Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Kekalahan pertama Baron Brown.


__ADS_3

Episode 91 : Kekalahan pertama Baron Brown.


***


Karena setelah Adam melakukan penyerangan besar-besaran, mereka harus diam dulu, dan tidak melakukan apapun, tidak bergerak melakukan misi apapun.


Agar musuh tidak melihat gerak-gerik mereka dan nanti malah akan mencurigai mereka.


Adam sudah memperhitungkan segalanya, setelah dia dilantik dia akan menjalankan rencana kedua.


Kai sudah setuju akan kembali pulang, dia sedang gugup, di seluruh dunia ini hanya dua orang yang bisa membuatnya seperti ini, satu Adam satunya lagi tentu saja ayahnya.


Dan disisi lain,


"Ho ho, satu minggu libur bisa menghabiskan waktu bersama istriku nih, aku bisa melakukan apa saja dengannya, proses pembuatan anak kami akan lebih panas, hahaha!"


Adam tengah menyeringai dengan pipi yang memerah, dia sudah membayangkan segala hal nakal yang akan ia lakukan bersama sang istri dalam minggu tenang ini.


Walau Adam tetap akan pergi ke perusahaan tentunya karena dia adalah pemilik perusahaan, akan tetapi Adam akan bisa membawa Alice bersamanya sepanjang waktu.


***


Disaat yang bersamaan,


"APA?"

__ADS_1


Suara Baron yang baru saja kembali dari acara lelang dengan kemarahan menggebu-gebu dan wajah yang sangat mengerikan, dia baru saja mendapatkan informasi jika barang yang hendak mereka kirimkan tidak ada yang melakukan pelayaran dan di saat yang sama juga komunikasi dari pulau pribadi tidak bisa dilakukan sama sekali.


Untuk sekarang, Galilea tengah mengirimkan anggotanya untuk memeriksa secara langsung ke lokasi.


Dan membutuhkan beberapa jam lagi hingga anggotanya bisa sampai dan memberikan informasi aktual.


"Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? ha?"


Baron marah sekali, jika dugaannya benar maka kerugian yang mereka terima akan melebihi dari ekspetasi.


Ini akan menjadi kegagalan pertama Baron selama ia berkuasa atas nama keluarga Brown.


"Maaf saudaraku, aku sudah mengusahakan yang terbaik, akan tetapi aku tidak menduga ini akan terjadi," Galilea menjawab dengan gugup.


Dia sudah takut, pastinya Baron akan marah besar dan Baron bisa melakukan apa saja walaupun itu adalah saudaranya sendiri.


Nafasnya memburu dan matanya begitu tajam.


"Siapa yang berani mengusik aku? aku akan menghabisinya sampai menjadi abu!" ancamnya sudah yakin ada yang tidak beres dan ada yang tengah bermain-main dengannya.


Selama ini belum ada yang mampu mengusiknya, pasti orang yang mengusiknya ini antara sangat bodoh atau memang sangat jenius.


Hanya ada dua pilihan itu, jika dia bodoh maka kurang dari satu jam dia akan ditemukan dan dilenyapkan, akan tetapi jika kali ini lawannya memang jenius maka Baron dalam masalah besar karena salah satu pabrik ilegal yang ia kelola telah diketahui olehnya.


Gordon yang berada di mobil yang sama dengan kakak tertuanya, jantungnya sudah berdegup sangat kencang.

__ADS_1


Entah mengapa dia memiliki firasat buruk akan hal ini, dia merasa Adam Duke pasti memiliki hubungan dengan semua ini.


Akan tetapi dia belum memiliki bukti, jadi dia tidak boleh asal bicara, apalagi sekarang Baron Brown tengah marah besar.


Jika tidak, maka Baron akan melimpahkan kemarahan kepadanya.


Apalagi entah mengapa Gordon melihat kakak tertuanya ini seolah memiliki keterikatan ingin dekat dengan Adam Duke, seolah Adam Duke memiliki magnet yang membuat Baron yang ia takuti walau ia adalah kakak kandungnya sendiri tertarik hendak menjalin hubungan kerjasama dengan Adan Duke.


Yang jelas Gordon akan menyelidiki nya secara perlahan-lahan, tidak perlu terburu-buru, sekarang dia hanya perlu menunggu dan mengawasi.


***


Hanya dalam beberapa saat Adam telah sampai di mansion nya.


Dia sudah tidak sabar hendak memeluk istrinya dan mengecup bibirnya sepuasnya.


Seharian dia tidak melihat istrinya rasanya seperti setahun.


"Aku rindu rubah kecilku," serunya segera melangkah dengan cepat.


Sedangkan Kai, dia harus mempersiapkan diri berserta batinnya hendak bertemu dengan ayahnya sendiri.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2