Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Salam perpisahan bagian 2.


__ADS_3

Episode 151 : Salam perpisahan bagian 2.


***


Saat itulah Alice bisa melihat betapa menderita suaminya, tetapi walau Adam menderita dan kesakitan, dia tetap berdiri kokoh dan tegap dan menghibur nya.


Padahal Adam sendiri juga butuh dukungan dan hiburan.


Saat melihat Adam bersedih untuk pertama kalinya, Alice langsung menggenggam erat tangan kokoh suaminya.


Lalu tanpa aba-aba memeluknya dengan sangat erat.


Tidak ada ucapan yang dikatakan oleh Alice, dia tidak bisa mengatakan apapun sebab derita mereka sedikit berbeda.


Adam sempat melihat Keluarganya, merasakan kebahagiaan dan kehangatan keluarga, lalu kebahagiaan itu tiba-tiba direnggut di depan matanya sendiri.


Penderitaan dan kesakitan Adam berada di level yang berbeda, mungkin itulah yang membuat Adam menjadi hebat seperti sekarang ini.


"Hmmm ...." Adam memejamkan matanya, dia membalas pelukan istrinya dan menikmati angin laut beberapa saat.


"Sayang ... apakah kau khawatir padaku? kenapa akhir-akhir ini kau begitu proaktif sih? padahal kita belum bisa melakukan itu ... berhenti menggoda ku!"


Adam sepertinya sudah usai melepaskan kenangan menyakitkannya.


Dia menggoda istrinya sekarang, bahkan sudah menggendong Alice di tangannya hendak kembali.


"Kenapa membahas itu sekarang sih? aku juga tidak menggoda mu ..." Alice menggerutu saat Adam sudah membawa mereka kembali.


"Hehe ... kau menggoda ku, kau tidak bisa membantah nya!"


Lalu seperti biasa, Adam sangat pandai dalam berdebat, Alice tidak akan pernah menang sekalipun jika berdebat.


"Baiklah ... baiklah ... aku menggoda mu!" Alice sudah menyerah dan pasrah.


Adam terus melangkah, menuju mobil mereka yang terparkir.


Untuk rencana bulan madu, mereka akan melaksanakan nya saat usia kandungan Alice sudah memasuki vase aman.


Sebab ini adalah kehamilan pertama Alice, harus benar-benar dijaga, tidak boleh terlalu kelelahan, dimana jika mereka pergi bulan madu sekarang maka energi Alice akan terkuras dan tidak baik untuk kehamilannya.


"Sayang ... ngomong-ngomong, kenapa kau selalu memanggil aku tanpa ada kata sayang? atau suamiku?"


"Aku merasa kau terlalu cuek padahal aku selalu memanggil mu sayang, apakah kau belum memiliki perasaan kepadaku? kau juga tidak pernah mengatakan kau mencintaiku, padahal aku selalu mengatakan kata cinta untuk mu?"


Entah mengapa kali ini Adam tiba-tiba saja ngambek, karena bawaan ngidam hamil muda istrinya, sekarang yang lebih sensitif adalah suaminya.


Adam sudah meletakkan istrinya di kursi mobil dan tengah memasangkan seat belt.

__ADS_1


Dia menatap tajam kearah istrinya dengan bibir manyun, sepertinya ini sungguh serius bagi Adam Duke.


Dia merasa terlalu agresif sedangkan Alice terlihat biasa-biasa saja.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Alice berdegup kencang sekarang ini wajah mereka terlalu dekat.


Adam masih menatap istrinya seperti menunggu jawaban yang membuatnya puas.


Karena Alice terlalu malu dan pipinya merah sekali, dia meraih leher suaminya dan memeluknya erat sekali.


"Su ... suamiku ... apakah debaran jantungku ini belum bisa meyakinkan mu jika kita memiliki perasaan yang sama ...."


"Awalnya aku bertanya-tanya apa itu cinta, tetapi aku akhirnya sadar jika cinta tidak harus diucapkan dengan kata-kata, akan tetapi cinta bisa diungkapkan lewat gerakan tubuh dan reaksi tubuh ... jadi ...." Alice entah mengapa terlalu malu untuk mengatakan aku mencintaimu secara langsung.


Jadi dia mencari kata-kata yang baik untuk menggambarkan perasaannya.


"Hummm!"


Adam menggelengkan kepalanya.


"Tidak mau, aku ingin mendengarnya, aku ingin kau mengatakan secara langsung kepadaku ...." balas Adam membebankan wajahnya dalam dada istrinya.


Telinganya sudah memerah saat Alice memanggilnya dengan sebutan suamiku.


Seperti hadiah yang ia buatkan sendiri, lalu dia akan mengatakan perasaannya yang sebenarnya.


"Hehe ... baiklah sayang, kali ini aku akan membiarkan mu,"


"Aku tunggu saat itu," balas Adam tersenyum lembut dan sekarang sudah mengangkat wajahnya.


Dia harus kembali bersama istrinya ke mansion.


***


Disaat yang bersamaan,


"Tring ... Tring ... Tring!"


Ponsel Haley tengah berbunyi, dia sedang ada di mansion Adam Duke.


Haley memang menganggap mansion Adam sebagai rumahnya, karena kamar di mansion ini sangat banyak, satu ruangan sudah menjadi ruangan pribadi nya di mansion ini.


"Halo Bos taruhan? apakah kau mau mengajak aku ke casino? sebenarnya Bos Adam dan adikku sedang kencan berdua jadi aku tidak memiliki teman bermain jadi jika mengajak aku ke casino sekarang adalah waktu yang tepat?"


Haley menjawab panggilan dari Sazu.

__ADS_1


Jika Sazu meneleponnya biasanya memang hendak mengajak Haley ke casino, mencari pundi-pundi kekayaan melimpah disana.


Dan Haley benar-benar ingin berguru kepada Sazu bagaimana caranya bisa menang setiap memainkan taruhan.


"Ehem ... temui aku di cafe star, pakai pakaian yang anggun kali ini, jika kau tidak datang aku tidak akan mau mengangkat mu menjadi murid judi ku!"


Sazu sedikit gugup namun dia sudah yakin dengan keputusannya.


Dia ingin Haley bertemu dengan lelaki baik dan mapan, agar Haley juga memiliki kehidupan yang bahagia.


Sekarang ini, Sazu sudah mendapatkan salah satu kandidat, dia sampai merepotkan Kai untuk mencari identitas laki-laki mapan yang cocok untuk Haley.


Dan ada beberapa kandidat, yang sekarang adalah seorang lelaki berusia 30 an, memiliki pekerjaan yang bagus dan kepribadiannya juga bagus.


Menurut Sazu, kandidat yang pertama ini mungkin akan cocok dengan Haley.


Dan Sazu sudah menyiapkan pertemuan antara Haley dan lelaki itu di cafe star.


"Tut ... Tut ... Tut!"


Saat Sazu mengatakan permintaan nya, panggilan telepon itu tiba-tiba berakhir.


"Hemmm ... sepertinya kali ini aku dan Bos Sazu akan memainkan peran pasangan, untuk menutupi identitas di casino, Baiklah guru, aku akan berdandan dengan sebaik mungkin?"


Haley menduga jika Sazu memintanya berdandan untuk memainkan peran di casino, dia akan menjadi pasangan pura-pura Sazu disana.


Jadi dia harus berdandan sebaik mungkin.


"Semangat Haley, mencari pundi-pundi kekayaan agar kau bisa membelikan banyak hal kepada keponakan mu nanti!"


Seru Haley benar-benar tidak sabar hendak menunggu anak Alice lahir.


Haley sungguh menganggap anak itu sebagai keponakannya nanti, dan dia akan memiliki seseorang yang akan ia jaga nantinya.


Haley berdandan sebaik mungkin, dia mengenakan riasan dan dress mewah, yang cocok digunakan ke casino.


Matanya biru dan rambutnya bergelombang, Haley adalah wanita malam tercantik dahulu di tempatnya, jadi selama ini sebenarnya Haley hanya menutupi kecantikannya saja agar tidak ada pria yang mendekat.


Haley memilki tubuh ideal, wajah blasteran dan mata yang indah, hanya saja bagi Haley kecantikannya memang membawa malapetaka baginya.


.


.


.


.

__ADS_1


Like dan komentar kalian adalah semangat author loh, jangan lupa berikan Like dan komentar nya yaa 🤍


__ADS_2