
Episode 148 : Keinginan Alice.
***
Di kediaman Adam Duke,
Sekarang dia ini seluruh pelayan dibuat mengaga dan terkejut saat mengetahui tuan mereka akan turun tangan secara langsung untuk memasak untuk istrinya.
Sepertinya ini adalah salah satu sikap mengidam dari Adam, dia ingin memberikan sesuatu yang spesial, seperti memasak makanan, dimanja, selalu dekat dan ingin berkencan di luar.
Banyak sekali list yang sudah ada di kepala Adam untuk itu.
Saat Adam tengah memasak, mata Alice berbinar-binar dan terpana seluruhnya.
Dia juga jadi ingin belajar memasak, dia ingin nanti suaminya dan anak-anaknya hanya akan memasak makanan yang ia masak.
"Woah ... keinginan ku menjadi semakin banyak ... ayo berjuang Alice!"
Alice berbicara sendiri dan mengepal tangannya.
Dia akan berjuang menjadi istri dan ibu yang terbaik nanti, sesuai janjinya kepada sang suami.
Adam tersenyum puas melihat bagaimana Alice sangat terpaku dan terpana melihat dia memasak.
Adam seperti lelaki yang serba bisa, bahkan memasak pun dia sangat handal, dia memang jarang memasak akan tetapi dia tahu dan pandai akan hal itu.
Bahkan diantara para anggotanya, Adam adalah orang yang paling jago dalam hal memasak.
"Sayang ... makanan nya sudah siap, ayo kita makan ..." Adam meletakkan masakan diatas meja.
Makanan yang ia masak tidak banyak akan tetapi pasti cukup untuk mengenyangkan perut mereka.
"Woaaah ... kamu memang suami terkeren, makanan ini terlihat sangat lezat ...." Mata Alice berbinar-binar, dia menatap satu persatu makanan yang disiapkan oleh suaminya.
Bibirnya sekarang sudah berair dan tak sabar hendak menyantap masakan itu.
"Tentu saja aku keren, aku bisa melakukan segalanya, kau mungkin tidak sadar tetapi aku adalah lelaki limited edition, kau beruntung memiliki aku! ha ha ha!"
Kebahagiaan Adam saat dipuji sebagai suami yang terkeren membuatnya melambung tinggi, dia mengangkat dagunya dan sangat setuju dengan ucapan sang istri.
"Hehe ... tapi terlalu percaya diri, hanya saja aku suka ...." Alice tersenyum lagi, senyuman yang sangat indah dan akan melelehkan hati.
Saat Alice tersenyum maka matanya juga seperti berbicara, jadi Adam tahu saat Alice bersedih atau benar-benar bahagia, Adam bisa membacanya dari tatapan istrinya.
"Akhirnya istriku paling cantik tersenyum juga ...." balasnya membuat Alice sadar jika sejak tadi Adam sudah berpangku tangan dan menatapnya dengan sangat lembut.
*Blush*
Pipi Alice merona dan dia segera meraih sendok dengan terbata-bata.
__ADS_1
Sekarang ini Alice sudah menyadari perasaannya, oleh karena itulah dia menjadi semakin malu.
Perasaan cinta yang selama ini ingin ia tahu, akhirnya Alice tahu apa artinya, akan tetapi dia masih terlalu malu untuk mengakuinya.
Selama ini memang hanya Adam yang selalu percaya diri menyatakan perasaan nya, lain hak dengan Alice.
Bagi Alice itu terlalu memalukan dan membuat jantungnya berdegup kencang sekali.
"A ... ayo makan dulu ..." dengan terbata-bata Alice mencoba memakan masakan suaminya.
Dan saat Alice memakan satu suap, rasanya Alice akhirnya menemukan selera makanan yang cocok dengan nya.
Alice makan dengan lahap, wajahnya sudah seperti chipmunk dimana pipinya bengkak dan mengunyah dengan bersemangat.
Adam hanya duduk di depan Alice dan memerhatikan istrinya yang begitu lahap makan masakannya.
Sembari berpangku tangan, dia suka melihat istrinya lahap begini.
Mungkin ini adalah yang ia inginkan selama ini, hidup dengan sederhana dan menikmati waktu berduaan dengan istrinya.
Memasak makanan untuk berdua, bercerita dan melakukan banyak hal menyenangkan.
"Sayang ..." Adam masih menatap istrinya sekarang ini.
Wajah tampannya dan rambut yang masih sedikit basah sungguh menambah ketampanan dan sisi maskulin lelaki ini.
"Apakah kau ingat ucapan ku dulu? bahwa aku akan menunjukkan mu banyak hal?" Adam bertanya mengenai ucapannya dahulu.
Mengenai janjinya yang hendak menunjukkan banyak hal kepada istrinya.
Alice mengangguk, tentu saja ia ingat dengan hal itu.
Dengan serius Alice menantikan apa yang hendak disampaikan oleh suaminya.
"Aku ingin mengajak mu berbulan madu, kita tidak pernah melakukannya setelah menikah ... ayo kita berbulan madu berdua saja, kita akan melakukan banyak hal menarik ... kamu mau kan?"
Adam hendak membawa istrinya bulan madu, keduanya memang belum pernah melakukannya sejak menikah.
Bukan karena Adam tidak ingin akan tetapi karena masalah yang belum selesai saat lalu.
Sekarang masalah itu sudah hampir tuntas hanya menunggu penyelesaian yang akan dilakukan para saudaranya.
Jadi dia dan istrinya sudah bisa keluar tanpa memikirkan apapun, dia ingin sekali menikmati liburan bersama istrinya.
Adam belum pernah liburan sama sekali setelah kematian keluarganya, karena jika dia pergi liburan maka dia akan teringat kemalangan keluarganya.
Tetapi sekarang dia ingin memaafkan segalanya, bukan memaafkan kejahatan orang jahat itu, akan tetapi memaafkan dirinya sendiri demi istri dan calon baby nya.
"Tentu aku mau ... tapi sebelum itu ada hal yang ingin aku lakukan," balas Alice mengatakan jika sebelum hal itu ada yang lain yang ingin ia lakukan.
__ADS_1
"Apa itu? katakan saja ... aku akan kabulkan semuanya ..." seru Adam mendengarkan istrinya.
Lalu saat Alice mengatakan apa yang hendak dilakukan oleh Alice, mata Adam melebar dan ia sedikit syok, namun ia setuju sebab itu adalah keinginan istrinya.
Dan segala keinginan sang istri sungguh sangat dihargai olehnya.
Setelah itu keduanya akhirnya menyudahi makan malam mereka, dan kembalilah tidur.
Rasanya hari ini bagaikan rollercoaster, tetapi pada akhirnya dia bisa tidur dengan nyenyak dan nyaman bersama istrinya.
Dan hal itu merupakan kebahagiaan yang memuaskan baginya.
Saat Adam memastikan istrinya sudah terlelap, Adam bangkit sebentar dan menuju balkon.
Dia akan menghubungi Kai untuk melaksanakan permintaan istrinya.
"Tring ... Tring ... Tring!"
"Halo Bos?"
Kai segera mengangkat panggilan itu, sekarang sudah ada Sazu dan Black disana, dimana Sazu sejak tadi tengah mendiskusikan bagaimana caranya mencarikan jodoh untuk Haley.
"Kai ..."
"Aku berencana mengajak istriku bulan madu, tetapi sebelum itu, ada hal yang ingin ia lakukan ... makam Ibunya yang sekarang atas nama orang lain, kembalikan menjadi atas nama asli ibunya, sepertinya istriku ingin memberikan penghormatan terakhirnya dengan Ibu nya juga ayahnya ...."
Adam memberitahu permintaan Alice.
Sepertinya Alice merasakan hal yang sama dengan Adam, sepertinya Alice ingin mengakhiri segala kebencian dalam dirinya, dengan cara memberikan penghormatan kepada ibunya.
Mungkin dengan cara itu, Alice akan menjadi tenang nantinya.
Karena sebentar Ruby, mendiang ibu kandung Alice mengalami penyakit mental saat lalu, jadi dia tidak tahu jika dia sangat melukai anaknya sendiri.
Mendengar hal itu Kai segera menyanggupi permintaan Bosnya.
"Baik Bos, akan aku kabari jika semuanya sudah beres ...." seru Kai.
Lalu setelah itu panggilan mereka akhirnya berakhir.
.
.
.
.
Like dan komentar kalian adalah semangat author loh, jangan lupa berikan Like dan komentar nya yaa 🤍
__ADS_1