
Episode 132 : Acara pertemuan besar.
***
Di hotel milik keluarga Brown,
Saat Adam memasuki tempat pertemuan semua mata tertuju kepada Adam.
Pertemuan ini tidak jauh berbeda seperti pertemuan orang-orang elit, banyak dari mereka memegang sampanye di tangan mereka.
Mata tajam dan aura gelap memenuhi ruangan, saat Adam memasuki tempat itu, sudah bisa terlihat dekorasi megah dan mewah, banyak meja bundar di dalam gedung tempat para sekutu Baron yang telah disediakan.
Mereka berkumpul sesuai kubu, dari kubu pebisnis, pemerintah, mafia dan masih banyak kalangan yang merupakan kaki tangan Baron Brown.
Adam melangkah dengan lantang seperti biasa, wajahnya yang tegas dan matanya yang tajam selalu saja menarik perhatian orang lain
Seperti ingin tahu apa yang ada di dalam pikiran Adam sekarang ini.
Nama Adam Duke tengah menggema di kalangan mereka, saat Adam Duke berhasil menduduki kursi pemerintahan, saat itulah wajah ketua mafia paling ditakuti di dunia mereka lihat.
Dan ternyata sesuai dengan gelar yang ada di pundaknya, hawa keberadaan dan gestur tubuh lelaki yang bernama Adam Duke itu sungguh menekan dan ekspresi wajahnya tak terbaca.
"Hei ... lihat itu, dikabarkan dia akan menjadi salah seorang yang penting dalam hirarki kekuasaan keluarga Brown,"
"Ternyata dia masih cukup muda jika dilihat secara langsung,"
"Apakah dia memang sehebat yang dikabarkan?"
Banyak kalangan segera berisik kearah Adam Duke, akan tetapi Adam tidak peduli, toh mereka semua juga akan hancur bersama Baron Brown di gedung ini.
***
"Tuan Baron Brown, saya sudah hadir menyanggupi undangan anda," Adam segera melangkah dan datang menghadap ke arah Baron Brown yang sepertinya memang menunggu kedatangannya.
__ADS_1
Disana Adam melihat ada Virgo Brown yang kelihatan murka sekali melihat dirinya dengan tatapan marah.
Lalu di sisi yang lain ada Galilea Brown yang juga menemani saudaranya, namun tak ada Gordon Brown disitu.
Mata Adam memicing lalu jantungnya semakin berdegup kencang karena gugup, dia mencengkeram tangannya lalu menenangkan dirinya.
"Duduklah Tuan Adam, aku menunggu mu sedari tadi, sebentar lagi perundingan kita dimulai," seru Baron Brown tersenyum ramah seperti biasa.
Tempat Adam duduk memang berada di sekitar Baron Brown, karena hari ini Baron akan resmi memperkenalkan Adam kepada seluruh sekutunya.
"Baiklah Tuan Baron," balas Adam duduk di dekat Baron Brown.
Di saat yang sama seluruh percakapan Adam Duke dan Baron Brown bisa di dengar oleh seluruh anggotanya di tempat masing-masing.
Hanya menunggu kode dari Adam saja saat operasi benar-benar dimulai.
Saat Adam Duke duduk benar saja, ada seorangpun pembawa acara profesional yang membawakan pertemuan elit ini.
***
Pembawa acara itu melakukan pekerjaannya dengan baik, Baron Brown akan duduk di kursi terdepan dan membicarakan mengenai tujuan pertemuan besar kali ini.
Baron Brown bangkit dari tempat ia duduk dan melangkah ke depan, untuk membawakan jalannya pertemuan.
Saat Baron Brown bangkit dan melangkah, seluruh undangan yakni para sekutu Baron Brown berdiri melakukan penghormatan kepada ketua mereka.
Adam hanya mengikuti saja sembari jijik saat tahu banyak orang menghormati lelaki tua yang sangat kejam itu.
Baron Brown segera tersenyum saat ia sudah menghadap seluruh sekutunya, dia mengambil sampanye yang telah di sodorkan oleh pembawa acara.
"Mari kita angkat gelas kita semuanya terlebih dahulu, mari kita minum bersama sebagai ikatan hubungan kita yang semakin kuat!" Bari. mengangkat gelas tipis sampanye di tangannya.
Hal itu diikuti oleh para sekutunya, mereka semua mengangkat gelas mereka saat Baron udah meneguk minumannya barulah yang lain berangsur minum sampanye mereka juga.
__ADS_1
Setelah basa basi itu, Baron Brown segera duduk di kursi kebesarannya dan pembawa acara memencet sebuah timbul dan timbullah sebuah proyektor besar di belakang Baron Brown.
Sebuah gambar yang menunjukkan pabrik di pulau pribadi Baron Brown yang telah di porak-poranda oleh sebuah perkumpulan yang tidak diketahui.
Segera setelah gambar itu ditunjukkan kericuhan segera menggema, sekutu Baron memang sudah tahu ada yang menentang pabrik milik Baron yang ada di pulau terpencil akan tetapi mereka tidak tahu jika keadaannya benar-benar mengerikan seperti yang di gambar.
Adam juga melihat itu lalu tersenyum menyeringai, bagaimana tidak, itu semua adalah ulahnya.
Saat Adam tersenyum, Baron melihat kearah Adam dan mata mereka bertemu.
"Deg!"
Adam terkejut sekali saat melihat Baron menyeringai juga kearahnya, seperti tahu apa yang sedang dilakukan oleh Adam sekarang.
"Apa-apaan itu!" geram Adam dalam dirinya kemudian mengalihkan pandangannya kearah proyektor.
"Tak!"
Adam segera memencet tombol kecil di jasnya sebagai bentuk siaga satu untuk penyerang.
Adam sudah merasa ada yang tidak beres dengan ini, Baron Brown terlihat sangat mengerikan dan terlihat seperti memiliki rencananya sendiri.
.
.
.
.
Jika ada typo di komen saja yaa, akan langsung aku perbaiki, maaf jika masih banyak kelemahannya.
Author sedang buntu ide 😭😭😭 kalau kata emak emak pembaca author butuh hiling wkwkwk
__ADS_1
Btw yang baca novelku Boss Playboy jangan lupa mampir lagi yaa, bonus chapter nya akan aku lanjutkan lagi sampai Cinta melahirkan. sesuai janji.
Lope you sekebon jeruk ya yang masih bertahan membaca novel action ini, huhu 😭 🍊🤍