Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Rencana Alice.


__ADS_3

Episode 135 : Rencana Alice.


***


Baron menyeringai, dia menatap tajam kearah Adam Duke, jika dia tdiak menguasai Adam Duke maka sama seperti Lou maka dia akan melenyapkan Adam Duke.


Mungkin Baron juga tidak sadar jika dalam hal itu, dia juga salah prediksi dan meremehkan Adam Duke.


"Kau mungkin tidak sadar jika Alice, wanita yang kau sayangi itu sudah ada di tanganku!"


"Kau menyayangi dia kan?"


Baron menyeringai, dia memencet tombol untuk menunjukkan di layar keadaan Alice yang diikat.


Agar keadaan membalik sepenuhnya, dan dia bisa mengontrol Adam Duke.


Namun saat layar sudah berganti dari keadaan pabrik hangus menjadi seseorang yang diikat, seluruh orang yang ada di gedung yang Awalnya sudah hampir senang saat tahu jika Baron masih memiliki kartu as langsung ricuh dan semakin takut.


"Istrimu ada di tangan kami Adam Duke, kau itu memang jenius tetapi kau tidak akan menyangka jika hal ini akan terjadi kan?"


"Kau tidak memiliki pilihan lain selain menuruti perintah ku, karena jika tidak istrimu akan ...."


Baron terus saja mengoceh lalu matanya mencoba melihat ke layar untuk memperkuat opininya dan saat ia melihat ke layar ....


Dan, seperti mimpi buruk dan seolah tidak nyata, dia tersungkur dan tubuhnya membeku seolah tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan kengeriannya sekarang.


Yang ada di layar, bukan Alice, melainkan saudaranya sendiri, bersama Rose yang diikat dan kelihatan sudah tidak sadarkan diri.


Sedangkan Alice ... sama sekali tak ada di layar itu.


***


Flashback


Saat seluruh sekutu Baron termasuk Baron sendiri sudah dilumpuhkan oleh Adam Duke sekarang ini Alice sudah dibawa ke suatu tempat.


Mata Alice mulai terbuka, samar-samar ia melihat sekitarnya, dia sudah diikat begitu rapih dan duduk di sebuah kursi kokoh.

__ADS_1


Disekitarnya hanya ada tembok dan juga cermin, lalu ia menyadari jika cermin itu adalah cermin dua arah dimana di arah salah satu cermin pasti ada yang mengawasinya.


"Aku tahu kau disana, Gordon Brown ...." tiba-tiba saja Alice berbicara dengan mata penuh kesedihan bercampur wajah yang menampakkan raut marah.


Saat mendengar itu, Gordon Brown yang memang berada di lokasi yang sama untuk memastikan jika Alice berada di tangan mereka langsung terkejut sekali.


"Aku tahu ... kalian semua akan mengira aku adalah kelemahan suamiku," Alice terdiam sebentar.


Ya, rencana Alice yang ditentang oleh Adam selama satu minggu adalah membiarkan Alice diculik oleh Keluarga Brown.


Alice mendengar ini sejak ia diculik pertama kali, jika Alice adalah kelemahan terbesar Adam Duke.


Sebenarnya itu adalah pemikiran yang sederhana, berdasarkan prediksi Alice maka dia akan diculik sebagai sandera karena jika dia diculik maka Adam tidak akan bisa bergerak bebas dan akan dikontrol sepenuhnya oleh keluarga Brown.


Oleh karena itu ... alih alih menyembunyikan Alice, lebih baik mengikuti skenario namun kembali menjebak mereka.


Semua itu adalah rencana Alice, oleh karena itulah sejak tadi Adam gugup sekali, takut sesuatu terjadi kepada istrinya.


"Brak!"


Gordon memukul meja yang ada di hadapannya, dan matanya melebar, tubuhnya bergetar hebat dan dia menjadi panik saat melihat wajah Alice yang kelihatan sangat marah namun matanya menunjukkan Kesedihan.


"Kalian bahkan membunuh ayahku, ibuku dan keluarga suamiku, kami tahu semuanya!"


"Aku hanya bertanya, apakah ada penyesalan sedikit saja di hati kalian? saat kalian merenggut nyawa tak bersalah itu?"


Alice masih berbicara dengan tenang, diluar dugaannya dia tampak bisa mengontrol emosinya walau hatinya menyelekit sakit.


Namun alih-alih menjawab pertanyaan Alice, Gordon langsung sibuk. hendak menghubungi saudaranya dan bala bantuan, jika sedang ada yang tidak beres.


Akan tetapi ....


"Dor!"


"Dor!"


"Dor!"

__ADS_1


Tembakan langsung memenuhi tempat mereka, bahkan Rose yang tadi bersembunyi mengikuti ayahnya ketakutan setengah mati dan keluar dari tempat persembunyiannya dan berlindung di belakang ayahnya.


"Rose, kenapa kau disini?" teriak Gordon melihat putrinya berada di belakang.


"A ... Ayah, tadi aku hanya ingin ikut melihat Alice, A ... Ayah aku takut," Rose langsung menangis dia menutup telinga nya karena sudah banyak orang berseragam lengkap datang mengepung mereka.


Dan seluruh anggota yang menjaga Gordon dan Rose sudah lumpuh oleh senjata ciptaan Sazu.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Haley yang memimpin serangan ini langsung bergegas masuk kedalam kurungan Alice dan melepaskan ikatan di tubuh Alice.


"Adik, apakah kau baik-baik saja?"


"Habis lah kau nanti di omeli Bos, ada bekas ikatan tali tambang di tanganmu, tandanya merah lagi," Haley sangat khawatir.


Dia juga awalnya tidak menyetujui ide dari Alice akan tetapi, siapa yang menduga ucapan dari Alice benar-benar terjadi dan bisa mereka atasi dengan epik.


Dia segera memeluk adiknya dan menghela nafasnya dalam-dalam.


***


Segalanya sungguh sudah dipersiapkan dengan matang, saat penculikan Alice tadi, sesungguhnya di tubuh Haley sudah ada pelindung anti peluru dan dia tiba benar-benar pingsan.


Namun ditubuh Alice tidak ada pelindung, jadi dia sungguh pingsan, memang disengaja untuk menghindari kecurigaan dini.


Jadi saat Alice dibawa oleh mereka sebenarnya Haley dan tim nya yang memiliki misi untuk melindungi Alice segera meluncur ke tempat dan mengikuti kemana mereka membawa Alice.


***


"Tapi semuanya berjalan lancar Kakak tertua, aku juga baik-baik saja, aku hanya ingin tahu apakah mereka menyesal, tetapi ternyata tidak sama sekali ...." Alice tersenyum namun wajahnya sedih sekali.


Dia menangis, mungkin dia naif sekali dan kebaikan hatinya mengharap Gordon Brown yang dulu mengampuni nyawanya sedikit menyesal.


Namun ternyata tidak sama sekali.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2