
Episode 109 : Sebuah fakta baru.
***
Disaat Alice terfokus melihat sudut ruangan tempatnya dulu sering menangis dan menutup telinga, Haley mencoba menerangi beberapa bagian bangun persegi panjang itu.
Lalu ada sesuatu yang menarik perhatian Haley, saat ia menerangi bagian tembok sudut paling ujung ruangan, dimana tempat itu sama sekali tidak ada penerangan, namun ada sebuah foto sebesar telapak tangan menempel dan hampir terjatuh disitu.
Haley mengambil foto itu dan mencoba melihat jelas.
Mata Haley membesar, dan tangannya bergetar seketika.
Saat Haley terlihat terkejut sekali, Alice sudah menoleh kearah Haley dengan wajah pucat dan seperti tersesat dalam dirinya sendiri.
Bagaimana tidak, bisikan yang terdengar di telinganya yang mengatakan jika dia terkutuk dan tidak pantas hidup menggema begitu nyaring.
Alice mendekat kearah Haley, dimana Haley masih belum bisa menyembunyikan ekspresi terkejut di wajahnya.
Alice segera meraih foto yang ada di tangan Haley, secara perlahan Alice menerangi foto itu dan bisa melihat siapa yang ada di dalam foto itu.
Dan ….
Seperti langit yang runtuh, seperti kegelapan yang langsung melahap dan seperti bencana yang tiba-tiba datang.
Kepala Alice sakit sekali sampai rasanya mau pecah, matanya memerah dan tubuhnya bergetar hebat.
“Alice … kita pulang saja, kau kelihatan tidak baik-baik saja,” Haley hendak menyeret Alice pulang.
Alice kelihatan sangat terpukul dan trauma sekali, apalagi saat melihat foto itu.
__ADS_1
“Kakak, ini … ini aku, dan dia ibuku, aku ingat … aku ingat mengapa aku mendengar teriakan itu, sekarang aku ingat,” dengan memperlihatkan kelemahan yang menyayat hati.
Ekspresi wajah yang begitu pilu atas ketidakadilan, air mata Alice benar-benar bisa menyentuh siapapun yang melihat, terlihat sangat menyedihkan dan memilukan.
Sebuah ingatan yang terpancing menyeruak masuk kedalam, hanya sedikit pancingan menggunakan fotonya saat ia masih kecil bersama ibunya membuat Alice mengingat sebagian besar ingatannya yang hilang atau terlupakan itu.
“D … dia ibuku …” ucapnya lagi tanpa sadar semuanya menjadi gelap.
Alice pingsan seketika saat beberapa potong ingatan muncul di ingatannya.
Sepertinya tubuhnya dan traumanya membuatnya tak mampu menerima semua ini sekaligus.
Bagaimana ibunya sendirilah yang mengatakan dia terkutuk dan tidak pantas hidup, sehingga ia ingat hingga dewasa dan selalu terngiang-ngiang di telinganya.
***
Alice langsung tahu jika itu adalah dirinya, dan saat melihat wajah ibunya sekali lagi, ingatan mengenai ibunya saat ia kecil langsung teringat dengan sangat jelas.
***
“Kenapa kau hidup?”
“Dasar terkutuk!”
“Tidak seharusnya kau lahir!”
“Jika kau tidak lahir maka suamiku tidak akan mati!”
“Kembalikan suamiku!”
__ADS_1
Wanita cantik itu, memukul secara membabi buta seorang anak kecil yang terlihat lemah dimana anak kecil itu adalah putrinya sendiri.
Wanita cantik itu memiliki penyakit mental dimana harapan satu-satunya untuk bisa bertahan hidup dan menjaga kewarasannya hanya bersama suaminya, akan tetapi saat anak ini lahir suaminya mati dan dia juga halusinasinya menganggap jika putrinya ini adalah seorang yang terkutuk dan tak pantas hidup.
Saat ia melahirkan, suaminya dibunuh dan mati, saat itu dia sempat diselamatkan oleh sebuah keluarga dan Alice bisa hidup hingga usianya sekitar 4 tahun menuju 5 tahun.
Akan tetapi sesuatu yang besar terjadi, keluarga itu dijebak dan tak bisa melindugi Alice dan ibunya lagi.
Keluarga itu, yang sudah dianggap oleh wanita itu sebagai penyelamat dan menyeyangi mereka juga ikut mati karena Alice.
Kebencian wanita itu terhadap Alice, semakin membara, dia menganggap putrinya sebagai pembawa kehancuran dan terkutuk.
Jadi saat mereka diculik dan dikurung bersama di ruangan itu, setiap hari Alice akan dipukul dan disiksa, karena frustasi dan depresi, akan tetapi ajaibnya setiap Alice sudah lemah sekali dan seperti mau mati, esok harinya dia akan kembali bangun dan tubuhnya seolah baik-baik saja.
Sepertinya semesta mendengar kepedihan hati anak kecil tak berdosa itu, semesta mendengarkan teriakan nya yang sebenarnya tak bersalah, semesta memihak kepadanya dan melindunginya hingga dewasa.
Entah bagaimana caranya, akan tetapi saat Alice genap berusia lima tahun, ibunya telah dibunuh karena para pemangku kepentingan telah mendapatkan apa yang mereka mau dari Alice.
Seharusnya hari itu Alice juga mati, akan tetapi bukan takdir Alice untuk mati di dalam kurungan dan dalam ketidak-adilan, entah mengapa Gordon merasa tidak perlu membunuh anak kecil perempuan yang hampir sesuai dengan anak perempuannya.
Karena takut kena karma, sehingga cara yang dilakukan hanyalah menyebarkan rumor jika Alice terkutuk, agar Alice tidak bisa bebas dan merebut hak yang seharusnya miliknya.
.
.
.
.
__ADS_1