alice, kembalilah sekarang, jika tidak ada hal penting yang hendak kau sampaikan!" ketus Adam langsung tidak mengacuhkan Rose lagi setelah itu.
Rose yang mendengar itu bukannya sedih malah semakin tertantang, namun juga bingung mengapa Adam terasa percaya diri sekali menyebut nama Alice.
"Baiklah Tuan, sampai bertemu di lain waktu," seru Rose tidak ingin terburu-buru, dia harus melakukan pendekatan secara perlahan-lahan tentunya.
Dengan bahasa tubuh yang elegan, Rose undur dari ruangan Adam Duke, Rose begitu percaya diri jika dia telah meninggalkan kesan terbaiknya, anggun dan lembut.
"Cih! menjijikkan, bau parfumnya menyengat membuatku ingin muntah!"
"Kau kira sekarang kau bisa menekan istriku, heh, dia sudah menjadi wanita kuat sialan!" Adam langsung mengomel sendiri dia meletakkan berkas yang ada di tangannya dan memasang wajah cemberut.
"Ah, aku jadi rindu dengan wangi istriku, nanti saat pulang aku harus memeluknya erat sekali," Adam langsung bersandar di kursi kebesarannya.
Memejamkan matanya dan mengingat sentuhan lembut istrinya, Adam sangat terpikat dengan Alice, Alice itu sangat unik.
Di sisi yang lain dia mudah sekali ditipu, akan tetapi di sisi yang bersamaan sebenarnya dia sangat cerdas dan memiliki kemauan yang tinggi untuk melakukan sesuatu.
Yang jelas semakin mengenal Alice maka pesona nya akan semakin memikat.
***
Disamping itu, Alice mendapatkan banyak sekali pelajaran dari Haley, bukan saja teknik bertarung yang mumpuni dan bagaimana trik untuk dapat memperkuat kekuatan tinjunya yang masih tergolong lemah.
Tetapi juga bagaimana hubungan seorang wanita dan pria yang sudah menikah harus melakukan hubungan percintaan yang menggebu-gebu sebagai bentuk ungkapan perasaan masing-masing.
Alice bertekad akan menguasai segalanya, dan dari ucapan Haley, Alice juga akan menguasai teknik bercinta untuk menyenangkan Adam agar Adam tidak sakit.
Tetapi Alice tidak tahu harus belajar bagaimana, nanti dia akan bertanya secara langsung kepada Adam masalah itu.
__ADS_1
***
"Bos, kami sudah ada di lokasi, kami tinggal menunggu perintah selanjutnya," seseorang yang menghubungi Bosnya dari telepon genggamnya menunggu perintah selanjutnya.
"Apakah sudah kau pastikan, jika tidak akan ada yang akan mengganggu penculikan ini?" Bos nya menjawab dan memastikan jika target yang mereka culik harus sendirian agar tidak ada yang mengganggu.
Akan sangat beresiko jika anak buah Adam Duke ada disekitar target, karena perkumpulan ini sebenarnya menghindari pertarungan jarak dekat.
"Kami sudah pastikan, hanya ada target dan salah satu wanita lagi di sekitarnya, pasti akan bisa kami lumpuhkan secara senyap," anak buahnya membalas dengan sangat yakin.
Mereka tengah mengawasi Alice dan Haley yang baru saja selesai latihan dan beristirahat sejenak sembari bercerita satu sama lain di ruangan latihan.
Mereka bisa menyusup ke mansion Adam Duke dan melewati penjagaan karena sebelumnya ada seseorang yang sudah memetakan mansion dan memastikan jika jalur yang akan mereka lalui akan terhindar dari penjagaan keamanan anggota Adam Duke.
"Baiklah, cepat lakukan dengan segera, jangan sampai ada keributan," perintah Bosnya langsung diterima dengan baik oleh anggotanya yang lain yang tengah ada di TKP.
***
"Kakak tertua, apakah menurut mu aku bisa menjadi orang kuat dengan cepat?" Alice bertanya dengan serius, dia sangat ingin menjadi kuat.
Karena itulah Alice benar-benar ingin menjadi kuat.
"Tentu saja kau akan kuat, lagian sudah ada Bos, aku dan rekan yang lain, kita akan saling menjaga satu sama lain, Bos selalu mengajarkan itu kepada kami, jika kita harus selalu menjaga satu sama lain,"
"Siapapun sangat berharga jadi jangan pernah meninggalkan rekanmu, karena rekan adalah saudara,"
"Dan kau itu lebih spesial dari saudara bagi Bos, aku yakin dengan hal itu," Haley tersenyum.
Dari senyuman dan tatapannya, Alice bisa merasakan kejujuran dan bagaimana Haley sangat kagum juga menghormati Adam Duke.
Akan tetapi saat keduanya berbincang begitu nyaman, terdengar langkah kaki dari sekitar 10 orang lebih memasuki ruangan latihan.
Lalu ...
"Cklek!"
__ADS_1
Ruangan itu di kunci agar tidak terdengar suara apapun keluar, bagaimana pun ruangan latihan di mansion Adam Duke kedap suara.
Saat para anggota mafia dari geng Falcon memasuki ruangan itu, mereka semua langsung menodongkan senjata api dan dalam posisi menyerang jika Alice ataupun Haley mencoba kabur atau memberontak.
Saat itu jantung Alice langsung berdegup sangat kencang, dia ketakutan sekali, melihat orang-orang yang menodongkan senjata itu semakin mendekat.
Tetapi disaat yang sama dia juga ingin melawan ketakutan nya sendiri, dia tidak boleh menjadi lemah setiap kali ada bahaya datang, untuk apa latihannya selama ini jika dia tetap bergetar ketakutan dan menangis.
Haley yang langsung siaga segera berdiri diikuti Alice, Haley menggenggam tangan Alice dan menyembunyikan Alice dibelikan tubuhnya.
"Kau? penyusup!" geram Haley melihat salah seorang yang mereka kenal ada diantara penyusup yang tengah menodongkan senjata itu.
"Hahaha, halo Nona Haley, lama tak berjumpa,"
"Halo, muridku, apakah kau sudah menjadi pintar?"
Professor Alan, yang saat lalu menjadi tutor Alice adalah anggota dari geng mafia Falcon, sebuah geng mafia yang saat lalu lahan kekuasaan mereka diambil alih oleh Adam Duke dan rekan-rekannya.
Tentu geng Falcon tak mampu melawan Adam Duke secara langsung, jadi mereka mencari kelemahan Adam Duke selama berbulan-bulan, dan akhirnya mereka temukan, ialah Alice.
Dan mungkin karena keberuntungan, salah satu anak buah Falcon, yaitu Alan dengan nama samaran, nama aslinya adalah Luke, berhasil menjadi tutor untuk Alice saat lalu, jadi dia bisa memetakan seluruh mansion Adam Duke dan memberikan laporan memuaskan kepada Bos-nya.
"Brengsek! apa yang mau kau lakukan? ha? jika Bos tahu ini apakah kau dan rekanmu sudah siap dengan segala konsekuensinya?" Haley berteriak, dia melangkah mundur, Haley tengah mencari kesempatan agar Alice bisa kabur dan dia menahan seluruh musuh yang ada di ruangan ini.
"Tenang saja, kami hanya membutuhkan wanita cantik itu, tidak akan kami lukai, jika kau memberikannya secara cuma-cuma tanpa perlawanan, kami juga tidak akan melukaimu," Luke berbicara santai.
Dengan tangan tetap menodongkan senjata kearah Haley dan Alice yang sudah melangkah mundur.
Haley tahu jika dia tetap melawan maka sudah bisa dipastikan mereka berdua akan kalah, bagaimana pun jumlah orang yang ada di hadapannya ada 12 orang dengan kemampuan yang belum diketahui.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa berikan like dan komentar membangunnya, jika ada salah ketik dan nama tinggal komen saja ya, biar author perbaiki. Terimakasih somat.