Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Akan ku buat mereka menangis darah!


__ADS_3

Episode 39 : Akan ku buat mereka menangis darah!


***


Time skip,


Waktu sudah berlalu, esok hari akan diadakan pemilu dimana Adam Duke akan sangat sibuk melakukan berbagai sosialisasi sebagai pencitraan pertama.


Adam tengah ada di dalam mobil dimana sekarang ini, Kai sedang menyupiri Bosnya ke suatu tempat.


Matanya melihat keluar jendela kaca mobil, menatap jauh ke jalanan yang dilewati oleh mobilnya.


Beberapa saat setelah itu, sudah tercium aroma lautan dan suara ombak sudah mulai terdengar.


“Kita sudah sampai Bos,”


Kai menghentikan mobil, dimana saat itu Adam Duke juga sudah menyadarkan dirinya dari segela bayangan masa lalu, masa indah saat dia tidak memiliki beban berat di pundaknya juga hatinya.


Adam hanya terdiam, dia menatap lurus dengan tatapan penuh kesedihan, dia membuka pintu mobil lalu pergi begitu saja.


Kai membiarkan hal itu, semua anggota Adam Duke sudah tahu jika setiap tanggal yang sama di setiap tahun, maka Adam akan mengunjungi deramaga di tepi pantai, saat itu Adam tidak mau diganggu oleh siapapun, dan semua anggotanya tidak tahu apa yang dilakukan Adam di dermaga tersebut.


Saat Adam melangkah menjauh menuju dermaga, Kai hanya menunggu sembari berdiri di sisi mobil, memastikan keamanan Bosnya.

__ADS_1


***


Langkah Adam akhirnya terhenti, dia sudah ada di tepi ujung dermaga, angin laut dan suara ombak memenuhi pendengarannya, Adam memejamkan matanya sebentar.


Lalu ia melepaskan bunga putih yang sejak tadi ada di genggamannya.


“Sebentar lagi Ayah, Ibu, Aleya, sebentar lagi aku akan membalaskan apa yang telah direnggut dariku, tunggu sebentar lagi hingga mata mereka akan menangiskan darah!”


Adam mengepal tangannya, hatinya sakit sekali dan dadanya sesak.


Matanya yang terpejam menampakkan ingatan masa lalu yang begitu indah, ayahnya, ibunya dan adik kecilnya yang tertawa di hadapannya, tetapi semuanya telah tercoreng oleh bercak darah, senyuman dan tawa itu menjadi teriakan mengerikan.


Hanya Adam yang tertinggal, dia telah bebas dari maut dan kematian, mungkin tujuannya hanya satu ialah membalaskan tangisan tak berdosa seluruh keluarganya.


“Aku masih ingat wajah wajah mereka, masih ingat senyuman mereka! besok akan menjadi awal disaat kalian akan mendapatkan upah dari kengerian yang kalian buat!” geramnya membuat janji dengan dirinya sendiri.


Janji yang telah terikrar disaat dia telah kehilangan segalanya, kehilangan cahaya hidup dan terangnya.


Semua musuh Adam Duke mungkin tidak menyadari, jika perbuatan yang mereka lakukan yang mereka anggap sebagai angin lalu atau tangga menuju kesuksesan, saat itulah mereka menciptakan monster pembunuh yang akan melahap mereka pada waktunya.


Kemudian setelah ia merasa sudah cukup untuk berkabung, dia kembali ke dalam mobil, dia harus dalam kondisi fit esok hari, langkahnya menjadi semakin tegas dan matanya menjadi semakin tajam.


Tidak pernah seharipun Adam melupakan tujuan hidupnya.

__ADS_1


***


Di dalam mobil Adam Duke,


“Apakah sudah ada pesan dari Gordon Brown?”


Itulah pertayaan pertama yang ditanyakan oleh Adam sejak ia memasuki mobil, diam nya tadi sepertinya telah hilang dan sekarang dia sudah fokus kembali.


“Sudah Bos, dia telah mengirimkan email ke email Bos, dan sudah aku cek, jika Bos ada di salah satu kursi pemenang seperti yang ia janjikan,” seru Kai sembari membawakan mobil menuju kediaman Adam Duke.


“Hmmm, bagus sekali, ini akan menjadi awal mula, kita harus sangat hati-hati!” perintah Adam lagi menyeringai.


Ya, pemilu besok hanyalah sebuah formalitas, daftar pemenangnya sudah ditentukan jauh hari, dan keluarga Brown adalah penguasa di balik layar, dan kekuasaan ini telah berlangsung sebanyak beberapa generasi.


“Oh seminggu setelah pemenang pemilu ku di umumkan ke publik, jangan lupa mengadakan perjamuan, dan seluruh keluarga Brown harus hadir, aku ingin menunjukkan sesuatu yang mengejutkan kepada mereka, sebagai hadiah dan perkenalan pertama,”


Adam berpangku tangan, matanya tetap melayang ke jalanan yang dia lewati.


Adam sangat ambisius sekarang, setelah berpuluh tahun melakukan segala hal, akhirya tiba saat bagi dia untuk melakukan pembalasan besar-besaran.


“Baik Bos!” seru Kai menyetujui perintah Bosnya.


***

__ADS_1


__ADS_2