Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Alice adalah yang terindah.


__ADS_3

Episode 48 : Alice adalah yang terindah.


***


Ciuman terdengar begitu mudah bagi sebagian orang, hanya sebagai pemuas hasrat semata bagi sebagian lagi.


Tetapi saat kau menemukan seorang yang tepat, seorang yang memang akan menjadi pemilik hatimu yang sejati, maka ungkapan ciuman akan jauh lebih dalam lagi.


Rasanya akan lebih dalam dan makna nya akan lebih murni, bukan lagi hanya sebagai pemuas atau kenikmatan daging semata.


Saat Adam menyesap bibir istrinya, bisa ia rasakan rasa manis gula kapas di lidahnya, rasanya manis sekali, tetapi tidak lebih manis dari rasa bibir istrinya, semakin ia mencium semakin ketagihan dirinya.


Tangannya melingkar erat di pinggang istrinya, ciumannya semakin dalam, hingga Alice mundur karena tekanan.


“Uhm … Tu … Tuan, kau menekan ku terlalu kuat,” Alice mencoba melepaskan dirinya.


Mencoba mengatakan kepada Adam, jika ciuman ini terlalu kuat dan menekan.


Saat Adam mendengar itu, Adam membuka matanya, tepat di hadapannya dia melihat Alice sudah sedikit sesak nafas.


Adam kemudian melonggarkan pelukannya, lalu kembali menarik tubuh Alice untuk di dekapnya begitu erat lagi.


“Karena bibirmu terlalu manis, lagian aku tidak tahu mengapa akhir-akhir ini aku tidak bisa menahan diriku jika melihatmu,” Adam mendekapnya erat sekali dan menyadarkan wajahnya di tengkuk Alice.


Alice membalas pelukan Adam dan mengusap pundaknya.


Akan tetapi Alice kebingungan, apa inti ucapan dari Adam.


“Menahan diri? apakah Tuan menahan diri jika berada di dekatku, tetapi apa maksud menahan diri ini,”


“Sepertinya aku harus menanyakan ini kepada kakak tertua,” benak Alice memiliki banyak pertanyaan di kepalanya.


Disaat itu, nafas Adam sudah berat, dia sama sekali belum tidur dengan gadis manapun selama beberapa bulan ini, awalnya karena terlalu sibuk, tetapi saat sudah menikah dengan Alice dan di jari manisnya tertoreh cincin pernikahan, Adam sama sekali tidak ingin lagi bersentuhan dengan gadis manapun.


Dia hanya ingin melakukannya dengan Alice, tetapi Adam tidak ingin terlalu terburu-buru, Alice memiliki trauma yang begitu dalam di hatinya.


Jika Adam melakukan keegoisannya terlalu cepat hanya karena hasratnya yang sangat besar, maka sama saja Adam memberikan trauma tersendiri kepada Alice yang sebenarnya memiiki hati yang begitu bersih namun juga rapuh.


***

__ADS_1


Seperti mimpi yang terwujudkan, Alice tidak pernah menyangka dia melihat hal-hal menakjubkan dengan mata kepalanya sendiri, biasanya dia hanya tinggal dan sendirian di ruangan gelap, walau ada penerangan redup di ruangannya, hal itu sama sekali tidak bisa dilihat oleh Alice dahulu.


Tetapi sekarang semuanya terlihat bersinar, terang, dan hangat.


Bahkan, Alice tidak pernah menduga jika malam yang gelap bisa menjadi sangat terang karena lampu-lampu kota, dan juga kembang api bermekaran di hadapannya.


Keduanya tengah duduk di kursi taman bermain, Adam sudah menghubungi Kai untuk datang dan menyupiri mereka untuk pulang.


Karena sekarang ini Adam terlalu bahagia, hatinya terlalu hangat, dia merasa seperti tengah mabuk oleh istrinya sendiri, jadi dia tidak bisa menyetir mobilnya sendiri untuk pulang.


Adam menggenggam tangan Alice dan menatapnya sejak tadi, pemandangan indah di hadapan mereka tidak dipedulikan oleh Adam, karena baginya Alice adalah yang terindah.


“Tuan …”


Alice menoleh ke sisinya, dimana Adam sedari tadi benar-benar tak bisa memalingkan wajahnya dari istrinya ini.


“Hmmm? ada apa? katakanlah? apa kau mau awan pink lagi?” balas Adam tersenyum sangat lembut.


Begitu lembut sehingga wajah mengerikan dan dingin Adam yang dulu terekam di memori Alice terhapus oleh ekspresinya saat ini.


Alice menggelengkan kepalanya, sembari tersenyum manis, dia semakin menggenggam erat tangan suaminya.


“Tuan tahu saat aku pertama kali keluar dari tempat kurungan ku? saat itu aku benar-benar bersyukur,”


“Ah, akhirnya Kak Rose sadar jika aku adalah bagian dari keluarganya,”


“Tapi ternyata harapanku hanyalah sebuah keinginan yang menyakitkan, ayahku ternyata menyerahkan aku layaknya sebuah objek tak berharga kepada Tuan, dengan harapan hal buruk akan terjadi kepada Tuan jika aku bersama mu,”


“Aku takut … aku takut jika aku menyebabkan hal buruk kepadamu, tapi syukurlah sampai sekarang semuanya baik-baik saja, bahkan sekarang Tuan menggenggamku dan memperlakukan aku dengan sangat baik,”


“Dan setelah bersamamu, aku akhirnya memiliki tujuan, aku ingin mengetahui segalanya, sergala hal yang tidak ku ketahui, mengapa ayahku sangat membenciku? mengapa Kak Rose selalu menyiksaku? mengapa seluruh pelayan yang pernah merawatku mati satu persatu, dan mengapa ibuku sampai di bunuh,”


Alice menunduk sekarang, air matanya sudah menetes kebawah karena matanya sudah berkaca-kaca sejak tadi.


Jika mengingat betapa tidak adil hidupnya sejak ia dilahirkan di dunia ini.


“Tuan … tolong ajari aku lagi, tuntun aku, sampai aku menjadi cukup kuat untuk mengetahui segalanya sendiri, dan saat aku mengetahui alasannya, aku ingin sekali saja dalam hidup ini melakukan pembalasan,”


Alice dengan segala kerendahan hati dan kejujurannya, hal yang ia pendam selama ini, dia mengadu kepada Adam, tempat ternyaman nya di seluruh dunia, dia ingin Adam mendukung dirinya.

__ADS_1


Adam yang mendengar itu mengusap pipi Alice lembut sekali, menyeka air matanya yang sejak tadi mengalir.


“Dasar monster kecil yang suka menangis, tenang saja, mungkin kau belum tahu, tetapi aku ini sangat hebat, lakukan semua yang ingin kau lakukan, kecuali pergi dari sisiku tentunya, selain itu kau bebas melakukan apa saja!”


Alice mendengar ucapan Adam langsung mengangguk bersemangat.


Adam mengusap rambut Alice, mencoba menenangkannya dari semua ingatan yang baru saja diingat kembali oleh Alice.


“Ehem … Bos, saya sudah tiba,” Kai dengan ekspresi kesal dan murungnya datang mengganggu keromantisan dua sejoli yang tengah berduaan ini.


Adam segera menoleh kearah Kai.


Kai hanya menunduk namun lagi-lagi menunjukkan ekspresi kesal.


Kai masih bad mood, tadi dia tidak diijinkan masuk ke kediaman Bosnya.


“Baiklah, kita pulang, sudah larut,” seru Adam mengajak Alice untuk kembali pulang.


***


Akhirnya malam menakjubkan dan tak akan dilupakan oleh Alice berakhir, keduanya pulang menuju kediaman Adam.


Karena Alice sudah kelelahan, sebelum sampai di mansion, Alice ketiduran di bahu Adam.


Kai yang melihat kejadian itu di dalam mobil hanya bisa menghela nafasnya dalam-dalam.


Dia seperti nyamuk diantara dua sejoli ini.


Ini adalah kali pertama Adam membiarkan seseorang bersandar begitu nyaman di bahunya, Kai menjadi penasaran, apa yang dimiliki oleh Alice sehingga, Bosnya, Sazu dan Haley begitu menyayangi Alice.


***


Di kediaman Gordon Brown,


“Sialan, mengapa Alice bisa bersama dengan Adam dan terlihat begitu dekat? aaaaa!” Rose berteriak di ruangannya.


Baru saja, suruhan yang ia bayar untuk mengikuti aktifitas Adam mengirimkan gambar Alice dan Adam tengah bersama di taman bermain.


Rose memukul apapun yang bisa ia lihat.

__ADS_1


“Besok, besok Adam pasti ada di pemilu, aku harus mendekatinya mulai besok, ini tidak bisa dibiarkan, Alice harus kembali menjadi mainanku, dan Adam harus jatuh ke dalam pelukanku entah dengan cara apapun!” geramnya menggeram dan seperti kehilangan akal.


***


__ADS_2