Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Sayang?


__ADS_3

Episode 58 : Sayang?


***


Setelah Adam memeluk Alice, Adam segera menggendong tubuh Alice, dia menggendong nya begitu lembut, menutupi tubuh istrinya menggunakan jas besarnya.


Dia membawa Alice ke dalam mobil.


"Sayang ... tunggu sebentar disini, aku akan datang dalam waktu singkat, aku harus melakukan sesuatu dulu," bisik Adam mengusap rambut Alice lalu mengecup keningnya lembut sekali.


Alice yang masih dalam pengaruh obat yang tadi menangis sekarang pipinya memerah sekali.


Walau dadanya berdegup sangat kencang karena takut, sekarang ketakutan itu seolah hilang bagaikan debu.


Sama seperti saat pertama kali mereka bertemu, bisikan kematian dan kegelapan disekelilingnya hilang di sisi Adam Duke, dan sekarang bukan hanya kegelapan dan bisikan itu yang hilang akan tetapi rasa takutnya juga.


Tapi sekarang ini, ada rasa yang berbeda juga.


Alice sampai membuka matanya sejenak, melihat pundak Adam yang semakin menjauh saat Adam melangkah menuju rumah terpencil yang menjadi kurungannya saat lalu.


"Sa ... sayang? apakah Tuan Adam memanggil aku sayang?" banyak Alice menggelengkan kepalanya, dia masih merasa jika dia salah dengar.


Tidak mungkin Adam memanggil dirinya sayang, begitulah pikiran Alice sekarang ini.


***


Adam yang murka dan tidak terima istrinya diperlakukan seperti itu kembali ke dalam rumah terpencil berukuran kecil itu.


Dia melangkah dengan cepat, nafasnya berat dan tangannya sudah mengepal, telah siap menghabisi lelaki itu dengan kedua tangannya sendiri.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Luke mencoba melarikan diri, tetapi tendangan yang baru saja mendarat di wajahnya sangat menyakitkan dan membuat tubuhnya menjadi sangat lemas.


Luke mencoba merangkak, mencoba keluar dari belakang rumah.


"Aku harus pergi ... jika tidak aku akan mati," dia bergetar ngeri, dia hendak pergi dengan cepat tetapi tubuhnya terasa sangat berat.


Sampai ketika suara langkah kaki itu sudah ada tepat di belakangnya.


Kengerian segera menyelimuti Luke, dia membisu dan tangannya tak lagi bisa bergerak.


Dia ingin segera melarikan diri tetapi keberadaan Adam yang begitu menekan membuat tubuhnya membeku tak mampu bergerak lagi.


"Dor!"

__ADS_1


Satu tembakan dari jarak dekat yang artinya rasanya lebih menyakitkan itu mendarat di bahu kirinya.


"Ah!" Luke tersungkur, tetapi tetap saja dia tidak berani melihat kearah Adam.


"Kau merobek pakaian istriku dibagian bahu, kau mencoba melakukan hal yang tidak-tidak padanya, tangannya juga berdarah!"


"Keberanian apa yang kau miliki sampai kau memperlakukan istriku dengan begitu berani?"


Suara yang rendah dari Adam akan tetapi memiliki tekanan yang sepertinya meremukkan pendengaran Luke, rasanya Luke seperti gila.


Penyesalan langsung memenuhi dadanya, Luke tidak menyangka Adam bisa menemukan lokasi ditengah hutan ini dengan begitu cepat, dia telah meremehkan monster dikalangan para mafia itu.


"Ma ... maafkan saya Tuan, saya bersalah, mohon ampuni saya ...." Luke merengek ketakutan, seperti memohon ampun atas nyawanya.


Hanya itu yang bisa ia lakukan untuk sekarang.


"Ho? ampun? setelah menyentuh istriku, kau bilang ampun?!" geram Adam menarik tangan Luke yang terkena tembakan.


Dia kemudian meremukkan seluruh jari-jari tangan Luke, lalu mematahkan tangannya hingga terkulai lemas tak berdaya.


Teriakan kesakitan menggema dari rumah kecil itu bahkan bisa didengar oleh Alice yang ada di mobil.


"Ampun Tuan, ampuni saya, saya bersalah ...." Luke merasa sangat sakit, dia tidak ingin mati, dia tidak ingin kehilangan nyawanya.


Jika saja waktu bisa diputar maka dia tidak akan melakukan hal itu.


Adam mengangkat tubuh Luke yang terkulai lemas dan membenturkannya ke dinding, Luke sampai ter-batuk dan mengeluarkan darah.


Rasanya seluruh tubuhnya nyeri dan mati rasa.


"Bak!"


"Buk!"


"Bak!"


"Buk!"


Berulang kali Adam melayangkan tendangan, tinju dan melempar Luke bagaikan Boneka ke segala arah.


Kemarahan nya melebihi apapun, dia tidak akan memaafkan Luke bahkan sampai ia mati.


Awalnya Luke berteriak, sampai ketika darahnya sudah bercucuran kemana-mana memenuhi ruangan, matanya sudah menggelap dan nafasnya sudah setengah-setengah.


"Berani menipuku, berani menyentuh istriku, ini adalah upahmu, kau akan mati sendirian disini, tidak akan ada yang melihat dan mungkin tidak akan ada yang menemukan mu! bajingan!" geram Adam menyeringai mengerikan.

__ADS_1


Dia mencampakkan Luke yang sudah akan menemui ajalnya itu, lalu memperdengarkan sesuatu yang mengerikan kepadanya.


Setelah menghajar Luke habis-habisan, Adam keluar dari ruangan, dengan cepat menuju mobil, dia harus segera membawa Alice pulang dan mengobati luka di tangannya.


***


Sedangkan Kai, yang mendapati misi untuk pertama kalinya setelah sekian lama terlihat terlalu bersemangat.


Semua orang yang ada dalam perkumpulan Falcon benar-benar tidak bersisa satupun, begitu cepat dan bersih cara kerjanya.


Masih menggunakan baju kerja, Kai tertawa dengan adanya bercak darah milik orang lain di pipi dan baju kemeja putih yang ia kenakan.


"Ah! rasanya menyegarkan, melakukan pekerjaan seperti ini sangat memuaskan! hahaha!" dia tertawa, membuat anak buahnya yang lain hanya bisa saling lihat.


Mereka juga takut jika melihat Kai dalam mode menikmati kegilaannya karena Kai terlihat sangat mengerikan dan auranya sangat mematikan.


Entah bagaimana Kai bisa mendapatkan posisi anggota di perkumpulan Duke, jika Kai mau maka Kai bisa membangun perkumpulan mafianya sendiri dan akan sekuat perkumpulan Duke.


Akan tetapi dengan suatu alasan yang misterius, Kai, Sazu dan Black yang tidak kalah mengerikan mau tunduk di hadapan Adam dan sangat menyayangi Bos mereka itu.


"Dengan misi sukses begini Bos akan memberikan aku bonus tambahan, ini terhitung lembur, rekeningku akan penuh lagi, sialan di Sazu itu mengambil semua uang ku," Setelah beberapa detik lalu Kai menikmati euforia kengerian nya, hanya dalam beberapa saat Kai berubah menjadi Kai yang dilihat anggota nya sehari-hari.


Terlihat biasa dan hanya mengomel karena selalu kalah taruhan dari Sazu.


***


Di saat yang bersamaan,


Adam telah kembali ke dalam mobil, dia menemukan Alice sudah memejamkan matanya namun masih terdengar suara-suara mendesa_h kecil di bibirnya.


"Panas ...."


"Kenapa tubuhku panas dan terasa ngilu ...." keluhannya masih memejamkan mata.


Alice merasa sangat tersiksa karena obat perangsang itu, dia membuka jas yang dikenakan olehnya lalu hendak membuka semua bajunya.


Adam tentu menjadi panik, apalagi mobil sudah melaju.


Adam menghentikan mobilnya sebentar lalu membenarkan baju Alice yang telah setengah terbuka.


"Tunggu sebentar kita sampai di rumah dulu, aku akan mengobati mu, sabar ya ...." Adam Duke mencoba menenangkan Alice, Adam tidak mau Alice membuka bajunya ditengah jalan seperti ini.


Adam tidak rela tubuh istrinya dilihat oleh orang lain.


Jika sempat orang lain melihat tubuh istrinya maka mata orang itu akan dicopot oleh Adam tentunya.

__ADS_1


***


Guys jangan lupa di like dan komen yaa, biar ranking novel makin naik. 🥺 kalau kalian like dan komen maka ranking akan naik dan akan dilirik sistem Noveltoon, jadi bakal dipromosikan nanti. 🥺🤍


__ADS_2