Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Kau memang spesial.


__ADS_3

Episode 42 : Kau memang spesial.


***


“Kau memang spesial,” saat Adam mengatakan itu, Alice tak bisa menggambarkan rasa bahagianya, dadanya bahkan sampai sesak karena jantungnya berpacu dengan sangat cepat.


Selama hidup, dia tidak pernah dipedulikan, selalu disiksa dan dianggap menjadi barang, tetapi lelaki ini mengatakan jika orang tidak penting seperti dirinya itu spesial.


Saat mendengar perkataan itu, rasanya Alice seperti disembuhkan.


Alice sampai terdiam, matanya menatap haru dan senyuman aneh seperti tengah menangis namun juga tersenyum, sebegitu tidak mampulah Alice menggambarkan perasaannya.


“Karena kau sudah setuju menemani aku, maka aku akan membawamu ke suatu tempat, gantilah pakaianmu,” seru Adam bersemangat.


Dia akan membawa Alice ke suatu tempat, ke tempat dimana Alice akan merasa bahagia dan tidak akan melupakannya seumur hidup.


Adam sudah berjanji pada dirinya sendiri, apa yang ia miliki sekarang ini termasuk orang-orang disekitarnya, dia akan menjaga mereka, termasuk Alice, Adam akan membayar segala rasa kesepian Alice yang dirasakan Alice selama ini.


***


Alice langsung mengguk dengan cepat, wajah bersemangat nya belum juga luntur namun malah semakin menggebu-gebu.


Alice langsung berlari ke ruangan yang dipenuhi pakaian yang sudah dipilih oleh kakak tertuanya, Haley.

__ADS_1


Ya, haley mengatakan pada Alice untuk memanggilnya kakak tertua, karena di perkumpulan mafia mereka memanggil dengan sebutan demikian.


Alice melihat satu persatu pakaian yang dipilihkan oleh Haley untuknya.


***


“Ini bisa kau gunakan jika melakukan makan malam formal dengan Bos,”


“Ini bisa kau gunakan saat kau hendak melakukan olahraga,”


“Ini bisa kau pakai saat Bos mengajakmu kencan dengan Bos,”


“Dan ini,” Haley menunjukkan baju merah maroon menerawang dan sangat provokatif, senyuman jahil langsung tertera di wajah Haley saat menggenggam pakaian itu.


Tawa Haley masih menggema di telinga Alice.


Alice tidak mengerti mengapa baju maroon menerawang itu membuat Haley bersemangat.


Alice belum paham jika Haley menginginkan bonus tambahan dari Bosnya jika tahu dia memberikan pakaian panas membara kepada Alice.


Rencana Haley dan cara berpikirnya benar-benar persis sama dengan Sazu.


***

__ADS_1


Lalu tangan Alice menyingkir dari baju merah maroon yang seperti bukan baju karena terlalu tipis, tangannya tengah memegang baju terusan berwarna pastel, baju dress midi yang panjangnya semata kaki, bentukannya square neck, pastinya akan menunjukkan garis lehernya yang sangat indah.


“Akau pakai ini saja, kelihatannya imut,” seru Alice bersemangat seperti anak kecil melihat baju itu.


Ya, Alice memakainya hanya karena kelihatan imut saja.


Alice akhirnya selesai mengenakan pakaiannya, ia menguraikan rambutnya, lalu ia keluar dari ruangan ganti menuju suaminya yang sedang duduk di kursi sofa dekat ranjang.


“Aku sudah siap Tuan,” serunya bersemangat dan tersenyum lebar sekali.


Adam yang tadi sedang memegang surat kabar di tangannya melihat kearah Alice dan ….


“Deg … Deg … Deg!”


Jantungnya berdegup kecang dan pipinya memerah, “Cantiknya, cantik sekali,” gumam Adam berdiri dan melangkah menuju istrinya.


“Baiklah, ayo kita pergi ….” Seru Adam menggenggam tangan Alice erat sekali.


Alice mengangguk, masih penasaran kemana Adam akan membawanya.


Keduanya melangkah dengan cepat, Adam menggenggam tangan mungil istrinya menuntunnya menuju mobil yang akan ia kendarai sendiri.


Adam sekarang ini hanya memakai pakaian biasa, topi hitam untuk menutupi wajahnya, tetapi karena tampilan casual ini, dia malah terlihat sangat menawan dalam vibes yang lebih nyaman.

__ADS_1


***


__ADS_2